Rumus Mencari Tegangan Primer Trafo Lengkap

Apa itu trafo? Bagaimana rumus mencari tegangan primer trafo? Masih banyak pertanyaan seputar salah satu produk kelistrikan tersebut, yang mungkin bagi orang awam belum mendapatkan jawaban. Berikut ini, penjelasan lengkapnya hanya untuk Anda.

Bukan sekedar produk kelistrikan saja, trafo memiliki peranan penting dalam upaya mengalirkan arus listrik. Jenis dari trafo juga beragam, ada trafo dengan tegangan primer dimana tegangan dialirkan pada kumparan primer. Kemudian ada jenis trafo sekunder, dimana tegangan dialirkan untuk kumparan sekunder.

Tegangan Primer Trafo Adalah

dasar rumus tegangan primer dan sekunder trafo harus dipahami

Coba pahami dulu apa itu trafo atau sering juga disebut transformator. Yaitu sebuah komponen jenis elektronika atau kelistrikan dengan fungsi utama yaitu menciptakan tegangan induksi.

Darimana dihasilkannya tegangan induksi tersebut? jawabnnya adalh dari berbagai jenis lilitan sekunder yang terdapat pada sebuah trafo. Prinsip kerja utama dari perangkat ini adalah, tegangan induksi yang dihasilkan pada lilitan atau kumparan sekunder akan lebih besar kapasitasnya dibandingkan tegangan primer.

Pemahaman yang lebih jelas tentang tegangan primer pada trafo adalah tegangan yang berhubungan dengan jenis arus bolak balik atau dikenal dengan istilah AC, akan sangat menentukan naik atau turunnya tegangan dari arus AC tersebut.

Rumus Mencari Tegangan Primer

Untuk mengetahui berapa tegangan primer dalam sebuah trafo, ada rumus mencari tegangan primer yang bisa digunakan yaitu:

VP =( VS x NP)/NS

 NP          = Jumlah dari lilitan primer

NS           = Jumlah dari lilitan sekunder

VP           = Tegangan Primer

VS            = Tegangan Sekunder       

Sedangkan untuk mencari tegangan sekunder bisa memakai rumus:

VS =( NS x VP)/NP

Rumus ini sudah baku dan dapat dipakai ketika akan membuat sebuah komponen trafo secara benar, karena dengan perhitungan tegangan yang tepat maka trafo bisa bekerja dengan baik sesuai fungsinya.

Baca Juga:  Daftar Data Set Transistor Final Sanken Secara Lengkap

Contoh Soal Trafo

Untuk lebih memahami penggunaan rumus mencari tegangan primer trafo maka berikut ini ada contoh soal sebagai acuannya.

  1. Soal : Diketahui tegangan sekunder dalam sebuah trafo mencapai 12V, kemudian lilitan primernya sebanyak 150 sedangkan lilitan sekundernya hanya 40 lilitan saja. Berapakah tegangan primer yang didapat:

Diketahui  :

VS = 12

NS = 40 lilitan

NP = 150

VP =  (150 x 12)/40=45

Jadi didapatkanlah tegangan primer pada trafo tersebut sebesar 45V

  1. Soal: Diketahui tegangan primer dari sebuah trafo mencapai angka 200 V, sedangkan lilitan primer dan sekundernya masing-masing adalah 100 dan 110. Berapakah tegangan sekunder dari trafo tersebut?

Diketahui  :

Vp = 200 V

Np = 100 lilitan

Ns = 110

Vs =  (200 x 110)/100=220

Jadi tegangan sekunder dari trafo mencapai 220 V

Jenis Trafo yang Banyak Digunakan

Untuk menggunakan rumus tegangan primer tentu harus diketahui juga apa jenis trafo yang digunakan, karena ternyata banyak jenisnya dan masing-masing jenis memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini penjelasannya.

Trafo Step Up

Fungsi dari trafo ini adalah untuk menambah jumlah tegangan, biasanya dipakai pada rangkaian pembangkitan tenaga listrik. Baik itu tenaga listrik tegangan rendah, menengah, maupun tinggi. Sehingga nantinya tegangan yang meningkat dari bagian generator bisa didistribusikan jarak jauh dari pusatnya ke berbagai lokasi yang membutuhkan.

Biasanya untuk jenis trafo ini punya lilitan primer yang lebih sedikit dibandingkan dengan lilitan sekundernya.

Trafo Step Down

Yaitu trafo yang memiliki fungsi utama untuk mengurangi tegangan, dengan jumlah lilitan primer yang lebih banyak dibandingkan lilitan sekunder. Trafo ini sering ditemukan pada komponen adaptor untuk aliran arus AC menuju DC.

Trafo Pulsa

Merupakan jenis trafo dengan desain tertentu dan bisa menghasilkan gelimbang berupa pulsa, sehingga untuk pembuatannya dibutuhkan bahan-bahan khusus yang dapat memicu kenaikan tegangan.

Baca Juga:  Cara Membaca Nilai Resistor dengan Benar

Dengan bahan yang tepat, proses kerjanya adalah ketika posisi tertentu pada arus primer akan terbentuk fluks magnet yang akan menjadi alasan terbentuknya gelombang pulsa tersebut.

Trafo Isolasi

Yaitu trafo dengan jumlah lilitan sama baik itu lilitan primer maupun sekunder, sehingga jumlah tegangan keduanya juga sama. Fungsi dari trafo ini adalah sebagai pemisah alat listrik dari sumber listrik yang digunakan.

Untuk memastikan tegangan primer sama dengan sekunder tentu perlu dilakukan penghitungan tegangan pada trafo supaya nilainya benar-benar sesuai dan seimbang.

Trafo Switching

Merupakan trafo yang dipakai untuk proses switching dalam rangkaian jenis power supply. Penggunaan trafo jenis ini mudah ditemukan di berbagai alat elektronik, diantaranya DVD player, printer, hingga perangkat komputer.

Trafo Frekuensi Tinggi

Lain lagi dengan jenis trafo ini, dimana penggunaanya adalah untuk osilator atau membangkitkan frekuensi, flyback,  hingga lilitan resonansi khusus pada sebuah rangkaian elektronika TV tabung.

Biasanya disebut juga dengan istilah spull osilator, dengan dua jenis lilitan yaitu osilator coolpitts dan hartley.

Trafo Frekuensi Rendah

Kalau trafo frekuensi rendah akan bekerja untuk frekuensi audio dengan rentang frekuensi dari 20 Hz hingga 20 KHz. Penggunaannya kebanyakan pada adaptor dan input atau output, dengan penghitungan yang jelas sebelum pembuatannya agar tidak terjadi kelebihan frekuensi yang akan membuat trafo tidak bekerja.

Trafo Frekuensi Menengah

Merupakan trafo dengan bagian lilitan primer dan lilitan sekunder dibuat paralel, kemudian dihubungkan dengan kapasitor tertentu sehingga menjadi sebuah rangkaian dengan resonansi L-C. Trafo ini juga sering disebut dengan istilah Intermediate Frequency dan dipakai untuk penerima gelombang radio jenis AM maupun FM, dengan rentang frekuensi 455 KHz hingga 10,7 MHz.

Baca Juga:  Ukuran TV Samsung, Keunggulan, dan Tips Memilih yang Tepat

Autotransformator

Terakhir adalah jenis trafo yang hanya punya satu jenis lilitan saja yaitu lilitan primer, namun sebagian lilitan tersebut bersifat sekunder. Untuk menentukan tegangan pada trafo ini juga dapat dipakai rumus mencari tegangan sekunder maupun primer yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Prinsip Kerja Trafo

Kinerja trafo tentunya berbeda dengan produk kelistrikan lainnya, karena jenis komponen yang ada di dalamnya juga berbeda. Komponen utama berupa lilitan primer dan sekunder akan sangat mempengaruhi prinsip kerjanya.

Kedua jenis lilitan tersebut akan ditempatkan pada sebuah inti besi yang disebut dengan istilah core, selanjutnya, kumparan jenis primer akan diberi aliran arus AC untuk menghasilkan medan magnet. Kuat atau tidaknya medan magnet akan sangat ditentukan oleh arus listrik yang mengalir pada lilitan.

Untuk itulah sebelum membuat trafo, sangat penting menggunakan rumus mencari tegangan primer trafo, sehingga dapat ditentukan kemungkinan jumlah lilitan yang dibutuhkan.

Selanjutnya fluktuasi yang terjadi pada medan magnet akan mempengaruhi induksi Gaya Gerak Listrik, yang posisinya ada pada lilitan sekunder sehingga akan terjadi perpindahan daya dari lilitan primer ke sekunder.

Pada proses inilah akan terjadi perubahan tegangan, sesuai dengan jenis trafonya. Ada tegangan yang menjadi lebih tinggi atau malah sebaliknya. Untuk itulah penting untuk tahu tegangan sekunder maupun primer pada trafo tersebut.

Itulah penjelasan yang tentunya akan sangat membantu Anda paham tentang sebuah trafo, termasuk bagaimana menggunakan rumus mencari tegangan primer trafo yang tepat. Baik itu saat akan membuat trafo maupun saat memilihnya.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment