Pengertian dan Contoh Energi Biomassa

Semakin menipisnya energi dari bahan bakar fosil, membuat banyak orang mulai beralih ke beberapa contoh energi biomassa. Ada banyak sekali bahan dari lingkungan sekitar yang mampu dijadikan sebagai energi biomassa.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut seputar biomassa, termasuk pengertiannya dan contohnya, maka langsung saja simak ulasan berikut ini. Mari, langsung saja ke ulasan pertama terlebih dahulu.

Pengertian Biomassa

Sebelum membahas lebih jauh mengenai contoh energi biomassa, tak ada salahnya untuk bahas seputar definisi dari biomassa terlebih dahulu. Dengan mengetahui definisinya, Anda pun akan mulai tahu seputar contohnya yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar.

Apa itu energi biomassa? Jadi energi biomassa merupakan energi terbarukan yang digunakan untuk mengganti energi dari bahan fosil. Energi terbarukan ini memiliki sifat yang luas, sebab bahannya berasal dari bahan organik hasil limbah dengan sifat tak terbatas.

Sumber organik yang digunakan dapat berasal dari makhluk organik, mulai dari tanaman Hingga hewan. Sekarang ini, biomassa mulai digunakan untuk berbagai sektor, termasuk sektor pembangkit listrik. Biomassa sendiri memiliki sifat netral karbon.

Maksud dari netral karbon adalah jumlah karbon yang dilepaskan memiliki jumlah yang sama dari karbon yang diserap. Seperti disebutkan sebelumnya, jika ini diambil dari limbah organik.

Jadi pada umumnya memiliki, sebab limbah organik merupakan limbah yang telah diambil manfaat primernya. Jadi dapat dikatakan juga jika energi terbarukan satu ini dapat digunakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Contoh Energi Biomassa

Contoh Energi Biomassa

Contoh energi satu ini sebenarnya sangat mudah ditemui pada lingkungan sekitar, dan mungkin saja Anda pernah menemukannya. Karena hal tersebutlah, penggunanya pun lebih banyak digunakan dalam kebutuhan rumah tangga. Tapi agar lebih paham mengenai contohnya, maka berikut ini adalah penjelasannya.

Baca Juga:  1 Ton Berapa Kg? Inilah Jawabannya

1. Energi dari Kayu

Pertama ada dari kayu yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Ya, Salah satu sumber energi biomassa adalah kayu. Kayu bakar menjadi salah satu contohnya. Kayu bakar dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Energi panas yang dilepaskannya dapat dimanfaatkan untuk memasak, dan sebagainya. Lalu energi panas dari pembakaran besar-besaran, dapat juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga uap.

Namun seperti diketahui, jika asap pembakaran kayu dapat mengakibatkan efek negatif, seperti memperburuk efek rumah kaca, polusi udara, dan sebagainya. Tapi hal ini sebenarnya dapat diatasi, yaitu dengan menanam banyak pohon.

2. Kotoran Hewan

Selanjutnya ada kotoran hewan. Ya, kotoran hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi biomassa dan sekarang ini sudah mulai banyak digunakan. Pengguna kotoran hewan ini sering disebut dengan istilah biogas.

Pengguna biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan energi alternatif dalam rumah tangga, khususnya bagi yang hidup berdekatan dengan peternakan. Pada biogas terdapat dua komponen utama, yaitu gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2).

Keduanya dapat dibakar untuk melepaskan energi yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Bahkan sebenarnya, selain kotoran hewan, ada juga yang memanfaatkan kotoran manusia untuk biogas. Selain dimanfaatkan untuk biogas, kotoran hewan dapat juga dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.

3. Limbah Pertanian

Contoh energi biomassa selanjutnya adalah dari limbah pertanian. Ada beberapa contoh limbah yang dapat dimanfaatkan seperti limbah tebu, limbah jagung, jerami, limbah kedelai, dan sebagainya.

Limbah dari pertanian dapat dimanfaatkan untuk membuat biofuel. Biofuel dapat berbentuk cair, padat, dan gas. Biofuel dimanfaatkan untuk berbagai keperluan termasuk keperluan alat transportasi, dan listrik.

4. Tanaman Penghasil Energi

Ada juga tanaman memang dapat dimanfaatkan secara khusus untuk sumber energi. Tanaman tersebut adalah jagung, kedelai, dan gandum. Tanaman tersebut ditanam dalam skala besar dengan pertimbangan tertentu.

Baca Juga:  Apa Itu Mesin Pendingin: Komponen, Fungsi, Cara Kerja dan Penerapannya

Untuk pemanfaatannya, tanaman jagung, kedelai, dan gandum dapat digunakan untuk proses pembuatan biodiesel, hingga etanol.

Dengan berbagai contoh energi biomassa, tentunya sangat diharapkan agar mulai banyak yang memanfaatkan. Sebab energi ini dapat digunakan sebagai alternatif pengganti energi dari bahan fosil yang semakin menipis.

Kelebihan dan Kekurangan Biomassa

Sama seperti energi dari fosil, biomassa pun memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannya, diharapkan Anda bisa lebih bijak memanfaatkannya sehingga penggunaan benar-benar dapat bermanfaat. Adapun kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut.

Kelebihan

Langsung saja inilah kelebihannya

1. Tak Terbatas

Sifat pertama adalah tak terbatas. Ya, ada banyak sekali bahan organik dapat digunakan untuk membuat energi biomassa dan sering ditemukan pada lingkungan sekitar. Mulai dari limbah organik dari tanaman dan hewan semuanya dapat dimanfaatkan.

2. Lebih Murah

Kelebihan kedua adalah memiliki harga lebih murah. Ya, dijelaskan sebelumnya jika limbah organik yang digunakan merupakan limbah telah digunakan manfaat primernya.

Dengan demikian harganya jelas lebih murah, sebab yang digunakan sejatinya adalah sampah alias limbah. Seperti jerami, jerami merupakan limbah dari tanaman padi, sebenarnya jerami sudah tidak bernilai karena limbah dari tanaman padi. Tapi, jerami mulai dikembangkan untuk energi biomassa.

Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, jelas murah biomassa. Untuk mendapatkan fosil pun diperlukan pengeboran dengan berbagai alat berat, dan tenaga ahli yang berpengalaman. Semuanya butuh biaya yang tidak sedikit. Tidak heran jika energi dari fosil dapat sangat mahal, terlebih lagi saat ini semakin menipis.

3. Netral Karbon

Kelebihan selanjutnya ini juga sebenarnya sudah dijelaskan di penjelasan sebelumnya. Ya, energi biomassa memiliki sifat netral karbon atau karbon yang dilepaskan sama dengan karbon yang diserap. Dengan demikian, biomassa tergolong ramah lingkungan.

Baca Juga:  Cara Menghitung Penjumlahan dan Pengurangan Sistem Bilangan Biner, Desimal, Oktal, dan Heksadesimal

4. Ramah Lingkungan

Tak dipungkiri jika biomassa menjadi energi ramah lingkungan, termasuk dalam mempengaruhi kualitas air. Biomassa tidak menghasilkan emisi sulfur. emisi sulfur dapat mencemari air yang membuat kualitas air rusak.

Kualitas air yang tidak bagus, jelas sangat mempengaruhi kehidupan serta kesehatan makhluk hidup. Bahkan sekarang ini, tergolong cukup sulit menemukan sumber air yang memang benar-benar masih alami.

Kekurangan

Selain ada berbagai kelebihannya, biomassa juga memiliki kekurangan. Kekurangan paling menonjol adalah tidak seefisien bahan bakar fosil. Bahkan perlu diketahui juga jika ada beberapa jenis biomassa yang perlu ditingkatkan menggunakan bahan fosil.

Kekurangan lainnya adalah dengan semakin banyaknya tanaman untuk energi ini, maka kemungkinan besar ruang yang diperlukan untuk menanam tanaman pun semakin luas. Untuk itu, pengguna energi dari bahan fosil dan bahan organik harus sekali digunakan secara seimbang dan seefektif mungkin. Sebagai manusia, baiknya juga lakukan penghematan energi.

Penutup

Biomassa merupakan energi terbarukan yang bahannya dapat ditemukan sangat mudah di lingkungan sekitar. Sebab bahan energinya ini berupa limbah organik baik dari hewan dan tanaman, sehingga cakupannya sangat luas.

Contoh energi biomassa yang dapat ditemukan dengan mudah di kehidupan sehari-hari, antara lain ada energi dari kayu, limbah pertanian, lalu kotoran hewan bahkan manusia, dan juga tanaman yang memang dibudidayakan untuk biomassa. Energi biomassa salah satu kegunaannya adalah agar manusia tidak terlalu bergantung dengan energi dari sumber bahan fosil.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment