Cara Membuat Rangkaian Power Supply Sendiri

Apabila berbicara mengenai komponen elektronika, maka power supply menjadi hal penting yang tidak bisa ditinggalkan. Untuk itu, selain memahami komponen tersebut, Anda juga perlu paham bagaimana membuat rangkaian power supply.

Hal tersebut penting dilakukan karena memang komponen ini perannya sangat penting pada rangkaian. Power suplai akan menjadi penyuplai energi agar perangkat elektronika dapat berjalan baik.

Oleh karena itu, bagi Anda yang berniat ingin mempelajari tentang rangkaian elektronika, wajib untuk memahami tentang komponen ini. Nah, untuk mencari tahu informasi tersebut, Anda bisa lihat pada ulasan berikut.

Apa Itu Power Suplai?

rangkaian power supply

Sebelum memulai penjelasan tentang cara membuat rangkaian power supply, terlebih dulu akan dijelaskan pengertiannya. Power suplai atau sumber tenaga adalah rangkaian elektro yang mempunyai fungsi untuk menyediakan energi listrik perangkat.

Energi listrik yang diberikan oleh alat terebut berupa tegangan listrik DC. Umumnya, komponen tersebut mempunyai bentuk kotak dengan kabel keluar serta memiliki juga konektor pada belakan casing.

Lebih jauh lagi, dalam dunia seputar elektronika, perangkat tersebut sering kali dikenal dengan nama adaptor. Jadi, Anda tidak perlu bingung lagi apabila ada orang yang menggunakan istilah adaptor ataupun power suplai saat membahas elektronika.

Secara umum, di dalam rangkaian sumber tenaga ini terdapat berbagai macam komponen yang menyusunnya. Berikut ini adalah komponen-komponen penting di dalamnya yang perlu Anda ketahui.

1. Transformator / Trafo

Komponen penyusun pertama pada perangkat ini adalah transformator atau biasa disebut trafo. Trafo ini mempunyai fungsi dalam penurunan tegangan listrik.

2. Dioda

Berikutnya, terdapat juga dioda yang mempunyai peran dalam menyearahkan tegangan. Jenis dari dioda ini ada cukup banyak, akan tetapi yang paling sering dipakai di rangkaian adalah dioda bridge.

3. Kapasitor ELCO

Komponen berikutnya adalah kapasitor ELCO yang berfungsi untuk filter atau penyaring. Bagian tersebut mampu untuk meredam tegangan di dalam rangkaian sumber tenaga.

Baca Juga:  Jenis Skema Power Supply 12V dan 15V

4. Transistor

Terakhir, di dalam rangkaian sumber tenaga ini terdapat juga transistor. Seperti diketahui bersama, transistor ini mempunyai fungsi untuk menstabilkan tegangan.

Prinsip Dan Cara Kerja Power Suplai

Telah dijelaskan di bagian awal bahwa tugas dari rangkaian sumber tenaga adalah sebagai penyedia tegangan DC untuk sirkuit. Sumber listrik akan diperoleh dari tegangan listrik AC sebesar 220 V.

Dalam menjalankan perannya, rangkaian adaptor dibantu trafo sebagai penurun tegangan AC serta dioda untuk mengubah arus AC jadi DC. Kedua komponen tersebut merupakan inti dari rangkaian adaptor dengan fungsi menurunkan tegangan.

Selain itu, adanya komponennya yang lain akan membuat kinerja dari adaptor dapat menghasilkan listrik DC yang baik. Untuk lebih sederhana lagi tentang cara kerjanya, Anda bisa mengikuti penjelasan di bawah ini.

  • Arus AC listrik masuk ke transformator step down untuk kemudian tegangannya diturunkan sesuai keperluan
  • Kemudian, arus listrik keluar masih dalam AC akan tetapi lebih rendah
  • Berikutnya, arus AC dialirkan ke dioda penyearah sehingga akan dihasilkan arus DC
  • Arus DC tersebut masih terbilang kasar sehingga akan lebih dibuat stabil dan halus oleh ELCO serta stabilizer tegangan.
  • Selesai

Cara Membuat Rangkaian Power Supply

Cara Membuat Rangkaian Power Supply

Setelah memahami berbagai hal dasar tentang adaptor, Anda bisa lanjut untuk mencari tahu bagaimana untuk membuat rangkaian power supply tersebut. Untuk dapat membuatnya, Anda dapat melihatnya pada langkah-langkah di bawah ini.

1. Peralatan

Terdapat berbagai macam peralatan yang diperlukan untuk pembuatannya. Anda dapat menyiapkan berbagai macam alat-alat berikut:

  • Solder Listrik
  • Multimeter
  • Gunting / Tang Potong
  • Obeng Pipih
  • Tang Jumput
  • Bor
  • Lem
  • Penghisap timah
  • Amplas

2. Bahan

Setelah semua alat sudah siap, Anda dapat menyiapkan bahan-bahan untuk pembuatannya seperti berikut:

  • 1 buah trafo 1 Ampere
  • 4 komponen dioda, bisa menggunakan dioda bridge
  • 1 buah kapasitor
  • 2 komponen resistor
  • 1 Buah Regulator Jenis AN 7805
  • 2 komponen LED untuk indikator tegangan
  • 1 PCB dot matrix sebagai tempat untuk merangkai beberapa komponen
  • Jumper tunggal untuk menghubungkan trafo ke bagian papan rangkaian
  • Jack betina 2 betina sebagai elemen output dari adaptor
  • Kabel Secukupnya sebagai penghubung trafo ke bagian steker
  • 1 buah steker, sebagai penghubung pada sumber tegangan
  • Timah secukupnya untuk solder
Baca Juga:  5 Cara Mematikan Timer AC Sharp, Mudah dan Cepat

Persiapkanlah semua bahan di atas dengan tepat atau usahakan jangan sampai kurang. Apabila kurang, maka nantinya dapat menyulitkan Anda karena harus kembali membelinya ke toko elektronik terdekat.

3. Cara Membuat Power Supply

Setelah semua alat dan bahan siap, berikutnya proses pembuatan sudah dapat dimulai. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan adaptornya:

  • Langkah pertama, persiapkan semua bahan dan alat yang diperlukan
  • Apabila sudah, maka lanjut bersihkan papan PCB dengan amplas hingga semua kotoran dan debu hilang.
  • Setelah itu, rangkai setiap komponen PCB sesuai gambar rangkaian pedoman
  • Lalu, pasanglah transformator dan tempel di bagian papan PCB
  • Jika sudah, sambungkan input trafo ke kabel 0 dan 220 V
  • Lanjut, pasat steker serta kabel input pada adaptor
  • Sambungkan output transformator ke jumper tunggal di 0 dan 6 V pada transformator. Sementara pada ujung jumper yang lain dapat dihubungkan ke papan PCB
  • Selanjutnya, pasang kabel dan jack betina ke output rangkaian
  • Sambungkan lampu indikator ke output rangkaian
  • Periksalah rangkaiannya menggunakan multi meter
  • Berikutnya, periksa bagian-bagian kabel atau bekas solder yang masih berantakan dan segera rapikan
  • Power Suplai sudah jadi dan dapat Anda gunakan.

Berbagai tahapan pembuatan rangkaian power supply sederhana di atas wajib dilakukan secara hati-hati dan teliti. Jangan sampai terdapat kesalahan dalam pemasangan ataupun pengecekan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Jenis-Jenis Rangkaian Power Supply

Terdapat beberapa jenis power suplai yang umum digunakan pada suatu sirkuit elektro. Berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis tersebut:

1. Simetris

Pertama ada jenis simetris yang bisa memproduksi tegangan output yang simetris dengan titik ground. Jenis ini biasanya dipakai untuk tone control ataupun equalizer yang memerlukan tegangan simetris.

Baca Juga:  Merk Kabel Listrik yang Bagus untuk Instalasi Rumah dan Proyek Bangunan

Penyearah arus pada jenis ini menggunakan bridge dioda atau jembatan penyearah. Sementara pada transformator-nya menggunakan tipe trafo CT dengan titik sambungan tengah.

2. Asimetris

Selain jenis simetris, terdapat juga jenis asimetris atau non simetris. Tipe tersebut hanya dapat memproduksi sebuah polaritas tegangan, yakni ground atau positif saja.

Perlu diketahui, tipe asimetris termasuk yang paling sering digunakan. Hal tersebut karena memang bentuk dari jenis asimetris lebih sederhana serta tidak membutuhkan banyak komponen.

3. Rangkaian Power Supply Variable

Selanjutnya ada juga jenis adaptor variabel. Tidak seperti jenis sebelumnya, tipe variabel ini cuma memproduksi tegangan DC tetap, sedangkan arus tegangannya bisa diatur besar kecilnya. Hal itu membuat tipe ini bisa digunakan untuk sirkuit yang memerlukan tegangan berbeda.

4. Tanpa Trafo

Terakhir terdapat jenis adaptor tanpa transformator. Pada tipe ini, arus AC yang berasal dari listrik akan disambungkan ke dioda penyearah untuk kemudian dijadikan tegangan DC.

Namun kelemahan dari jenis ini adalah tegangan output yang dihasilkan tidak begitu stabil. Oleh karena hal tersebut, jenis tanpa trafo ini sangat jarang digunakan pada suatu rangkaian elektronik.

Memahami langkah-langkah dalam membuat rangkaian power supply seperti di atas diharapkan dapat memudahkan Anda dalam pembuatan power suplai sendiri. Anda dapat mengikuti setiap langkah dan penjelasan di atas secara teliti supaya tidak terjadi kesalahan.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment