Fluida Adalah: Pengertian, Sifat, Klasifikasi dan Contohnya

Istilah fluida mungkin sudah tidak terdengar asing lagi bagi para lulusan maupun murid SMA jurusan IPA di Indonesia. Sebab, fluida adalah salah satu materi fisika yang dapat diartikan sebagai zat mengalir dan bentuknya dapat berubah sewaktu-waktu. Namun, hal ini terjadi karena suatu alasan.

Bentuk fluida dapat berubah ketika mendapat tekanan. Selain benda cair, ada juga beberapa gas yang dapat dikategorikan sebagai fluida. Jadi, dapat dipastikan bahwa fluida tidak hanya berupa benda cair, tapi juga bisa berupa benda lainnya yang memenuhi karakteristik mengalir.

Umumnya, fluida bisa ditemukan dengan mudah di kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, contoh penerapannya tidak terlalu sulit untuk kita cari. Untuk memudahkan Anda dalam memahami tentang istilah ini, kami akan membagikan informasi lengkapnya seperti pengertian, sifat, dan klasifikasinya.

Fluida Adalah

Fluida Adalah

Orang-orang lebih mengenal fluida sebagai zat cair ataupun gas yang mengalir dan bentuknya bisa berubah seiring terjadinya tekanan maupun gaya gesernya. Dengan melihat penjelasan singkat itu, bisa dipastikan bahwa fluida artinya adalah suatu zat cair atau gas yang memenuhi kriteria khusus.

Pengertian tentang fluida juga pernah disebutkan oleh seorang ahli bernama Raswari yang mengatakan, fluida merupakan zat yang dapat mengalir jika tekanan di dalamnya mengalami perubahan. Jadi, zat mengalir ini tidak bisa menahan tegangan geser saat keadaannya setimbang.

Beberapa contoh fluida yang bisa ditemukan dengan mudah di kehidupan sehari-hari adalah oksigen, air, bensin, asam sulfat, dan masih ada sejumlah contoh lainnya. Penyederhanaan fluida sudah diciptakan sejak abad ke-18 untuk menganalisis aliran fluida secara lebih jauh lagi.

Meski fluida sering diartikan sebagai zat cair maupun gas yang mengalir, tapi hal ini tidak membuat semua benda cair dan gas bisa dikategorikan sebagai fluida. Sebab, fluida memiliki karakteristik tersendiri yang tidak bisa dimiliki oleh zat-zat jenis lainnya.

Baca Juga:  Tabel Chi Square dalam Statistika: Pengertian, Kegunaan & Contoh

Sifat Fluida

Sifat Fluida

Sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh zat fluida ini dapat membuatnya lebih mudah dikenali dan dibedakan dari jenis zat yang lainnya.

Maka dari itu, ketika mempelajari tentang fluida, Anda juga perlu mempelajari tentang sifat-sifatnya dengan baik. Berikut adalah sifat-sifat fluida yang harus diketahui:

1. Massa Jenis

Massa jenis adalah kepadatan jumlah molekul yang letaknya di satuan volume fluida. Jadi, semakin banyak jumlah molekul di dalam fluida, maka hal ini dapat membuatnya lebih padat dan massa jenisnya harus lebih diperhatikan dengan baik.

Ada berbagai jenis hal yang dapat membuat fluida menjadi padat. Biasanya, perubahan bentuk fluida yang menjadi padat ini dapat disebabkan oleh adanya tekanan yang semakin tinggi.

Maka dari itu, jumlah molekul yang ada di dalam zat ini harus selalu diperhatikan, agar bisa terus mengalir dan memenuhi kriteria dari fluida itu sendiri.

2. Kekentalan

Karakteristik selanjutnya dari fluida adalah kekentalan yang juga sering disebut dengan istilah resisten fluida.

Kekentalan pada fluida memiliki peran yang cukup penting, karena sifat ini dapat mengidentifikasi jenis-jenis fluida secara tepat. Seperti yang orang tahu, fluida dapat dibagi menjadi 2 jenis berbeda.

Ketika seseorang memiliki zat fluida di sekitarnya, mereka harus memperhatikan tingkat kecairan atau kemudahan fluida untuk mengalir. Materi tentang ini sering disebut sebagai fluidity dan menjadi istilah umum bagi orang-orang yang sudah mempelajari tentang ilmu fisika.

3. Kemampatan

Peristiwa volume yang semakin mengecil dan diakibatkan oleh perubahan suhu yang terjadi di sekitar fluida adalah arti dari kata kemampatan di sini. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, fluida memiliki bentuk yang bisa berubah sewaktu-waktu, karena adanya tekanan di sekitarnya.

Umumnya, fluida yang berbentuk gas lebih mudah untuk dimampatkan. Sementara fluida yang berbentuk cair tidak boleh dimampatkan, karena hal ini dapat memengaruhi kondisi massa jenis yang ada pada benda cair tersebut. Jadi, tidak semua fluida dapat dimampatkan meski caranya benar.

4. Berat Jenis

Kepadatan massa dan gaya gravitasi akan sangat mempengaruhi berat jenis yang ada pada fluida. Namun, masih ada beberapa orang yang terlalu mengabaikan tentang hal ini. Biasanya, orang-orang akan menggunakan kadar air untuk menghitung berat jenis dari benda cair fluida tertentu.

Hal ini berbeda dengan cara menghitung berat jenis benda gas pada fluida yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan udara yang ada di sekitar. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa benda cair dan benda gas pada fluida tidak boleh diukur dengan menggunakan komponen yang sama.

Klasifikasi Fluida

Sebelumnya kami sempat mengatakan bahwa fluida dapat dibagi menjadi 2 jenis yang berbeda. Namun, kami belum menyebutkan apa saja jenis-jenis fluida tersebut. Untuk itu, sekarang kami akan menjelaskan tentang perbedaan dari kedua jenis fluida tersebut, yaitu:

1. Fluida Statis
Fluida Statis

Fluida statis sering dianggap sebagai jenis fluida yang tidak memiliki tegangan geser dan hal ini membuat semua gaya yang dikembangkan di dalamnya hanya memiliki tegangan normal.

Fluida statis dikenal sebagai fluida yang diam dan tidak memiliki perbedaan kecepatan antar partikel yang ada.

Sesuai dengan sebutannya sebagai fluida yang diam, fluida statis tidak mengalami pergerakan sedikit pun, sehingga kondisinya akan selalu stabil atau setimbang. Beberapa contoh fluida statis adalah hidrometer, kapal selam, dan kondisi air yang ada di dalam bak kamar mandi.

2. Fluida Dinamis

Fluida Dinamis

Berbeda dengan fluida statis yang tidak mengalami pergerakan sedikit pun, untuk fluida dinamis dapat bergerak dan memiliki kecepatan aliran yang konstan. Dalam arti lainnya adalah kecepatan aliran pada fluida ini tidak mengalami perubahan terhadap waktu.

Baca Juga:  Semikonduktor: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Fungsi dan Contohnya

Selain itu, fluida dinamis memiliki beberapa karakteristik lainnya juga yang membuatnya berbeda dengan jenis fluida sebelumnya, yaitu tidak mengalami gesekan, memiliki massa jenis yang tetap, mengikuti garis arus yang ada, dan sifatnya cenderung lebih tunak.

Contoh Fluida di Kehidupan Sehari-hari

Contoh Fluida di Kehidupan Sehari-hari

Meski sampai di sini saja mungkin Anda sudah paham apa yang dimaksud dengan fluida, tapi kami akan memberikan contoh-contoh penerapannya di kehidupan sehari-hari, yang dapat membuat Anda lebih memahami tentang apa itu fluida, dan beberapa contoh tersebut adalah:

1. Kapal Selam

Kapal selam selalu dilengkapi dengan tabung khusus yang berisi air maupun gas. Saat nahkoda hendak menenggelamkan kapal tersebut, tabung akan dibuka agar air yang ada di luar bisa masuk ke tabung tersebut. Dengan begitu, kapal tidak akan benar-benar tenggelam dan bisa selalu aman.

2. Pompa Air

Contoh fluida yang satu ini dapat dianggap sebagai jenis angin yang memberikan gaya pada bagian penghisapnya. Semakin besar hisapan yang dihasilkan oleh mesin ini, maka hal ini dapat membuatnya lebih mudah untuk menghasilkan gaya yang tidak kalah besar dari hisapan tersebut.

Fluida adalah salah satu informasi yang wajib diketahui oleh banyak orang, karena istilah ini sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, Anda perlu memahami setiap poin yang telah kami sebutkan di atas, agar Anda bisa lebih mengenal tentang apa itu fluida.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment