Diagram Garis: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Tahukah Anda, ada banyak bentuk penyajian data yang bisa digunakan, salah satunya yaitu diagram garis. Penyajian data dalam bentuk diagram bertujuan untuk memudahkan banyak orang dalam membaca dan menafsirkan data secara praktis.

Diagram atau grafik garis merupakan jenis penyajian data yang paling populer karena penggunaannya yang sederhana dan efektif. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai konsep dasar diagram atau grafik garis, fungsi, dan cara membuatnya.

Apa itu Diagram Garis?

Diagram atau grafik garis merupakan bentuk visualisasi dari data statistik berupa garis horizontal dan vertikal yang menghubungkan titik-titik kuantitas suatu data. Umumnya, diagram ini digunakan untuk menunjukkan perubahan nilai variabel dalam rentang waktu tertentu.

Diagram ini terdiri dari sumbu-x (mendatar) yang mewakili waktu atau kategori. Selain itu, ada juga sumbu-y (tegak) yang mewakili nilai dari variabel. Kemudian ada pula titik-titik data yang dihubungkan oleh garis untuk menunjukkan tren, pola, atau hubungan antara variabel tersebut.

Jenis diagram ini sering juga disebut kurva atau peta garis yang menjadi bentuk penyajian data yang paling banyak digunakan dalam laporan, maupun penelitian ilmiah. Hal ini dikarenakan bentuknya yang sederhana, sehingga memudahkan banyak orang dalam membaca datanya.

Fungsi Diagram atau Peta Garis

Diagram merupakan alat visual yang digunakan untuk menggambarkan data agar lebih mudah dibaca. Selain untuk menggambarkan data, diagram ini memiliki beberapa fungsi antara lain:

1. Menunjukkan Tren Tertentu

Menunjukkan Tren Tertentu

Peta garis berfungsi untuk membantu mengidentifikasi suatu trend atau pola perubahan dalam rentang waktu tertentu. Anda dapat melihat trend peningkatan, penurunan, atau fluktuasi variabel yang diamati dengan melihat garis yang menghubungkan titik-titik data.

2. Menggambarkan Pola Musiman

Menggambarkan Pola Musiman

Diagram atau grafik garis juga digunakan untuk melakukan identifikasi pola musiman dalam suatu data dengan cara menyusun data dalam rentang waktu yang konsisten, seperti tahunan atau bulanan. Sehingga, Anda bisa melihat pola yang berulang dari rentang waktu tersebut.

Baca Juga:  Bunyi Hukum Newton 1, Pengertian, dan Contoh Soalnya Lengkap

3. Membandingkan Data

Membandingkan Data

Fungsi Diagram garis memungkinkan Anda untuk melakukan perbandingan terhadap beberapa set data atau variabel sekaligus. Sumbu vertikal dan horizontal akan memudahkan Anda dalam membandingkan perubahan dalam variabel yang berbeda.

Selain itu, diagram ini juga bisa digunakan untuk melihat bagaimana satu variabel berdampak terhadap variabel lainnya. Namun, perlu dicatat bahwa data yang disajikan harus data yang serumpun dan masih memiliki keterkaitan satu sama lain.

4. Menggambarkan Proyeksi

Menggambarkan Proyeksi

Dalam beberapa kasus, grafik garis bisa digunakan untuk memproyeksikan atau memperkirakan perubahan di masa depan yang dilihat berdasarkan transitoris. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat pola yang ada, lalu memprediksi perubahan variabel di masa depan.

5. Menganalisis Hubungan Kausalitas

Menganalisis Hubungan Kausalitas

Dalam beberapa situasi, grafik garis bisa membantu menganalisis hubungan kausal antar variabel. Misalnya, Anda dapat melihat apakah ada hubungan atau berkebalikan dengan cara menggambarkan dua variabel pada sumbu yang sama.

Jenis-jenis Diagram atau Grafik Garis

Jenis-jenis Diagram atau Grafik Garis

Ada beberapa jenis diagram atau peta garis yang umum digunakan dalam berbagai bidang. Berikut adalah beberapa jenis peta garis tersebut:

  • Grafik garis sederhana, digunakan untuk memvisualisasikan hubungan dua variabel atau lebih melalui garis yang menghubungkan titik-titik pada sumbu x dan y.
  • Grafik garis bertahap, digunakan untuk menunjukkan perubahan atau perkembangan yang terjadi secara bertahap dari satu titik ke titik lain.
  • Grafik garis berkelompok, digunakan untuk membandingkan beberapa kelompok atau kategori yang digambarkan dalam garis berbeda.
  • Grafik garis berbentuk area, digunakan dengan menggabungkan elemen diagram garis dan pengisian area di bawah garis untuk mendapatkan visualisasi yang lebih jelas tentang perubahan nilai atau ukuran dalam rentang waktu tertentu.
  • Grafik garis lengkung (kurva), menggunakan garis yang mengikuti pola melengkung untuk menggambarkan hubungan antara variabel.
  • Grafik garis campuran, menggabungkan dua jenis grafik garis atau lebih dalam satu gambar untuk memvisualisasikan hubungan yang kompleks antara variabel yang disajikan dalam satu tampilan grafik.
Baca Juga:  Humidity (Kelembaban): Pengertian, Jenis Serta Cara Menjaga

Cara Membaca Data pada Grafik Garis

Cara Membaca Data pada Grafik Garis

Untuk bisa membaca diagram garis, Anda tidak perlu memiliki keahlian khusus karena grafik ini dirancang untuk menyajikan data agar lebih mudah dipahami. Berikut adalah langkah-langkah untuk membaca data pada grafik garis:

  • Perhatikan judul grafik dan sumbu-x serta sumbu-y yang mewakili tiap-tiap variabel.
  • Perhatikan skala yang ditunjukkan oleh tiap-tiap sumbu apakah berubah secara linier atau menggunakan bilangan kelipatan.
  • Tinjau pola garis yang terhubung pada diagram yang bisa menunjukkan tren naik, turun, atau datar.
  • Perhatikan titik tertinggi (puncak) dan titik terendah (lembah) dalam diagram untuk membantu dalam mengenali siklus atau tren yang mungkin terjadi.
  • Tinjau apakah ada pola khusus dalam diagram, seperti pola musiman atau tren jangka panjang untuk memberikan wawasan tentang fluktuasi atau perubahan dalam data.
  • Pastikan membaca label dan keterangan pada setiap sumbu untuk memberikan informasi tentang unit pengukuran dan konteks data yang ditampilkan.
  • Analisis data secara keseluruhan tentang tren, fluktuasi, atau pola tertentu pada diagram.

Cara Membuat

Cara Membuat

Dalam membuat diagram atau grafik garis, ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti, sebagai berikut:

1. Kumpulkan Data

Langkah pertama adalah mengumpulkan data yang relevan sesuai dengan tujuan Anda adalah membuat diagram. Pastikan data tersebut bersifat numerik dan berkaitan dengan variabel yang ingin Anda gambarkan dalam bentuk diagram atau grafik.

2. Tentukan Sumbu-x dan sumbu-y

Lakukan identifikasi terhadap variabel independen yang akan digambarkan pada sumbu-x, sumbu-y yang akan mewakili variabel dependen. Lalu gambarkan setiap sumbu pada bidang dasar.

3. Tentukan Skala Sumbu

Tentukan skala yang sesuai untuk sumbu-x dan sumbu-y. Skala yang tepat akan membantu Anda dalam memvisualisasikan data dengan jelas. Skala sumbu tersebut dapat berupa skala linier atau skala kelipatan atau logaritmik.

Baca Juga:  Rumus Tegangan Listrik, Satuan dan Bedanya dengan Hambatan

4. Buat Plot Titik-titik

Buat plot titik-titik pada diagram garis sesuai dengan pasangan nilai pada variabel independen dan dependen. Misalnya, jika Anda menggambarkan perubahan suhu harian selama seminggu, setiap titik mewakili pasangan hari dan suhu.

5. Hubungkan Setiap Titik

Hubungkan titik-titik yang sudah diplot dengan garis lurus atau garis lengkung dan menambahkan area pada bagian bawah garis untuk mendapatkan visualisasi yang lebih jelas. Pastikan garis tersebut mencerminkan pola atau tren yang ada dalam data.

6. Berikan Label dan Warna

Jangan lupa untuk memberikan label pada sumbu-x dan sumbu-y serta judul pada diagram secara keseluruhan. Anda juga bisa menambahkan warna pada diagram jika diperlukan. Hal ini akan membantu pembaca dalam memahami seluruh informasi yang disajikan.

Diagram garis adalah alat visualisasi data yang populer untuk memahami perubahan nilai pada variabel dalam rentang waktu tertentu. Dengan berbagai jenis grafik garis yang ada, Anda dapat melihat tren, perbandingan, dan pola dari suatu data dengan lebih mudah.

Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana, Anda bisa membuat diagram yang efektif dan informatif. Selain itu, saat ini ada berbagai teknologi lewat berbagai aplikasi yang bisa memudahkan Anda dalam membuat grafik garis dengan cepat.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment