Pengertian Neraca Pegas, Kegunaan, Bagian dan Cara Pakainya

Neraca pegas merupakan salah satu konsep dasar yang memiliki peran penting dalam ilmu fisika. Alat ini digunakan untuk menggambarkan hubungan yang terjadi antara gaya yang diberikan pada pegas dengan perubahan panjang pegas tersebut.

Penggunaan neraca ini berhubungan langsung dengan materi elastisitas yaitu kemampuan sebuah benda untuk dapat kembali ke bentuk aslinya setelah diberikan gaya. Dengan memahami konsep, fungsi, dan prinsipnya, Anda dapat menggunakan alat ini secara benar.

Apa itu Neraca Pegas?

Timbangan pegas atau disebut juga sebagai dinamometer merupakan sebuah alat yang memanfaatkan prinsip elastisitas pegas dalam kegiatan pengukuran. Fungsi dari alat ini yaitu untuk mengukur berat atau gaya dari suatu benda.

Dalam mengukur gaya benda, timbangan pegas menggunakan dua jenis skala atau satuan yaitu Newton dan Gram. Dengan menggunakan dua skala ini, Anda bisa mendapatkan hasil pengukuran gaya benda yang lebih akurat.

Seperti namanya, dalam neraca ini terdapat pegas yang bisa meregang jika diberikan beban pada salah satu ujungnya. Perubahan panjang yang terjadi pada pegas inilah yang dipergunakan untuk menentukan besaran gaya yang ada pada pegas tersebut.

Fungsi Timbangan Pegas

Fungsi Timbangan Pegas

Neraca pegas berfungsi untuk mengukur besar kecilnya gaya atau berat yang ada pada suatu benda. Dengan memanfaatkan elastisitas pegas, alat ini bisa memudahkan dalam pembacaan yang proporsional terhadap gaya yang diberikan. Berikut beberapa fungsi lainnya.

1. Mengukur Berat

Timbangan pegas secara luas digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap berat suatu benda. Benda yang hendak diukur beratnya harus diikat atau dikaitkan pada tali atau jangkar yang terhubung dengan pegas, selanjutnya pembacaan berat dapat dilihat pada skalanya.

2. Mengukur Gaya Tarik atau Dorongan

Selain mengukur berat, timbangan pegas juga digunakan untuk mengukur gaya tarik atau dorongan pada suatu benda. Timbangan pegas memiliki skala Newton yang menunjukkan besarnya gaya yang diberikan pada timbangan tersebut.

Baca Juga:  Humidity (Kelembaban): Pengertian, Jenis Serta Cara Menjaga

3. Mengukur Tekanan

Timbangan pegas atau dinamometer bisa dimodifikasi untuk keperluan pengukuran tekanan pada benda. Ketika pegas diberi tekanan, maka akan ada perubahan panjang pegas yang dapat dibaca pada skala yang ada.

4. Menguji Kualitas

Dalam bidang industri, timbangan pegas digunakan untuk menguji kualitas dan memastikan kepatuhan terhadap standar serta spesifikasi. Contohnya dalam industri manufaktur, alat ini digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap ketepatan tekanan pada suatu objek.

5. Pemeliharaan dan Keamanan

Fungsi timbangan pegas yang lainnya yaitu memastikan pemeliharaan dan keamanan pada suatu peralatan. Contohnya, alat ini digunakan untuk mengukur tekanan pada sistem pipa atau tangki guna memantau tekanan dan mencegah kebocoran.

Struktur Neraca Pegas

Struktur Neraca Pegas

Sebagai suatu alat ukur, timbangan pegas terdiri atas beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing, di antaranya:

  • Gantungan atau Hook yang menjadi bagian terpenting dari dinamometer karena berfungsi untuk menggantungkan neraca agar bisa seimbang.
  • Penunjuk skala, terdiri dari dua skala yang berfungsi sebagai tempat untuk melihat hasil pengukuran benda.
  • Pegas adalah bagian terpenting dalam timbangan pegas yang berfungsi untuk menyeimbangkan tegangan pada  neraca.
  • Skala, tersusun atas barisan angka yang berfungsi untuk menunjukkan hasil pengukuran yang dilakukan.
  • Pengait, berada di ujung neraca dan berfungsi sebagai tempat untuk mengaitkan benda yang hendak diukur.

Prinsip Kerja Timbangan Pegas

Prinsip Kerja Timbangan Pegas

Timbangan pegas atau dinamometer bisa bekerja karena memanfaatkan prinsip hukum Hooke, yang menyatakan bahwa gaya yang diberikan pada suatu pegas berbanding lurus dengan perubahan panjang dari pegas tersebut.

Dalam rumus matematis, Hukum Hooke dituliskan sebagai F = -kx, di mana F merupakan gaya yang diberikan, k adalah konstanta pegas, dan x adalah perubahan panjang.. Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya yang diberikan, berlawanan arah dengan perubahan panjang pegas.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa timbangan pegas menggunakan prinsip hukum Hooke atau elastisitas pegas, di mana perpanjangan yang terjadi pada pegas menunjukkan nilai gaya atau berat benda pada skala terkalibrasi yang ada pada neraca tersebut.

Jenis-jenis Timbangan Pegas

Ada beberapa macam timbangan pegas yang fungsi dan penggunaannya berbeda-beda. Berikut adalah jenis-jenis alat dinamometer.

1. Neraca Pegas Gantung (Spring Balance)

Neraca Pegas Gantung (Spring Balance)

Timbangan pegas gantung merupakan jenis yang paling umum digunakan dan berfungsi untuk mengukur gaya berat atau gaya tarik pada suatu benda. Sama seperti neraca pada umumnya, spring balance memiliki skala yang terhubung dengan pegas untuk mengetahui berat benda.

Seperti namanya, jenis neraca ini digunakan dengan cara digantung pada tiang atau benda lainnya yang kokoh. Timbangan pegas gantung seringkali digunakan untuk keperluan laboratorium, perdagangan, dan kegiatan sehari-hari.

2. Timbangan Pegas Elektrik (Load Cell)

Timbangan Pegas Elektrik (Load Cell)

Load cell adalah timbangan pegas elektrik yang umum digunakan untuk mengukur beban atau gaya guna keperluan industri. Jenis neraca ini menggunakan pegas strain gauge yang terpasang pada elemen yang sensitif terhadap beban atau gaya.

Ketika gaya dibebankan pada load cell, perubahan pada pegas akan diukur dan dikonversikan menjadi output listrik. Jenis timbangan ini umum digunakan untuk mengukur beban dalam skala industri, uji material, dan juga pengukuran kekuatan struktural.

3. Timbangan Pegas Mikro (Microbalance)

Timbangan Pegas Mikro (Microbalance)

Jenis timbangan pegas yang sangat sensitif dan digunakan untuk melakukan pengukuran dalam jumlah yang sangat kecil dan presisi. Jenis neraca ini biasanya digunakan dalam laboratorium untuk mengukur massa atau berat dengan tingkat akurasi tinggi.

4. Timbangan Pegas Gaya Dorong

Timbangan Pegas Gaya Dorong

Selain gaya tarik, ada juga jenis timbangan pegas yang digunakan untuk mengukur besar gaya dorong. Untuk mengetahui besar gaya dorong, alat ini memanfaatkan rapatan pegas sesuai dengan gaya yang diberikan.

Baca Juga:  Konversi Celcius ke Kelvin, Reamur, Fahrenheit + Contoh Soalnya

5. Timbangan Pegas Gaya Genggam

Timbangan Pegas Gaya Genggam

Terdapat suatu tipe timbangan pegas yang dirancang khusus untuk mengukur kekuatan genggaman tangan, yang dikenal sebagai handgrip dynamometry. Alat ini biasanya digunakan untuk keperluan medis, misalnya untuk melihat kekuatan otot tangan pada pasien pasca stroke.

Cara Menggunakan Neraca Pegas

Cara Menggunakan Neraca Pegas

Untuk menggunakan neraca ini, ada beberapa langkah yang harus Anda pahami terkait cara penggunaannya, yaitu sebagai berikut:

  • Pastikan neraca dalam keadaan seimbang agar didapatkan hasil pengukuran yang akurat.
  • Selanjutnya, letakkan benda yang akan diukur beratnya dengan cara mengaitkan atau menggantungkan benda tersebut pada pengait neraca.
  • Amati perubahan yang terjadi pada pegas dan perhatikan skalanya.
  • Setelah mengamati perubahan atau deformasi yang terjadi pada pegas, bacalah angka yang terdapat pada penunjuk skala.
  • Bacalah hasil pengukuran dengan cermat dan pastikan untuk menafsirkan angkanya dengan benar.
  • Jangan lupa untuk mencatat hasil pengukuran yang sudah didapatkan, terutama untuk keperluan penelitian atau eksperimen.
  • Pastikan Anda sudah menggunakan satuan yang tepat sesuai dengan jenis pengukuran yang Anda lakukan.

 

Neraca pegas adalah alat yang memiliki peran penting karena berfungsi untuk mengukur gaya atau beban pada suatu benda. Konsep alat ini bisa diaplikasikan dalam berbagai bidang, seperti teknik, fisika, dan juga industri.

Dengan memahami fungsi dan cara penggunaan timbangan pegas, Anda dapat merancang sistem yang efisien, mengukur gaya dengan akurasi yang tinggi dan memahami konsep gaya serta hubungannya dengan elastisitas pegas.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment