Transistor Tip41C Datasheet Persamaan Lengkap 2024

Jika Anda sedang mencari informasi seputar transistor Tip41C datasheet dan persamaan lengkapnya maka dapat menyimak ulasan ini. Keberadaan dari transistor inilah biasanya mudah ditemukan pada konfigurasi amplifier jenis OCL yang biasanya digunakan untuk skala rumahan.

Untuk tegangan maksimal tips 41 42 ternyata hampir sama yakni dapat mencapai 100 v. Besar aliran yang cukup tinggi itulah dapat menyebabkan komponen dari transistor mengalami panas lebih mudah ketika sedang dioperasikan.

Oleh karena itulah, agar keberadaan dari transistor inilah dapat bekerja dengan optimal, maka dibutuhkan cooling atau pendingin. Tujuan dari keberadaan sistem cooling sendiri adalah digunakan buat membuang panas selama komponen ini bekerja.

Apa Itu Transistor Tips41C

Apa Itu Transistor Tips41C

Sebelum Anda mengetahui tips41 datasheet dan persamaannya, maka penting agar memahami lebih lanjut mengenai apa itu transistor tipe ini. Dimana TIPS41C sendiri merupakan salah satu jenis transistor yang biasa ditemukan pada konfigurasi elektronika.

Ini juga termasuk ke dalam tipe transistor NPN yang dihadirkan dengan T0-220 dimana berfungsi untuk mendorong beban cukup banyak di waktu sama. Beban tersebut biasanya kurang dari 6mA dimana lebih besar dibandingkan lainnya.

Tetapi agar komponen ini tidak mengalami kerusakan dengan mudah, maka kami sarankan agar jangan pernah dipaksakan untuk mendorong beban lebih dari 6mA ataupun 100v. Selain itu, tempat penyimpanannya harus diperhatikan yakni di dalam ruangan dengan suhu diatas -65o C.

Apabila Anda melakukan penyimpanan transistor di sembarangan tempat, maka bukan tidak mungkin justru komponen tersebut lebih mudah rusak nantinya.

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa contoh dari rangkaian tersebut seperti amplifier dan switching. Banyak orang yang tentunya mencari informasi mengenai transistor tips41C datasheet persamaannya terutama agar mengetahuinya lebih rinci.

Baca Juga:  2 Cara Mengukur Transistor NPN dan PNP Menggunakan Multimeter

Transistor Tips41C Datasheet Persamaan

Transistor Tips41C Datasheet Persamaan

Seperti sudah disampaikan sebelumnya bahwa mengetahui datasheet tips41 c transistor inilah sangat penting. Terlebih lagi bagi Anda dimana ingin mengetahui spesifikasi sekaligus detailnya lebih rinci terutama kalau digunakan untuk kebutuhan service nantinya.

Berikut ini sudah kami rangkumkan informasi mengenai datasheet dari tipe transistor satu ini.

Jenis NPN
Tegangan kolektor-emitor (Vce) 100V
Tegangan basis- emitor (Vb) 5V
Arus kolektor max 6A
Disisipasi kolektor max 5V
Frek, transisi max 65W
Tingkat penguatan  MHZ
Suhu kerja -65-150 o C
Tegangan basis-kolektor (Vbc) 100 v

Persamaan dari Transistor Tip41C

Jika sebelumnya sudah mengulas mengenai datasheet tips 41 C ini maka berikutnya Anda juga wajib mengetahui persamaannya. Persamaan inilah ternyata sangat berguna agar dapat dijadikan sebagai pengganti terutama kalau Anda kesulitan menemukan unit aslinya.

Tentu saja ini akan berikan banyak keuntungan nantinya karena Anda hanya perlu mencari daftar persamaannya dibawah ini dengan baik.

  • BD711
  • Bdt41c
  • BDT41CF
  • BD911
  • TIPS1CF
  • TIPA1D
  • TIP41CG
  • TIP41F
  • TIPS41E
  • TIPS42D
  • MJE582
  • MJE5180

Ciri-Ciri Transistor TIP41C

Dengan persamaan tips41 c diatas, Anda dapat memanfaatkannya sebagai pengganti untuk melakukan perbaikan pada jenis transistor ini. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui bagaimana ciri-ciri dari transistor tipe ini juga.

Karakteristik dari transistor inilah mungkin akan sama dengan jenis lainnya terutama kalau Anda baru pertama kali melihatnya, tentu masih kesulitan untuk membedakannya. Berikut ini ciri-ciri dari transistor tipe ini.

  • Kemasan transistor menggunakan 2N5401 TO-220
  • Jenis transistor NPN
  • Tegangan maksimum pada kolektor emitor 100V
  • Arus kolektor maksimal sebesar 6A atau 600mA
  • Tegangan maksimal pada emitor basis 5V
  • Daya maksimal disipasi kolektor sebesar 65 watt
  • Maksimal sekaligus minimal penguat arus DC 15-75
  • Frekuensi transisi maksimal 3Mhz
Baca Juga:  Contoh Rangkaian Power Supply Sederhana dan Penjelasannya

Fungsi dan Penggunaan Transistor TIP41C

Fungsi dan Penggunaan Transistor TIP41C

Dari datasheet tipe 41 C diatas maka dapat disimpulkan bahwa ini merupakan jenis transistor daya rendah. Dimana fungsi utamanya adalah berguna untuk amplifikasi yang mampu mendorong beban maksimal sebesar 6mA.

Biasanya tipe inilah juga sering digunakan sebagai pengganti dari TIP1 serta TIP1C yang mempunyai spesifikasi jauh lebih rendah. Selain itu, karena maksimal dari disipasi kolektor dari transistor ini 65W ternyata sering diaplikasikan untuk berbagai rangkaian dari amplifier audio.

Apabila ingin mencapai kondisi arus maksimum pada jenis transistor ini maka dapat mengatur komponen ini dengan kondisi saturasi penuh. Caranya sangat mudah yakni dengan cara menerapkan tegangan maksimum yang terdapat pada kaki basis-emitor.

Ketika ini dilakukan maka kolektor-emitor yang terdapat pada konfigurasi akan tertutup secara penuh. Dengan begitu, aliran aurs kolektor itulah akan berlangsung secara maksimal.

Apabila Anda ingin menggunakan transistor tipe ini, maka kami sarankan agar selalu memperhatikan hitungan beban arus maksimalnya yang dapat dihandle. Dengan begitu, maka akan membuat komponennya tidak mudah terbakar.

Jangan lupa agar menyiapkan pendingin seperti terbuat dari aluminium untuk memaksimalkan proses pembuangan panas dari transistor tips41C tersebut. Selain digunakan untuk kebutuhan diatas, komponen ini juga masih digunakan buat kebutuhan lainnya diantaranya adalah.

  • Sebagai sirkuit audio amplifier
  • Dapat membantu untuk mengontrol kecepatan motor
  • Digunakan buat driver relay dengan daya tinggi
  • Rangkaian dimmer dc
  • Untuk konfigurasi Darlington.

Fungsi Transistor Secara Umum

Memahami tips41c datasheet diatas memang sangat penting karena nantinya dapat membantu Anda mengetahui persamaannya. Dengan begitu apabila Anda kesulitan menemukan transistor yang asli dapat memanfaatkan persamaan tersebut.

Seperti sudah diketahui bahwa komponen transitsor memang menjadi komponen sangat penting dalam dunia elektronika. Bukan hanya tips41C saja tetapi juga tipe-tipe lainnya memiliki fungsi yang hampir sama lho.

Baca Juga:  Transistor BD139 Sebagai Saklar Kelebihan, Cara Kerja, dan Karakteristiknya

Berikut ini beberapa fungsi transistor secara umum yang wajib untuk diketahui

Digunakan Sebagai Saklar

Fungsi pertama dari transistor satu ini adalah dapat berguna sebagai saklar seperti pada kebanyakan sistem control Arduino Atau jenis mikrokontroller lainnya. Secara umum, tegangan output Arduino tidak akan sanggup dalam mengontrol relay AC.

Terlebih lagi apabila dihubungkan secara langsung maka akan menyebabkan Arduino mengalami kerusakan. Disinilah pentingnya agar menggunakan konfigurasi dari transistor tersebut.

Sebagai Penguat Sinyal Flip-Flop

Pada konfigurasi flip flop, Anda akan menemukan adanya dua transistor. Dimana bagian dari LED dibawah akan hidup dan mati secara bergantian, kondisi itulah ternyata diakibatkan karena adanya penggunaan dari transistor.

Penguat Arus

Bukan hanya berfungsi sebagai pembangkit sinyal flip-flop saja, tetapi komponen inilah juga sering digunakan sebagai penguat arus terutama dalam rangkaian power supply regulator. Secara umum dapat digunakan sebagai sumber power supply Arduino.

Driver Motor DC

Fungsi lainnya dari transistor inilah ternyata juga dapat ditemukan pada sistem control yakni berfungsi sebagai driver alias pengendali motor DS. Nantinya akan membuat motor C akan mati dan hidup di kondisi saturasi atau cut off.

Keberadaan dari TIP41C inilah ternyata mempunyai peran yang cukup penting terutama dapat diterapkan para rangkaian amplifier soundsystem. Dengan memahami transistor TIP41C datasheet persamaan itulah ternyata akan memberikan banyak keuntungan bagi Anda nantinya.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment