Motor Induksi: Pengertian Hingga Kelebihan dan Kekurangannya

Motor induksi dikenal juga dengan sebutan motor asinkron. Ada beberapa jenis motor induksi, seperti motor induksi 1 frasa dan motor induksi 3 fasa.

Nah, agar makin paham mengenai motor induksi ini, Anda dapat simak ulasan berikut ini. Pada kesempatan kali ini akan memberikan informasi seputar maksud dari motor induksi, hingga prinsip kerja motor induksi atau bagaimana cara kerjanya. Untuk itu langsung saja simak penjelasan berikut ini.

Mengenal Motor Induksi

Bagian motor induksi

Motor induksi menjadi motor listrik AC yang sering sekali digunakan. Seperti namanya, motor ini berkerja dengan arus induksi. Jadi, arus listrik pada rotor yang dibutuhkan agar dapat menghasilkan torsi, didapatkan dengan cara induksi elektromagnetik. Induksi elektromagnetik dilakukan dari medan magnet yang berputar pada belitan stato.

Seperti disebutkan sebelumnya, jika ini disebut juga dengan motor asinkron. Hal tersebut lantaran motornya ini beroperasi pada kecepatan kurang dari kecepatan sinkronnya.

Prinsip kerja

Sudah disinggung sebelumnya jika motor induksi beroperasi pada kecepatan kurang dari kecepatan sinkronya. Jadi mesinnya tidak beroperasi sesuai dengan kecepatan sinkron.

Untuk prinsip kerjanya umumnya menggunakan sistem elektromagnetik. Dengan demikian maka gaya gerak listrik diinduksi dan akan melintasi konduktor listriknya ketika medan magnet berputar. Perlu diketahui jika ada dua bagian utama yaitu ada, yaitu stator dan rotor.

Untuk stator ini Memungkinkan bagian kumparan yang diam serta akan membawa belitan tumpang tindih. Lalu rotor akan membawa belitan utama. Nah, pada motor induksi ada yang memiliki 1 fasa dan 3 fasa. Saat stator diberikan 3 fasa maka akan membuat magnet berputar secara otomatis.

Konstruksi

Pada dasarnya ada tiga kontruksi utamanya, yaitu stator, rotor, dan celah udara.

Stator

Untuk stator memiliki bagian yang terdiri dari rangka, inti, aliran, dan kumparan. Rangka ini terbuat dari bahan besi tuang yang merupakan rumah untuk bagian stator lainnya. Desainnya menutupi bagian inti dan bagian kumparan, dengan fungsi untuk melindungi manusia dari kontak langsung dengan bagian mesin yang bergerak.

Baca Juga:  Mengenal Bagian-Bagian Setrika dan Cara Perawatannya.

Tak hanya itu saja, rangkanya juga memiliki peran untuk menghindari goresan yang disebabkan oleh gangguan objek. Peran lainnya adalah sebagai penyalur torsi ke peralatan pendukung.

Selanjutnya ada bagian inti dan alur yang terbuat dari besi lunak atau baja silikon. Nah, bagian alur ini menjadi tempat yang digunakan sebagai tempat pemasangan kumparan. Sedangkan kumparan dibuat dari bahan tembaga.

Rotor

Selanjutnya ada rotor dengan bagiannya adalah inti, alur, kumparan dan poros. Bagian inti dan alur terbuat dari besi lunak atau besi silikon. Alur ini menjadi tempat yang digunakan untuk memasangkan kumparan pada rotor.

Celah Udara

Bagian yang memisahkan stator dan rotor disebut bagian celah udara. Celah udara ini memiliki peran sebagai tempat yang digunakan untuk melintasnya fluks magnetik dari induksi elektromagnet di stator.

Fluks magnetik akan memotong kumparan rotor yang membuat rotor dapat berputar. Celah udara yang terlalu lebar bisa membuat efisiensi dari motor induksi menurun. Sedangkan jika celahnya terlalu sempit pun dapat mengganggu mekanis di mesin.

Jenis Motor Induksi

Jenis Motor Induksi

Disebutkan juga sebelumnya jika ada motor induksi 1 fasa dan 3 fasa. Nah, untuk lebih mengetahui keduanya bisa langsung simak ulasan berikut.

Motor Induksi 1 Fasa

Pertama ada 1 fasa yang dilihat berdasarkan arusnya atau tegangannya dengan satu fasa. Untuk satu fasa ini tidak dapat dioperasikan secara langsung, sebab fluks yang berbeda di stator dan rotor memang memiliki besarnya sama tapi berlawanan arah.

Dengan hal tersebut membuat fluks yang di rotor adalah 0. Untuk jenis 1 fasa berikut ini antara lain adalah:

1. Motor Kapasitor

Pertama ada kapasitor yang digunakan untuk pembeda fasa antara stator dan rotor agar dapat berputar. Untuk jenis ini umumnya digunakan pada perangkat yang skalanya kecil, seperti peralatan rumah tangga, misal mesin cuci, mesin pendingin AC, dan beberapa jenis kipas angin.

Baca Juga:  Jenis-Jenis dan Contoh Alat Ukur Massa

2. Motor Universal

Ini adalah yang memiliki belitan stator dan belitan rotor. Konstruksinya sederhana, handal, serta mudah, lalu torsinya cukup besar. Untuk contohnya adalah seperti pada mesin jahit, bor tangan,

Motor Induksi 3 Fasa

Ada juga jenis 3 fasa. Pada sistem 3 fasa memiliki tiga saluran fasa tunggal dengan fasa beda adalah 120°. Hal tersebut membuat magnet yang berputar akan memiliki fasa sama sehingga membuat rotor berputar.

Rotor terus berputar karena fasa a dimagnetisasi, maka akan membuat rotor bergerak ke fasa a belitan a, begitu juga saat ke fasa b. Saat fasa b dimagnetisasi, akan membuatnya menarik rotor, dan kemudian ke fasa c. Untuk jenisnya adalah sebagai berikut.

1. Motor Sangkar Tupai

Nama ini diambil dari bentuk konfigurasi rotor di bagian dalam. Untuk jenis ini tidak memiliki pasokan listrik terhubung ke rotor. Jadi listrik diperoleh dengan melalui induksi.

Perlu diketahui jika jenisnya ini kurang efesien untuk diaplikasikan pada penyelaan torsi tinggi, tapi jika dibandingkan dengan rotor belitan lainnya, maka ini lebih efesien. Selain itu, untuk sangkar tupai pun tak memiliki kemampuan untuk mengontrol kecepatan.

Meskipun begitu, sangkar tupai tergolong sederhana dengan biaya perawatan serta biaya produksi yang lebih rendah. Lalu kelebihan lainnya adalah tidak perlu sikat atau arus DC, dan lebih kuat serta kokoh diaplikasikan pada lingkungan sulit.

2. Motor Induksi Slip Ring

Slip ring mirip dengan jenis sangkar tupai, tapi bagian rotornya yang berbeda. Pada rotor terdapat cincin slip dan sikat untuk menghantarkan listrik ke rotor. Hal ini karena rotornya pada slip ring diisolasi.

Hambatan pada seri diciptakan dari slip ring dengan belitan rotor ketika motornya dinyalakan. Dibandingkan sangkar tupai, slip ring tergolong lebih kompleks, serta memiliki harga mahal. Karena torsinya tinggi, menjadikannya lebih digunakan pada pengaplikasian torsi tinggi seperti elevator.

Baca Juga:  Rumus Probabilitas Lengkap Beserta Contohnya

Kelebihan dan Kekurangan Motor Induksi

Berbagai kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut ini.

Kelebihan

Kelebihannya sebagai berikut

1. Kontruksi Cukup Sederhana

Kelebihan pertama adalah memiliki kontruksi cukup sederhana. Kelebihan ini dapat ditemukan pada jenis sangkar tupai. Sebab jenis sangkar tupai tidak butuh slip ring, karena belitan dihubungkan secara singkat serta permanen.

Lalu jika dibandingkan dengan motor DC, untuk Induksi tidak butuh sikat sehingga perawatan lebih mudah.

2. Kelebihan Lainnya

Tidak bergantung pada kondisi lingkungan, sebab kuat secara mekanis

Tidak ada percikan api karena tidak ada kuas

Untuk jenis yang memiliki tiga fasa memiliki torsi tinggi, dan pengaturan kecepatan baik.

Efisiensi mesin dengan efisiensi beban penuh mulai dari 85 hingga 97 persen

Kekurangan

Untuk kekurangannya adalah

  • Untuk 1 fasa yang tidak memiliki torsi awal sendiri maka butuh alat bantu
  • Memiliki kontrol kecepatan yang sulit dicapai, sebab pada 3 fasa memiliki kecepatan konstan dengan seluruh rentan pembebanan membuat perubahan kecepatan motor sangat rendah
  • Memiliki arus lonjakan input tinggi, ini dapat menyebabkan penurunan tegangan saat menstaternya
  • Dikarenakan torsi awal yang buruk membuatnya tidak dapat digunakan untuk kegiatan yang butuh torsi awal tinggi

Penutup

Motor induksi merupakan motor listrik yang bekerja didasari pada arus induksi. Untuk prinsip kerjanya berdasarkan dengan gandengan medan listrik.

Ada jenis motor induksi 1 fasa dan 3 fasa. Untuk satu fasa ini berdasarkan arus ayau tegangannya yang 1 fasa dan tidak dapat dioperasikan secara langsung. Sedangkan untuk 3 fasa memilikitiga saluran fasa tunggal dengan fasa beda adalah 120°.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment