Pengertian, Perbedaan, dan Jenis-Jenis Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Mengetahui besaran pokok dan besaran turunan sangat penting dalam dunia fisika. Pasalnya, kedua besaran tersebut akan sering ditemui dalam melakukan berbagai penelitian dan eksperimen. Selain itu, dalam kepentingan lain pemahaman akan hal ini juga tidak kalah penting seperti dunia teknik, elektronika, dan sebagainya.

Setiap besaran mempunyai alat ukur masing-masing. Sebagai contoh, massa atau berat diukur menggunakan neraca ataupun timbangan. Begitu juga dengan satuan lain seperti panjang, volume, suhu, hingga arus listrik.

Apa Itu Besaran Pokok dan Besaran Turunan?

Apa Itu Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Pertama-tama, Ada perlu mengetahui hal dasar terlebih dahulu terkait besaran pokok dan besaran turunan, mulai dari pengertian hingga perbedaan dasar. Dengan begitu, selanjutnya akan jauh lebih mudah ketika mempelajari jenis-jenis serta alat ukurnya.

1. Pengertian besaran pokok

Ada beberapa pendapat terkait apa itu besaran pokok. Akan tetapi, secara garis besar para fisikawan mendefinisikan sebagai besaran yang memiliki nilai tunggal sesuai kesepakatan fisikawan. Pengetahuan terkait biasanya sudah diajarkan ketika berada di bangku Sekolah Menengah Pertama.

2. Pengertian besaran turunan

Sementara itu, besaran turunan merupakan besaran hasil turunan dari besaran pokok. Keduanya sama-sama mempunyai fungsi sebagai alat penghitung dengan satuan internasional. Beberapa contoh dari jenis ini adalah gaya, tekanan, volume, luas, dan sebagainya.

Satuan yang digunakan kerap disebut dengan nama satuan turunan. Oleh karena itu, Anda akan melihat terdapat gabungan beberapa satuan. Salah satu contoh sederhana dari satuan ini adalah luas yang terdiri dari gabungan antara panjang dan lebar menjadi meter persegi.

3. Perbedaan besaran pokok dan turunan

Lalu, berdasarkan penjelasan di atas, apa yang menjadi perbedaan paling menonjol? Cara paling mudah menemukan perbedaannya adalah melihat satuannya. Besaran pokok hanya mempunyai satu satuan saja, sementara itu, pada jenis turunan terdiri lebih dari satu.

Baca Juga:  Sistem Hidrolik: Pengertian, Fungsi Komponen Serta Contoh Penerapannya

Jenis-Jenis Besaran Pokok

Sesuai dengan SI atau sistem Satuan Internasional, setidaknya terdapat 7 jenis. Berikut adalah penjelasan masing-masing.

1. Panjang

Panjang merupakan ukuran yang digunakan dalam menghitung panjang sebuah objek. Satuan internasional yang digunakan untuk mendefinisikan nilainya adalah meter dengan dimensi L. Sementara itu, ada beberapa alat ukur bisa digunakan seperti jangka sorong, pita pengukur, atau penggaris.

Setiap alat memiliki keunggulan masing-masing dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Sebagai contoh, mengukur objek berukuran besar tentu berbeda dibandingkan objek lebih kecil. Ukuran meter itu sendiri ditentukan oleh para ahli dengan nilai 1.650.763 kali panjang gelombang jingga merah dari 86 atom krypton.

2. Massa

Selanjutnya adalah massa. Definisi umum dari massa adalah banyaknya materi terkandung di dalam sebuah benda. Dalam satuan internasional, massa diukur dengan satuan kg. Banyak orang menyamakan antara massa dengan berat, padahal keduanya adalah berbeda. Hal tersebut dikarenakan berat terpengaruh oleh gaya gravitasi, sementara massa tidak.

3. Waktu

Pada awalnya, waktu pertama kali didefinisikan dengan nilai 1/86.400 jam dalam sehari. Perhitungan ini didasarkan pada rotasi bumi. Dalam sistem satuan internasional, waktu memiliki satuan detik. Untuk mengukurnya, ada banyak alat bisa dipakai seperti stopwatch, arloji, jam pasir, dan juga jam atom. Dari semua itu, jam atom dinilai memiliki akurasi paling baik.

4. Suhu

Secara sederhana, suhu merupakan satuan atau besaran yang dipakai untuk mengukur seberapa panas atau dingin sebuah objek. Satuan internasional yang digunakan adalah K atau Kelvin. Pendefinisian suhu dilakukan berdasarkan diagram fase air, yakni berada di angka 276,16 K. Untuk mengukur, Anda bisa menggunakan termometer yang bisa didapatkan dengan mudah.

5. Intensitas Cahaya

Dari beberapa daftar sebelumnya, mungkin ini merupakan satu hal yang cukup asing dan jarang dihitung dalam kehidupan sehari-hari. Intensitas cahaya secara umum dipakai dalam pengukuran terkait seberapa besar intensitas cahaya yang mengenai sebuah permukaan objek.

Simbol besaran pokok yang dipakai adalah cd atau candela dengan dimensi J. Untuk menghitung besarnya intensitas cahaya, Anda bisa menggunakan alat ukur bernama lightmeter atau luxmeter. Biasanya pengukuran hanya dilakukan saat melakukan penelitian saja.

6. Kuat arus

Bagi Anda yang bergerak di dunia elektronika, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kuat arus. Kuat arus digunakan untuk mendefinisikan besar aliran arus listrik dari satu titik menuju titik lain. Ampere atau A adalah satuan yang digunakan. Sementara itu, alat pengukurnya bernama amperemeter.

7. Jumlah Zat

Jenis yang terakhir adalah jumlah zat. Secara umum, jumlah zat dipakai dalam perhitungan jumlah partikel yang terdapat pada sebuah objek atau benda. Satuan yang digunakan adalah mol dengan dimensi N.

Macam-Macam Besaran Turunan

Macam-Macam Besaran Turunan

Selanjutnya, Anda akan mempelajari apa saja jenis-jenis besaran turunan. Mungkin beberapa daftar di bawah ini hanya sebagian kecil contohnya saja. Jadi, silakan cari di referensi lain seperti buku untuk mendapatkan contoh lebih lengkap.

1. Gaya

Gaya merupakan turunan dengan satuan yang berasal dari perkalian massa terhadap percepatan. Oleh karena itu, satuannya adalah kg.m/s2 atau Newton (N). Dari definisi tersebut, untuk menghitung gaya Anda perlu melakukan perhitungan dengan rumus F = m x a.

2. Usaha

Berbeda dengan gaya, usaha mempunyai satuan disebut Joule (J). Satuan tersebut didapatkan dari perhitungan gaya dikalikan dengan jarak sehingga akan didapatkan kg.m2.s-2. Untuk mendapatkan nilai usaha, Anda bisa menggunakan rumus W = F x s.

Baca Juga:  Kumpulan Contoh Soal Rangkaian Seri, Paralel, Campuran dan Pembahasannya

3. Kecepatan

Dibandingkan dua poin sebelumnya, mungkin kecepatan adalah salah satu yang cukup familiar dalam kegiatan sehari-hari seperti ketika berkendara. Dapat dikatakan bahwa kecepatan merupakan turunan yang didapatkan dari perhitungan jarak dibagi waktu tempuh.

Dari definisi tersebut, maka akan didapatkan satuan m/s. Untuk menghitung nilai dari kecepatan, rumus yang bisa digunakan adalah V = s / t, di mana s merupakan jarak (m) dan t adalah waktu (s). Perhitungan ini biasanya sudah diajarkan ketika di bangku SD akhir atau SMP.

4. Percepatan

Percepatan merupakan penambahan kecepatan yang terjadi dalam waktu tertentu. Jadi, bisa dikatakan ini merupakan turunan dari kecepatan. Untuk menghitung nilai percepatan, Anda bisa membagi kecepatan dengan waktu. Simbol satuan dari percepatan adalah a atau acceleration.

5. Daya

Daya atau Power merupakan turunan dengan satuan Watt. Biasanya satuan ini akan kerap ditemui pada dunia kelistrikan seperti alat elektronik. Nilai Watt didapatkan dengan rumus P = W/t, di mana W merupakan usaha, sedangkan t adalah waktu.

6. Tegangan dan hambatan

Satu lagi macam besaran turunan yang familiar di dalam dunia elektronika, yakni tegangan dan hambatan. Tegangan dapat dihitung menggunakan rumus V = I x R dengan satuan V. Sementara itu, hambatan memiliki satuan Ohm dan dihitung menggunakan rumus R = V / I.

Pengetahuan tentang besaran pokok dan besaran turunan memang sangat penting, terutama bagi Anda yang bergerak di dunia fisika seperti ilmuwan, petugas laboratorium, dan peneliti. Pada dasarnya, semua itu sudah dipelajari ketika berada di bangku sekolah, khususnya SMP dan SMA.

Akan tetapi, tentu saja diperlukan pembelajaran lebih lanjut lagi terutama ketika mengaplikasikan dalam perhitungan. Pasalnya, untuk menggunakan alat ukur satuan tertentu dibutuhkan ketelitian dan keahlian khusus.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment