Rangkaian Star Delta: Pengertian, Perbedaan dan Manfaatnya Yang Perlu Diketahui!

Bagi Anda yang bekerja di bidang teknisi maka rangkaian star delta sudah tidak asing lagi. Ini merupakan salah satu jenis rangkaian pada listrik tiga fasa yang sering dimanfaatkan untuk menghidupkan motor listrik tiga fasa dengan daya cukup besar.

Nantinya pada jenis rangkaian tersebut juga akan mengombinasikan dua jenis rangkaian koneksi yakni koneksi bintang (star) dan koneksi bintang. Pada jenis koneksi bintang, terdapat 3 ujung kumparan motor yang terhubung di sebuah simpul pusat.

Sedangkan pada koneksi delta, Anda akan menemukan adanya 3 ujung kumparan yang terhubung secara seri dan membentuk delta atau segitiga. Agar Anda  semakin memahami mengenai rangkaian star  delta, silahkan simak ulasan dari kami di bawah.

Pengertian Rangkaian Star Delta

Pengertian Rangkaian Star Delta

Untuk memahami lebih lanjut terkait dengan rangkaian star Delta, maka perlu mengetahui pengertiannya dahulu. Secara umum, ini merupakan jenis rangkaian sirkuit yang dapat digunakan untuk mengoperasikan jenis motor 3 phase.

Walaupun begitu, jenis rangkaian star delta juga dapat diaplikasikan pada motor listrik 1 phase atau 3 phase. Tetapi memang untuk penggunaannya lebih banyak ditemukan pada listrik 3 phase karena keberadaannya membutuhkan daya cukup besar untuk memulai adanya pergerakan.

Keberadaan dari rangkaian tersebut juga sering digunakan buat mengurangi arus awal yang cukup tinggi ketika motor dihidupkan. Ketika motor pertama kali hidup, maka terdapat aliran arus awal cukup tinggi sehingga bisa mengakibatkan adanya gangguan pada sistem listrik sekaligus merusak motor.

Perbedaan Rangkaian Star dan Delta

Setelah memahami bagaimana pengertian dari rangkaian star delta, maka berikutnya juga harus memahami perbedaannya terlebih dahulu. Sebab untuk memadukan keunggulan dari kedua rangkaian tersebut, Anda perlu untuk mengetahui perbandingan dan perbedaannya di bawah ini.

Baca Juga:  Pengertian Diagram Venn Gabungan dan Contohnya Yang Perlu Diketahui

Hubungan Terminal

Perbedaan yang pertama adalah terletak pada hubungan terminal, untuk sirkuit star sendiri ujung awal  dan akhir dari gulungan terhubung ke dalam satu titik. Sedangkan pada sirkuit satunya, terminal berlawan dari setiap gulungan dihubungkan secara bersamaan.

Titik Netral

Berikutnya adalah perbandingan terkait dengan titik netralnya dimana untuk star circuit mempunyai titik  netral atau koneksi secara bersamaan. Sedangkan pada rangkaian delta, tidak terdapat adanya titik netral.

Hubungan Arus dan Tegangan

Pada star circuit, maka arus garis sama dengan arus fasa dan tegangan garis sama dengan akar tiga dikali tegangan fasa. Untuk delta circuit arus garis sama akar tiga kali arus fasa dan tegangan garis sama dengan tegangan fasa.

Kecepatan Motor

Perbedaan berikutnya adalah kecepatan motor yang mana star circuit hanya akan menerima 1/3 dari tegangan sehingga pergerakannya cenderung lebih lambat. Lain halnya dengan delta circuit, motor dapat menerima total tegangan garis sehingga dapat bergerak lebih cepat.

Jumlah Putaran

Perbedaan berikutnya adalah jumlah putaran dimana star circuit membutuhkan jumlah putaran jauh lebih sedikit. Berbanding terbalik dengan koneksi delta yang justru membutuhkan jumlah putaran lebih banyak.

Fungsi Rangkaian dari Star dan Delta

Fungsi Rangkaian dari Star dan Delta

Setelah memahami bagaimana perbandingan dari rangkaian di atas, maka berikutnya adalah fungsi rangkaian star delta tersebut. Selain buat mengurangi jumlah arus start yang diproduksi oleh motor listrik, berikut ini fungsi lainnya dari rangkaian.

  1. Berfungsi buat mengurangi adanya lonjakan arus ketika motor pertama kali dihidupkan. Tetapi hal ini tidak mengurangi torsi yang terdapat pada elektromotor.
  2. Ketika motor listrik pertama kali dihidupkan, maka akan membuat jumlah arus yang keluar dapat berkurang karena terdapat rangkaian star delta di dalamnya.
  3. Fungsi star delta berikutnya adalah digunakan untuk menstabilkan tegangan arus yang terdapat pada motor listrik
  4. Jika motor listrik mengalami beban berlebih (overload) maka rangkaian tersebut dapat memutuskan tegangan secara otomatis. Dengan begitu dijamin tidak akan ada kerusakan pada motor listrik.
Baca Juga:  7 Fungsi Manajemen Menurut Ernest Dale, Apa Saja?

Jenis Rangkaian

Agar dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan, maka keberadaan dari rangkaian tersebut juga mempunyai dua jenis  yakni manual dan otomatis. Untuk memahaminya lebih lanjut, maka silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Rangkaian Manual

Untuk rangkaian star delta manual ini mempunyai 3 push button yakni on delta, on star serta off. Sedangkan untuk perpindahan start awal pada rangkaian ini manual yakni dengan memanfaatkan 3 push button tersebut dan karakteristiknya adalah:

  • Tidak mempunyai wiring yang terbentuk secara kompleks
  • Tidak membutuhkan time untuk menyusun komponen di dalamnya
  • Ketika menekan tombol push button delta terlalu lama maka mengakibatkan motor menjadi terbakar
  • Adanya perpindahan star ke delta secara manual dan hanya berdasarkan insting.

 Rangkaian Otomatis

Berikutnya adalah rangkaian star delta otomatis yang memerlukan adanya time sebagai salah satu komponen penyusunan. Keberadaan dari timer sangat penting karena bisa membuat komponen tersebut dapat bekerja secara otomatis, adapun karakteristiknya adalah sebagai berikut:

  • Dibandingkan dengan sistem manual, maka wiringnya jauh lebih sulit, rumit sekaligus kompleks
  • Adanya timer akan memberikan kemudahan ketika proses perpindahan dari star ke delta
  • Bukan hanya itu saja, proses pengaturan perpindahan dapat diatur berdasarkan kebutuhan dengan time
  • Hanya mempunyai 2 buah push button.

Manfaat Menggunakan Hubungan Star Delta

Manfaat Menggunakan Hubungan Star Delta

Penggunaan dari star delta rangkaian inilah ternyata juga akan memberikan sejumlah manfaat bagi para penggunanya. Tidak heran apabila kehadiran dari rangkaian tersebut semakin banyak digunakan, berikut sejumlah manfaat yang bisa didapatkan:

Perlindungan Terhadap Arus Start Tinggi

Salah satu manfaat utama dari keberadaan rangkaian tersebut adalah mampu memberikan perlindungan terhadap adanya lonjakan arus start. Caranya adalah dengan memulai motor menggunakan mode star, maka torsi awal lebih rendah.

Baca Juga:  Pengertian Light Dependent Resistor (LDR), Karakteristik, Fungsi, Cara kerja, dan Cara Pengukurannya

Ini akan menyebabkan arus start bisa diatasi jauh lebih baik oleh sistem serta dapat terhindar dari adanya kerusakan.

Sebagai Salah Satu Bentuk Penghematan Energi

Selain itu, dengan keberadaan koneksi star delta motor 3 phase juga menjadi salah satu bentuk penghematan energi. Sebab keberadaan rangkaian mampu mengurangi adanya konsumsi energi yang berkaitan dengan arus start tinggi.

Adanya Operasional Lebih Efisien

Apabila sudah mencapai adanya kecepatan operasional, maka peralihan ke rangkaian delta akan memberikan adanya operasional dengan efisiensi tinggi. Dengan begitu akan membuat motor dapat beroperasi dengan torsi lebih tinggi sekaligus jauh lebih efisien di dalam mengatasi beban kerja normal.

Membuat Umur Motor Lebih Panjang

Dengan adanya proses pengurangan tekanan ketika motor star, maka keberadaan rangkaian ini sangat bermanfaat. Sebab secara tidak langsung sebenarnya dapat membantu buat memperpanjang umur motor hingga mengurangi adanya biaya untuk proses perawatan.

Keberadaan dari rangkaian tersebut sudah banyak diaplikasi dalam dunia industri terutama buat mengatasi adanya tantangan arus start tinggi. Beberapa aplikasinya seperti untuk pompa besar, kipas industri hingga kompresor.

Dengan penerapan dari wiring star delta inilah ternyata akan memberikan sejumlah manfaat terutama dapat meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh. Tidak heran kalau kehadiran rangkaian star delta sangat penting di dalam rangkaian elektronik.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment