Pengertian Fungsi Cara Kerja Resistor PTC yang Benar

Salah satu yang wajib diketahui di dunia elektronik adalah tentang pengertian fungsi cara kerja resistor PTC. Hal tersebut dikarenakan komponen ini memiliki fungsi dan peran yang sangat penting.

Seperti kita ketahui, di bidang elektronik apalagi saat membongkar komponen alat-alatnya, ada banyak bagian dengan fungsi yang berbeda-beda beserta cara kerjanya. Semua itu harus benar-benar dipelajari agar tidak menimbulkan masalah saat melakukan perbaikan.

Oleh karena itu, pada kali ini akan dibahas secara lengkap mengenai resistor tersebut. Pastikan Anda membacanya secara berurutan agar tidak ada bagian penting yang terlewat.

Pengertian Resistor

Pengertian Fungsi Cara Kerja Resistor PTC yang Benar

Sebelum ke pembahasan yang lebih detail, akan lebih baik jika Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertian resistor beserta cara kerjanya. Secara garis besar, resistor merupakan salah satu komponen elektronik yang terdiri dari 2 pin.

Komponen tersebut didesain guna mengatur arus dan tegangan listrik dalam sebuah rangkaian elektronika. Oleh karena itu, resistor bisa dibilang sebagai salah satu komponen yang hampir selalu ada di setiap alat elektronik.

Dalam bahasa Indonesia, resistor kerap disingkat dengan huruf R dan memiliki satuan Ohm. Istilah tersebut diambil dari nama penemunya, yakni Georg Simon Ohm, salah satu fisikawan yang berasal dari Jerman dan gambar simbol resistor adalah Ω.

Bagaimana Cara Kerja Resistor?

Resistor mempunyai bentuk seperti tabung yang memiliki dua kaki di bagian kanan dan kiri. Selain itu, pada bagian badan juga terdapat sebuah lingkaran yang membentuk cincin kode warna.

Kode warna tersebut nantinya berfungsi untuk mengetahui besaran resistansi tanpa perlu menggunakan ohmmeter. Secara umum, besaran resistansi tersebut dapat dibaca dari cincin yang paling depan menuju arah cincin toleransi.

Biasanya posisi cincin tersebut terdapat di bagian badan resistor paling pojok. Anda juga dapat melihat lebar yang lebih menonjol dibandingkan yang lain.

Baca Juga:  Inilah 3 Fungsi Kiprok Pada Motor dan Cara Merawatnya

Oleh karena itu, Anda dapat dengan mudah mengetahui seberapa besar toleransi dari resistor. Nilai toleransi tersebut memang diberikan oleh pembuatnya guna mengantisipasi karakter bahan yang tidak sama antar resistor satu dengan lainnya.

Semakin kecil nilai toleransi, artinya semakin bagus pula kualitas dari resistor tersebut. Oleh karena itu, sangat wajar jika resistor dengan nilai toleransi 1% memiliki harga lebih mahal dibandingkan toleransi 5%.

Pengertian Thermistor PTC

Setelah mengetahui prinsip kerja resistor, Anda juga perlu memahami tentang apa itu thermistor PTC. Perlu diketahui bahwa PTC adalah singkatan dari Positive Temperature Coefficient atau biasa disebut Koefisien Suhu Positif.

Dari singkatan tersebut sudah bisa terlihat bahwa thermistor ini adalah resistor dengan koefisien suhu positif. Artinya, tingkat resistansi dari komponen tersebut akan meningkat ketika mengalami kenaikan suhu.

Pada umumnya, toleransi thermistor PTC adalah kisaran 50%. Hal tersebut membuat komponen ini tidak dapat melakukan pembacaan suhu dengan akurasi yang tepat.

Karakteristik Thermistor PTC

Mengetahui karakteristik dari resistor PTC juga tidak kalah penting. Komponen ini memiliki karakter resistansi suhu yang linier dan kemiringan relatif kecil.

Biasanya PTC ini digunakan sebagai pemanas PTC mandiri dengan suhu transisi switch yang dipakai berada di kisaran 60 hingga 120 derajat celcius.

Akan tetapi, beberapa PTC resistor juga ada yang dibuat khusus untuk bisa switch pada temperatur 0 atau 200 derajat celcius. Secara garis besar, berikut adalah karakteristik dari komponen tersebut.

  • Memiliki perubahan nilai hambatan 10% per kenaikan 1 derajat celcius
  • Mempunyai sensitivitas cukup tinggi
  • Mempunyai rentang hambatan kisaran 1k hingga 100k Ohm
  • Waktu respons cepat dalam mendeteksi perubahan temperatur
  • Ukuran relatif kecil layaknya komponen elektronik umumnya

Beberapa Fungsi PTC

Di beberapa bagian sebelumnya Anda telah mempelajari tentang apa itu PTC dan karakteristiknya. Selanjutnya, di bagian ini akan dijabarkan beberapa fungsi dari PTC.

1. Menjaga komponen dari lonjakan arus

Lonjakan arus yang terjadi tentu bisa mengakibatkan kerusakan pada beberapa komponen elektronika. Bahkan, tidak jarang beberapa kasus hubungan singkat atau korsleting terjadi karena adanya lonjakan arus.

Hal tersebut kerap dialami pada beberapa peralatan elektronik seperti televisi tabung. Oleh karena itu, PTC TV tabung memang memiliki peran yang sangat penting.

Ketika terjadi lonjakan arus, komponen penghantar listrik nantinya akan mengeluarkan energi panas. Energi tersebut akan menjadikan nilai hambatan PTC meningkat dan membuat lonjakan arus menjadi berkurang.

2. Sebagai sensor suhu

Fungsi yang berikutnya adalah sebagai sensor suhu. Mungkin Anda kerap menjumpai PTC yang dapat dihubungkan pada microcontroller guna membaca nilai suhu yang diterima.

Sebagai contoh, ketika thermistor PTC dialiri dengan tegangan sebesar 5 V. Setelah melewati thermistor, maka tegangan tersebut akan dikembalikan ke microcontroller lagi.

Apabila suhu yang diterima semakin tinggi, maka hambatan dari PTC juga menjadi lebih tinggi. Artinya, saat suhu yang diterima semakin tinggi, tegangan ke microcontroller akan semakin kecil karena hambatan tersebut.

Cara Kerja PTC

Berbicara mengenai cara kerja thermistor PTC sebenarnya cukup sederhana. Pada dasarnya, semakin besar input atau suhu yang diterima, maka output resistansi juga lebih besar.

Hal tersebut sudah disinggung di bagian sebelumnya, yakni setiap kenaikan 1 derajat celcius akan menaikan nilai resistansi sebesar 10%. Sebagai contoh, apabila thermistor dengan nilai 50K Ohm nilai resistansinya adalah 5K Ohm atau 10% dari angka tersebut.

Gambar Simbol PTC dan NTC

simbol thermistor PTC

Agar lebih jelas mengenai komponen elektronika ini, akan lebih baik jika Anda melihat dan mempelajari gambar atau simbol PTC yang diberikan pada contoh. Pada umumnya thermistor PTC disimbolkan dengan (+), sedangkan thermistor NTC adalah (-).

Baca Juga:  Apa Itu Kabel Fiber Optik? Inilah Fungsi dan Kelebihannya!

Aplikasi Thermistor PTC

Setelah mempelajari beberapa hal penting seperti pengertian, fungsi, serta cara kerjanya, Anda juga perlu memahami apa saja bentuk aplikasi dari thermistor PTC. Semua itu bisa Anda simak di bagian ini.

1. Sebagai waktu delay

Aplikasi komponen ini yang pertama adalah dimanfaatkan sebagai waktu delay. Salah satu contoh dari aplikasi tersebut adalah thermistor PTC yang digunakan pada lampu neon.

Pemanasan awal yang terjadi pada bagian elektroda akan membuat masa pakai menjadi jauh lebih panjang. Oleh karena itu, sering sekali PTC digunakan pada rangkaian seperti itu.

2. Sebagai pemanas mandiri

Selanjutnya, thermistor PTC juga kerap dibuat menggunakan bahan keramik dengan berbagai ukuran dan bentuk. Hal tersebut bukan tanpa alasan.

Salah satu pertimbangan atas penggunaan bahan tersebut adalah fleksibilitas bentuknya. Thermistor keramik PTC adalah pilihan tepat agar panas listrik bisa terkontrol.

Sudah banyak alat elektronika yang menerapkan hal tersebut. Elemen pemanas keramik ini nantinya dapat dipasang pada bagian kisi aluminium maupun heatsink.

3. Sebagai pelindung arus berlebih

Saat terjadi arus berlebih, maka kasus ini akan berbahaya untuk komponen kelistrikan yang lain. Oleh karena itu, dibutuhkan komponen untuk pelindung, salah satunya adalah thermistor PTC.

Biasanya thermistor PTC switch akan digunakan untuk membatasi arus berlebih dan dapat disetel ulang pada beberapa sirkuit. Jenis thermistor PTC polimer adalah yang paling sering mengaplikasikan hal ini.

Jadi, itulah tadi penjelasan mengenai pengertian fungsi cara kerja resistor PTC yang perlu Anda ketahui. Bisa disimpulkan bahwa komponen tersebut memang sangat penting dalam sebuah rangkaian elektronika.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment