Prinsip Kerja Generator AC dan Perbedaannya dengan Generator DC

Prinsip kerja generator AC memiliki prinsip dasar dalam menjalankan kinerjanya untuk menyalurkan listrik. Di dunia otomotif tentunya sudah mengalami perkembangan yang semakin maju dengan adanya berbagai teknologi terbaru untuk memenuhi kebutuhan di industri otomotif.

Memang sudah tidak bisa dipungkiri bahwasanya banyak sekali kendaraan mulai dari motor hingga mobil yang telah didukung dengan penggunaan teknologi canggih yang akan memberikan kenyamanan bagi setiap penggunanya. Seperti halnya dengan adanya teknologi dari sebuah generator AC.

Generator AC atau yang dikenal dengan generator alternating current memiliki fungsi dalam mengubah tenaga mekanis supaya bisa menjadi tenaga listrik bolak-balik. Sementara itu, untuk generator AC juga memiliki sistem kerja sesuai dengan hukum Faraday, bahwasanya apabila dari sebatang penghantar letaknya di medan magnet mengalami perubahan tentunya penghantar akan tercipta adanya gaya terhadap gerak listrik.

Sebenarnya untuk prinsip kerja generator terbilang cukup sederhana karena tetap bisa dijelaskan adanya tegangan mampu diinduksikan pada lilitan konduktor di bagian stator. Jika lilitan konduktor itu bergerak di medan magnet pastinya akan memotong setiap garis gaya.

Prinsip Kerja Generator AC

Apa Itu Generator

Generator merupakan alat yang bisa digunakan dalam mengubah energi kinetik ataupun magnetik supaya bisa menjadi energi listrik. Kegunaan dari alat ini mampu menghasilkan listrik yang berasal dari energi gerak ataupun magnet kemudian disalurkan pada perangkat listrik.

Generator juga mampu menghasilkan energi listrik melalui induksi dengan cara memutarkan kumparan antara celah kutub magnet yang telah terhubungkan dengan memanfaatkan konektor. Di bagian kumparan yang berputar itulah terdapat pergerakan antara magnet yang mampu menghasilkan energi magnetik dan ditransfer supaya menjadi energi listrik.

Hasil dari adanya listrik tersebut diperoleh dari induksi yang terjadi antara kumparan serta medan magnet lalu disalurkan secara aman pada luar generator. Dengan cara kerja generator AC yang sangat sederhana tentunya kamu harus memiliki pemahaman yang benar supaya tidak melakukan kesalahan dalam penggunaannya.

Baca Juga:  Pengertian Induksi Elektromagnetik, Konsep, dan Penerapannya

Cara Kerja Generator Secara Umum

Pada umumnya komponen generator ini bisa bekerja dengan menekankan prinsip elektromagnetik yang disesuaikan terhadap hukum Farady. Dalam hal ini memiliki dua komponen utama yang terdapat pada generator dengan peranannya yang sangat penting untuk menghasilkan arus listrik.

Dari penggunaan dua komponen tersebut merupakan stator dari komponen generator yang mampu menghasilkan magnet serta rotor sebagai komponen yang nantinya akan berputar dengan isinya berupa kumparan. Pada saat starter sudah mulai bergerak antara rotor tentunya membuat arus listrik bisa timbul dan berikutnya dialirkan menuju ke luar generator.

Cara kerja dari generator ini sebenarnya memiliki perbedaan dibandingkan dengan generator DC yang hanya mempunyai satu cincin di bagian mesin generatornya. Prinsip kerja yang berbeda inilah juga mempunyai kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

Arus listrik yang telah dihasilkan juga memiliki perbedaan dengan menyesuaikan prinsip kerja yang telah digunakan dari setiap generator. Sehingga untuk cara kerja yang digunakan pada generator AC dan DC tentunya juga memiliki perbedaan secara signifikan dalam menghasilkan listrik.

Prinsip Kerja Pada Generator AC

Generator AC ini bekerja dengan menerapkan prinsip dasar penggunaan induksi elektromagnetik yang telah dihasilkan dari rotor dan stator. Pada saat penggunaan generator AC ini telah diputar di bagian sumbunya, tentunya membuat generatornya itu akan menghasilkan listrik yang sebanding dengan adanya kecepatan putaran.

Semakin cepat dari putaran yang terjadi di bagian dalam mesin generator tentunya juga membuat semakin besar arus voltase yang nantinya akan dihasilkan oleh mesin tersebut. Pada penggunaan generator AC biasanya memang mempunyai sejumlah penggerak supaya bisa digunakan dalam menyalakan mesin.

Baca Juga:  TV Sharp AQUOS 32 Inch Apakah Sudah Digital?

Penggerak yang berasal dari generator paling umum didukung dengan penggunaan bahan bakar bensin ataupun solar. Sementara itu, untuk generator yang memiliki skala lebih besar terdapat pilihan ada yang menggunakan penggerak berupa air, angin ataupun turbin.

Meskipun memang mempunyai perbedaan dari penggerak prinsip dasar untuk cara kerja generator ini tetap memiliki konsep yang sama. Prinsip kerja yang dilakukan oleh generator AC memiliki hubungan yang cukup erat dengan adanya konstruksi di bagian mesinnya.

Terdapat cincin di bagian mesin generator AC yang setiap masing-masingnya telah terhubung dengan menggunakan sikat karbon. Penggunaan sikap karbon memiliki fungsi untuk mendukung penyimpanan arus listrik yang telah terjadi di bagian kumparan ketika sedang berputar antara kedua cincin tersebut.

Hasil yang berasal dari arus induksi ini bisa mengalir melewati sikap karbon dan nantinya akan dialirkan untuk menuju keluar dari mesin generator. Hal ini akan membuat lampu menyala karena hasil dari adanya arus induksi yang telah mengalir.

Pada saat bagian kumparan ini bergerak dengan posisinya yang tegak lurus di bagian medan magnet, maka untuk arus di dalam generator biasanya akan terhenti. Di posisi inilah nantinya bisa menyebabkan lampu menjadi padam.

Ketika bagian kumparan ini kembali melakukan pergerakan membuat arus listrik juga kembali untuk mengalir antara adanya dua cincin yang telah disalurkan pada bagian luar generator. Sesuai dengan namanya, untuk generator AC mampu menghasilkan arus bolak-balik yang berasal dari kedua cincin serta kutub magnet yang berada di dalam mesin.

Oleh karena itu, nantinya mampu menghasilkan voltase yang cukup untuk bisa dialirkan kembali menuju ke luar generator. Penggunaan generator AC Ini didukung dengan induksi elektromagnetik secara langsung dengan melalui kontak antara kumparan dan cincin yang telah berputar di bagian mesin.

Baca Juga:  Kode Remot TV Votre dan Cara Settingnya

Perbedaan Generator AC dan DC

Prinsip Kerja Generator AC

Dengan diketahuinya prinsip kerja dari generator AC atau arus bolak-balik tentunya juga perlu diperhatikan adanya perbedaan dengan prinsip kerja yang diterapkan oleh generator DC. Dari kedua penggunaan jenis generator tersebut pada dasarnya sama saja, hanya terdapat perbedaan di bagian konektor penghubung antara sikat karbon dan kumparan.

Apabila di bagian generator AC ini mempunyai dua cincin dengan dilengkapi sikat karbon di bagian keduanya, akan tetapi generator DC konektor cincin ini hanya terdapat satu serta bentuknya belah di bagian tengah. Penggunaan generator AC memiliki konektor antara kumparan serta sikat karbon yang dikenal dengan commuter dengan bentuknya berupa cincin terbelah.

Dari setiap ujung cincin ini telah dihubungkan menggunakan sikat karbon yang mengalir adanya arus positif serta negatif ketika rotor tersebut berputar. Apabila di bagian generator AC menghasilkan arus dengan aliran bolak-balik tentunya untuk generator DC ini mampu mengalirkan arus secara searah dengan cara kerja untuk menghasilkan listrik.

Sehingga dalam menggunakan generator arus bolak-balik mampu menghasilkan listrik melewati cincin serta kumparan yang telah bergerak sesuai dengan prinsip kerjanya induksi. Arus listrik tersebut telah dihasilkan dan dialirkan dengan menggunakan ikat karbon kemudian disalurkan kembali menuju ke luar generator supaya tetap bisa digunakan dalam menyalakan perangkat listrik yang lain.

Itulah prinsip kerja generator AC yang mampu menghasilkan listrik untuk menunjang berbagai kebutuhan dari para pengguna. Generator AC mampu bekerja sesuai dengan fungsinya dan berprinsip terhadap kemagnetan yang digunakannya.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment