Bearing: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya, Cek Berikut Ini!

Walaupun komponen ini mempunyai ukuran kecil, tetapi bearing mempunyai peran cukup penting pada sebuah kendaraan seperti mobil. Kendati demikian, tidak sedikit dari pemilik kendaraan lalai atau kurang memberikan perawatan khusus pada komponen tersebut.

Padahal jika dilihat lebih lanjut bearing adalah komponen dimana berperan penting terhadap usia penggunaan dari komponen lainnya pada kendaraan. Salah satu peran dari komponen tersebut adalah membantu mengurangi besaran gesekan dimana terjadi antara 2 komponen yang saling bergerak.

Apabila Anda ingin memahami lebih lanjut mengenai komponen tersebut, maka silahkan simak pada ulasan di bawah ini mengenai pengertian, fungsi dan jenisnya.

Pengertian Bearing

Pengertian Bearing

Apabila Anda bergelut dalam dunia otomotif, tentu istilah satu ini sudah tidak asing lagi di telinga. Walaupun demikian, mungkin masih banyak orang belum mengetahui pengertian dari komponen tersebut.

Jika dilihat secara umum, pengertian bearing adalah elemen mesin dimana membatasi gerak relatif pada dua atau lebih komponen lainnya yang berada di dalam mekanisme mesin. Dengan begitu berbagai komponen bisa digerakkan ke arah sesuai dengan keinginan.

Komponen tersebut juga digunakan buat menjaga poros mesin supaya dalam keadaan berputar sesuai dengan sumbunya dengan komponen lain di jalur masing-masing. Karena fungsinya cukup penting di dalam mekanisme kerja mesin, maka komponen tersebut banyak digunakan pada kendaraan mulai dari mobil, motor hingga pesawat terbang.

Bukan hanya dapat digunakan pada kendaraan saja, namun bearing juga sudah digunakan di dalam mekanisme mesin beragam. Mulai dari AC, mesin cuci, kipas dan lain sebagainya.

Jenis dan Fungsi dari Bearing

Di dalam menjalankan kerjanya pada kendaraan, komponen ini bekerja sebagai komponen dimana mampu membantu rotasi gerak dari dua komponen lain. Bearing sendiri ternyata mempunyai beberapa jenis dan fungsinya tersendiri.

Baca Juga:  10 Kelebihan dan Kekurangan Kulkas Aqua D275R

Inilah mengapa pentingnya bagi Anda untuk mengetahui juga jenis bearing dan fungsinya pada kendaraan di bawah ini:

Ball Bearing

Sesuai dengan namanya jenis bearing satu ini tersusu oleh bola-bola logam dengan ukuran kecil yang berada diantara cincin dalam dan cincin luar. Ini adalah salah satu jenis yang paling banyak dijumpai karena sering digunakan pada berbagai mekanisme kerja.

Seperti di dunia perbengkelan, mesin industri, kendaraan ataupun peralatan rumah tangganya. Sedangkan cara kerjanya cukup sederhana yakni dengan gerak putar efektif serta mampu menangani beban gerak putar serta beban tekanan dari samping.

Selain itu, ball bearing memiliki kemampuan hanya untuk menahan beban pada bagian mobil yang ringan. Hal itu mungkin disebabkan karena kemampuannya tidak sebesar dengan jenis bearing lainnya yang ada.

Magnetic Bearing

Tipe bearing berikutnya adalah magnetic bearing ini dimana menjadi jenis komponen paling modern karena telah dilengkapi dengan magnet sebagai material serta untuk cara kerja. Medan magnet yang terdapat pada bearing ini membuat komponennya tidak mempunyai bantal logam atau terapung.

Karena kondisi itulah maka membuatnya tidak menimbulkan gesekan atau kontak fisik. Medan magnet yang digunakan sebagai cara kerjanya mempunyai daya putar cukup tinggi bahkan mencapai 50.000 rpm secara konsisten.

Tidak heran kalau penggunaan dari jenis ini bisa ditemukan pada komponen dengan daya putar sangat tinggi seperti flywheel.

Roller Bearing

Untuk bentuk dari roller bearing berupa silinder memanjang dan kemampuannya adalah menahan beban horizontal dan vertikal tergantung kebutuhan. Cara kerjanya adalah melalui bagian yang dikenal dengan inner race dan bagian yang disebut outer race.

Karena itulah membuat bentuk tengah dari roller ini lebih fleksibel sekaligus mempunyai titik tumpu lebih dari satu. Ini membuatnya dapat menahan beban lebih besar dibandingkan jenis lainnya, sayangnya tidak dibekali dengan kemampuan menahan beban dorong.

Baca Juga:  Shell and Tube Heat Exchanger: Pengertian, Bagian, Cara Kerja dan Kelebihannya

Plain Bearing

Ini merupakan jenis bearing dengan permukaan rata pada area bidang geseknya. Biasanya terbuat dari campuran tembaga serta kuningan dengan bagian permukaan dilapisi oleh logam babit atau alloy.

Fungsi bearing ini biasanya digunakan untuk di crankshaft atau connecting rod.

Bushing

Sedangkan untuk jenis ini mempunyai bentuk melingkar layaknya cincin dan hampir mirip dengan plain bearing. Tetapi bushing sebenarnya adalah bantalan tempat poros berputar.

Lalu tipe plain, bushing terbuat dari campuran tembaga dan kuningan dengan pelapis babit atau alloy. Penggunaannya secara umum adalah untuk king pin pada knuckle di roda.

Thrust Bearing

Untuk jenis thrust bearing biasanya lebih sering digunakan buat menerima beban dorongan. Yakni beban yang asalnya dari samping bearing serta penggunaannya biasanya untuk kursi ataupun meja putar.

Jenis ini sebenarnya masuk ke dalam kategori ball thrust bearing serta rolller thrust bearing. Untuk membedakannya antara radial bearing dan thrust bearing, Anda hanya perlu melihat posisi roller serta cage.

Tapered Roller Bearing

Untuk tipe dari bearing ini lebih sering digunakan pada poros roda mobil. Jenis ini mempunyai 2 buah roller dimana saling berseberangan alias dua arah yakni bagian dalam dan bagian luar.

Karena mempunyai bentuk mengerucut maka membuatnya bisa menahan gaya tekan beban dari kedua arah tadi. Baik beban dari luar ataupun dari arah dalam sekaligus bisa diterima oleh bearing.

Needle Roller Bearing

Apa itu bearing needle roller bearing? Ini adalah jenis yang mempunyai bentuk rolernya panjang dengan diameter kecil. Kehadirannya dapat ditemukan dengan mudah pada poros engkol, serta di bagian yang menghubungkan connecting rod dengan poros engkol harus sesuai dengan fungsi dan jenis bearing.

Baca Juga:  11 Cara Menghemat Penggunaan Listrik dari AC agar Tidak Boros

Komponen atau Bagian Didalamnya

Komponen atau Bagian Didalamnya

Tidak bisa dipungkiri bahwa fungsi bearing adalah cukup penting karena dapat meminimalisir adanya gesekan. Agar keberadaannya dapat berfungsi dengan baik, ternyata terdapat sejumlah komponen didalamnya yang juga mempunyai peran penting diantaranya adalah:

Dua Buah Cincin atau Raceway

Komponen utama yang terdapat pada elemen ini adalah dua buah cincin yakni ring dalam dan ring luar. Fungsi utamanya adalah buat menahan bola supaya tetap berputar di tempat yang sama.

Komponen yang Berputar

Berikutnya juga terdapat komponen yang berputar dan biasanya terbuat dari bahan keramik atau plastik. Bentuknya cukup beragam mulai dari roller atau silinder, bola ataupun bahkan berbentuk cone.

Seal

Seal atau penutup juga terdapat pada bearing tetapi tidak semuanya mempunyai bagian ini. Dengan adanya seal sebenarnya dapat membantu menghalangi debu yang masuk ke dalam komponen.

Cage

Cage atau sarang berfungsi sebagai penjaga bola atau silinder di tempatnya supaya tidak saling bergesekan dengan lainnya. Apabila sampai terjadi gesekan maka membuat komponen lainnya cepat alami kerusakan.

Dalam dunia otomotif memang terdapat banyak istilah yang sering Anda temukan termasuk keberadaan komponen ini. Kendati ukuran dari komponennya terbilang cukup kecil, namun fungsinya cukup penting karena akan berpengaruh terhadap kinerjanya.

Komponen ini sendiri terdiri dari beberapa jenis serta terdapat komponen pendukung agar dapat bekerja dengan optimal. Nah sudah paham dengan pengertian dari bearing sera jenis dan fungsinya bukan?

Bagikan Postingan:

Leave a Comment