Mendukung Internet! Ini Pengertian Fiber Optic, Jenis dan Kelebihannya

Dalam dunia internet, terdapat sejumlah komponen penting termasuk fiber optic ini. Dengan keberadaan kabel tersebut ternyata mampu memberikan akses internet jauh lebih cepat dan kemampuan transfer data lebih maksimal dibandingkan dengan jenis kabel coaxial atau twisted.

Sebenarnya kalau dilihat jenis kabel coaxial dan twisted telah memenuhi standar tetapi karena adanya inovasi yang terbaru dan lebih canggih, maka penggunaannya semakin ditinggalkan. Dan sekarang sudah banyak orang mempertimbangkan keberadaan dari kabel fiber optik.

Untuk Anda dimana masih belum memahami apa yang dimaksud dengan kabel fiber optik, maka pada artikel kali ini akan membahas seputar kabel tersebut.

Pengertian Kabel Fiber Optic

Pengertian Kabel Fiber Optic

Kabel fiber optic merupakan jenis kabel yang digunakan untuk berkomunikasi dimana memanfaatkan serat optik sebagai media pengantar buat mentransmisikan data melalui bentuk cahaya. Adapun bahan utama pembuatan kabel tersebut adalah serat kaca dan plastik yang sangat halus.

Bahkan tingkah kehalusan tersebut mungkin lebih halus apabila dibandingkan dengan sehelai rambut manusia. Dibandingkan dengan jenis kabel konvensional, kabel fiber ini mempunyai kemampuan dalam mengirimkan data dengan kecepatan tinggi serta kapasitas lebih besar.

Bukan hanya itu saja, kabel ini ternyata mempunyai beberapa lapisan penyusunannya. Di dalamnya terdapat sejumlah komponen seperti isolator atau coating dengan berbagai macam warna. Kabel ini juga mempunyai sifat tahan terhadap gangguan interferensi dan electromagnetic sehingga menjadi solusi paling tepat untuk jaringan internet maupun telekomunikasi.

Fungsi Utama Kabel Optik

Fungsi fiber optik yang utama adalah digunakan sebagai media penghantar untuk mentransmisikan data sekaligus informasi dalam bentuk cahaya. Keunggulan dari kabel ini dalam hal kualitas, kecepatan maupun tahan terhadap gangguan.

Sebenarnya jenis kabel ini mempunyai kemiripan dengan kabel lainnya, tetapi perbedaannya hanya terletak pada kecepatan proses pengirimannya. Di samping itu, kabel tersebut tidak mempunyai arus listrik sehingga dijamin tidak akan pernah mengalami adanya gangguan elektromagnetik.

Baca Juga:  Rangkaian Sensor Cahaya 12 Volt Beserta Pengertiannya

Ini menjadi alasan kenapa semakin banyak perusahaan operator telekomunikasi yang memasang kabel fiber agar bisa mencapai tujuan seperti sudah disinggung sebelumnya.

Penemu dan Sejarah Singkat

Penemu fiber optik sendiri merupakan Robert Maurer, Donald Keck dan Peter Schultz dimana ketiganya merupakan seorang peneliti dan berhasil mematenkan kabel tersebut untuk pertama kalinya. Bahkan hingga sekarang, keberadaan dari metode dan bahan komunikasi fiber optik sudah banyak digunakan oleh perusahaan.

Sebenarnya sejarah fiber optik masih simpang siur dan tidak jelas kapan pertama kali digunakan oleh manusia. Hanya saja penggunaan cahaya untuk membawa informasi sudah ada sejak zaman kuno. Bahkan pada tahun 1930, Heinrich Lamm seorang mahasiswa kedokteran menemukan serat optik yang akan diujikan dalam penelitiannya.

Dimana Lamm mengawali kegiatan eksperimen tersebut untuk proses transmisi cahaya melalui bahan serat optik. Kala itu uji coba masih belum sempurna dan tidak sedikit dari para ilmuan berusaha untuk menyempurnakannya.

Adapun perkembangan berikutnya adalah pada tahun 1958 dimana para ilmuan asal Inggris mengusulkan serat optik prototipe dimana terdiri dari inti kaca yang dibungkus dengan kaca lagi. Barulah pada sekitar tahun 1973, John MacChesney dan Paul Connor di Bell Laboratories, New Jersey mulai mengembangkan pengendapan dari uap kimia dalam bentuk ultratransparent glass.

Melalui proses tersebut mampu menghasilkan adanya serat optik yang mempunyai daya sangat kecil sekaligus diproduksi secara massal hingga sekarang.

Cara Kerja

Sesudah memahami ulasan di atas, maka berikutnya adalah membahas seputar cara kerja kabel fiber optik tersebut. Seperti sudah kami singgung sebelumnya bahwa fiber atau serat optik mempunyai media transmisi berupa cahaya dan bukan listrik.

Baca Juga:  Apa itu Kamera Prosumer, Sejarah dan Fitur-fiturnya?

Itulah sebabnya cara kerja dari kabel tersebut adalah dengan memanfaatkan serat kaca agar bisa memperoleh refleksi cahaya dengan jumlah besar. Dari sinilah maka semua data dapat kabel transmisikan secara maksimal sekaligus stabil.

Dari refleksi cahaya itulah akan bergerak memantul melalui cladding agar menuju ke bagian inti. Bagian dari cladding sendiri tidak mempunyai sifat menyerap cahaya dari pusat inti.

Jenis Kabel Fiber Optik

Sampai disini, pastinya sudah bisa menjawab pertanyaan apa fungsi fiber optik bukan? Ternyata keberadaan dari kabel tersebut juga mempunyai beberapa jenis yang perlu diketahui. Setiap jenis tentu mempunyai spesifikasi dan kelebihan berbeda-beda.

Fiber Optik Single Mode

Pertama terdapat kabel optik single mode dengan fiber tunggal. Diameternya sekitar 8,3 hingga 10 mikron dengan transmisi satu mode dan dikirimkan oleh sinyal infrared. Untuk bagian sebaran nano jenis tersebut mempunyai garis tengah sempit serta mampu menyebarkan antara 1310-1550 nano.

Untuk transmisinya jauh lebih besar yakni mencapai 50 kali lipat dibandingkan dengan multimode. Di samping itu, intinya lebih kecil sehingga mampu mengurangi adanya distorsi yang disebabkan adanya overlapping cahaya.

Fiber Optik Multimode

Tipe kabel fiber optik multimode mempunyai transmisi banyak sehingga proses penyebaran cahaya bisa terjadi dalam satu waktu. Ukuran inti dari kabelnya lebih besar yakni sekitar 625 mikrometer.

Model kabel tersebut juga mempunyai kemampuan buat mengantarkan sinar laser infra merah dengan adanya panjang gelombang mencapai 850 hingga 1300 nanometer.

Fiber Optik Multimode Grade Indeks

Sedangkan untuk tipe kabel ini merupakan kombinasi antara single mode dan multimode step indeks. Material inti pada jenis ini biasanya berupa refraksi indeks sehingga membuat cahaya bisa bergerak lebih pelan.

Baca Juga:  Apa itu Transformator: Pengertian, Bagian, Jenis, Fungsi, Prinsip Kerja, dan Rumus Perhitungannya

Nantinya hasil dari sinyal digital akan mengalami distorsi cukup minim. Untuk diameter inti dari tipe fiber optik ini adalah sekitar 30 hingga 60 mm.

Kelebihan Kabel Fiber

Dari pengertian kabel fiber optik di atas, Anda tentu sudah bisa menebak bahwa jenis kabel satu ini mempunyai sejumlah kelebihan di dalamnya dibandingkan dengan kabel tembaga. Berikut sejumlah kelebihan dari kabel jenis fiber optik ini.

Adanya Bandwidth Lebih Besar

Apabila dibandingkan dengan kabel tembaga atau logam, ternyata kecepatan maksimal transfer data yang melewati jalur optik jauh lebih besar. Dengan begitu data yang melewati proses transmisi juga lebih banyak.

Jarak Tempuh Lebih Jauh

Sinyal yang disalurkan melalui kabel serat optik bisa lebih jauh bahkan bisa mencapai sekitar 50 km tanpa adanya regenerasi. Hal tersebut tentu menjadi keuntungan tersendiri terutama dalam hal jaringan.

Tahan Terhadap Berbagai Cuaca

Kelebihan lainnya yang dimiliki oleh kabel jenis ini adalah tahan terhadap berbagai cuaca mulai dari hujan hingga panas. Dengan begitu membuat kabel tidak mudah korosi dan kuat terhadap adanya electomagnetic noise.

Mudah Dipasang

Karena ukuran kabel yang cukup kecil, maka membuat proses pemasangan kabel jauh lebih fleksibel di berbagai medan area.

Keberadaan dari kabel serat optik sudah banyak dimanfaatkan oleh perusahaan telekomunikasi dan jaringan. Kabel yang terbuat dari serat kaca halus inilah mempunyai berbagai kelebihan di dalamnya sehingga semakin banyak digunakan.

Kendati biaya pemasangannya tergolong mahal dibandingkan dengan jenis kabel lainnya, tentu sebanding dengan kualitasnya. Sebelum memutuskan untuk melakukan pemasangan fiber optic diatas, pastikan mengetahui seluk beluknya dahulu.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment