Kode Warna Resistor 220 Ohm dan Penjelasannya

Pada saat mempelajari resistor, pastinya Anda juga harus tahu dan hafal tentang kode warna yang dimilikinya. Salah satu kode warna yang mungkin belum banyak dihafal adalah warna resistor 220 Ohm.

Sebenarnya, resistor 220 Ohm ini termasuk yang cukup banyak digunakan. Selain itu, untuk mendapatkan resistor tersebut bisa dilakukan dengan mudah karena banyak dijual di toko komponen elektronika.

Meskipun begitu, mungkin banyak orang yang tidak terlalu memperhatikan warna gelang dari resistor tersebut. Nah bagi Anda yang belum mengetahui tentang hal tersebut, langsung saja ikuti penjelasannya berikut ini.

Kode Warna Resistor 220 Ohm dan Penjelasannya

Tentang Resistor 220 Ohm

Dalam praktik elektronika, pengguna resistor merupakan hal umum ditemui. Pasalnya, komponen resistor ini mempunyai peranan yang cukup banyak dan penting di dalam suatu rangkaian sistem elektronika.

Selain itu, jenis dari resistor ini juga ada banyak sekali macamnya, salah satunya adalah resistor 220 Ohm. Telah dijelaskan sebelumnya, jenis resistor ini merupakan yang cukup sering digunakan pada sebuah rangkaian elektronika.

Resistor yang mempunyai resistensi sebesar 220 Ohm ini umumnya mempunyai dua jenis berbeda. Jenis tersebut antara lain adalah resistor yang terbuat dari bahan campuran keramik halus serta karbon dan juga resistor metal film.

Perbedaan kedua jenis tersebut bisa dilihat dari warna dasar pada badan resistor. Pada bahan keramik dan karbon badannya memiliki warna putih agak kecokelatan, sementara jenis metal film warna badannya biru muda.

Pada umumnya, resistor 220 Ohm yang terdapat banyak di pasaran adalah yang jenis karbon. Hal itu karena harga dari resistor tersebut lebih murah sehingga banyak orang memilih untuk menggunakannya.

Apa Itu Kode Warna Pada Resistor?

Sebelum lebih jauh membahas tentang kode warna pada resistor 220Ohm, akan dijelaskan dulu tentang maksud dari kode warna tersebut. Kode warna ini merupakan lambang yang telah ditentukan oleh Electronic Industries Alliance atau EIA.

Baca Juga:  Pengertian dan Perbedaan TV Analog Dan Digital, Yuk Caritahu Disini!

Aturan penggunaan dan pembacaan warna pada resistor tersebut berlaku secara internasional. Tujuan pemberian kode warna tersebut adalah untuk memudahkan dalam menentukan nilai resistensi yang terdapat pada suatu rangkaian elektronik.

Pada umumnya, suatu resistor mempunyai berbagai macam variasi jumlah pita warna di badannya. Ada resistor yang mempunyai 3 warna gelang, 4 warna gelang, 5 warna gelang, dan juga 6 warna gelang.

Untuk membaca pita atau gelang warna tersebut terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan saat Anda hendak membaca kode warna pada resistor.

  • Gelang atau pita pertama dilihat dari yang paling dekat lead resistor
  • Gelang berwarna perak atau emas selalu ada di paling akhir
  • Apabila tidak hafal kode warna, bisa melihat pada tabel kode warna
  • Perhitungan yang lebih yakin dapat dilakukan dengan memakai Ohm Meter

Penggunaan Ohm meter tersebut bisa dipilih pada saat memang warna gambar resistor tidak dapat diketahui dengan baik. Kondisi tersebut bisa terjadi saat resistor mengalami kerusakan di bagian badan ataupun terbakar.

Kode Warna Resistor 220 Ohm

Untuk penulisan dari kode warna resistor 220 Ohm ini tentunya ada perbedaan antara resistor berbahan karbon keramik dan metal film. Perbedaan tersebut umumnya terletak pada jumlah gelang warna yang terdapat di badan resistornya.

Pada resistor berbahan karbon, warna gelang resistor 220 Ohm jumlahnya ada 4. Sedangkan pada resistor berbahan metal film, gelang atau pita warna yang terdapat pada resistor dengan resistensi 220 Ohm ada 5.

Lebih jelasnya lagi, berikut adalah informasi tentang kode warna resistor 220 Ohm:

1. Susunan 4 Pita Warna Resistor 220 Ohm

Seperti diketahui, pada setiap resistor pasti mempunyai komponen susunan warna yang tidak selalu sama. Nah, pada resistor yang mempunyai resistensi 220 Ohm dengan 4 pita warna, kode urutan warnanya adalah seperti berikut:

  • Pita Warna 1 = Merah
  • Pita Warna 2 = Merah
  • Pita Warna 3 = Cokelat
  • Pita Warna 4 = Emas
Baca Juga:  Trafo Step Up: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Rumus dan Cirinya

2. Susunan 5 Pita Warna Resistor 220 Ohm

Setelah dijelaskan susunan kode warna pada R 220 Ohm dengan 4 gelang pita warna, berikutnya akan diberikan juga susunan untuk yang 5 gelang warna. Berikut ini adalah susunan dari 5 kode warna resistor 220 Ohm.

  • Pita Warna 1 = Merah
  • Pita Warna 2 = Merah
  • Pita Warna 3 = Hitam
  • Pita Warna 4 = Hitam
  • Pita Warna 5 = Cokelat

Pada kedua jenis susunan urutan gelang warna resistor di atas, nantinya dapat diketahui bahwa tingkat resistensi dari resistor tersebut adalah 220 Ohm. Jadi, untuk resistor lain seperti untuk warna resistor 330 ohm tentu susunannya berbeda lagi.

Penjelasan Spesifikasi dan Data Sheet Resistor 220 Ohm

Berdasarkan susunan pita warna sebelumnya, maka bisa didapatkan spesifikasi dan data sheet dari resistor tersebut. Kurang lebih, berikut ini adalah penjelasan dari informasi spesifikasi yang terdapat pada resistor dengan resistensi 220 Ohm tersebut.

  • Nilai Hambatan dari resistor : 220 Ohm
  • Peringkat Daya Resistor : 0,25 Watt
  • Jenis : Metal Film / Karbon Keramik
  • Toleransi Resistor : 1% pada resistor bahan metal film dan 5% untuk resistor bahan karbon
  • Suhu Kerja Resistor : 55 sampai dengan 150 derajat celcius
  • Koefisien Suhu Resistor : 100 ppm/Celcius

Seperti itulah penjelasan dari pembacaan kode warna pada resistor dengan resistensi 220 Ohm. Telah tertulis secara jelas di atas mulai dari hambatan di dalam resistor sampai dengan koefisien suhu yang terdapat pada resistor.

Untuk dapat membaca kode warna di resistor tersebut, Anda bisa melihat pada tabel baik yang resistor 4 warna maupun tabel resistor 5 warna. Dengan memperhatikan tabel acuan resmi, Anda dapat dengan mudah membaca warna resistor 220 Ohm 2 Watt atau yang lainnya.

Penggunaan Resistor 220 Ohm

Setelah mengetahui tentang kode warna dari resistor 220 Ohm ini, berikutnya akan dijelaskan tentang berbagai macam penggunaannya. Secara umum, resistor tersebut dapat digunakan untuk berbagai hal yang disebutkan di bawah ini.

  • Bias basis pada transistor
  • Menjadi pembatas arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika
  • Berperan dalam menurunkan tegangan pada rangkaian
  • Menjadi pengaman rangkaian.
  • Digunakan sebagai sirkuit penguat RF
  • Digunakan sebagai sirkuit audio
  • Komponen pada rangkaian regulator tegangan.
Baca Juga:  Kode Warna Resistor 1k dan Rumus Besaran Arus Listrik

Tentunya jika dilihat lebih luas lagi, fungsi dan kegunaan dari transistor ada banyak sekali ragamnya. Namun, beberapa fungsi kegunaan di atas adalah yang paling umum ditemui pada penggunaan resistor.

Melihat begitu banyaknya kegunaan dari resistor ini tentu tidak mengherankan apabila komponen ini sangat penting dalam suatu rangkaian. Oleh karena itu memahami resistor dengan baik merupakan modal utama dalam mempelajari elektronika.

Begitulah tadi ulasan lengkap tentang kode warna resistor 220 Ohm yang dapat Anda perhatikan. Dengan melihat pada susunan kode warna tersebut, Anda dapat segera mengetahui mana resistor yang mempunyai resistensi 220 Ohm dengan mudah.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment