Kabel STP: Fungsi, Jenis, dan Perbedaannya dengan Kabel UTP

Untuk menghubungkan suatu perangkat komputer dengan perangkat lainnya membutuhkan alat yang dikenal sebagai kabel. Alat ini terdiri dari berbagai jenis tergantung fungsi dan ukurannya. Nah, salah satu jenis kabel yang paling banyak digunakan dalam perangkat elektronik adalah kabel STP.

Pada dasarnya, kabel berfungsi sebagai transmisi antara pengirim data dan penerima data sehingga perangkat elektronik dapat beroperasi dengan baik. Agar tidak mudah konslet atau rusak, bagian luar kawat kabel dibungkus plastik atau bahan lain yang digunakan sebagai pelindung.

Berdasarkan lingkungan penggunaannya, kabel umumnya dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded Twisted Pair (UTP). Akan tetapi, artikel ini akan membahas tentang kabel berjenis STP yang banyak digunakan dalam perangkat elektronik.

Pengertian Kabel STP

Pengertian Kabel STP

Shielded Twisted Pair atau STP merupakan jenis kabel yang digunakan untuk mengirimkan data yang berbentuk sinyal listrik. Kabel tersebut terdiri dari beberapa kawat tembaga yang diisolasi. Setiap kawat tembaga yang dijalin bersama-sama akan dilindungi sebuah lapisan.

Lapisan pelindung dalam kabel berjenis STP memiliki kemampuan untuk melindungi sinyal data dari segala gangguan elektromagnetik yang datang dari luar. Umumnya, STP digunakan pada jaringan Ethernet gigabyte. Kabel tersebut memiliki konektor RJ-45 yang sama dengan kabel UTP.

Akan tetapi, lapisan pelindung STP sedikit lebih kaku dan tebal dari UTP. Penggunaan STP harus dihubungkan dengan sistem ground (tanah) agar dapat bekerja lebih maksimal. Kabel jenis ini cocok digunakan pada area industri atau lingkungan lain yang memiliki banyak sumber gangguan.

Karakteristik STP

Karakteristik STP

STP memiliki karakteristik atau ciri khas yang membedakannya dengan kabel lain. Mulai dari segi perlindungan, kapasitas transmisi, ketebalan, keamanan, dan lain sebagainya. Nah, berikut ini terdapat beberapa karakteristik utama yang dimiliki Shielded Twisted Pair (STP), di antaranya:

Baca Juga:  Fungsi Dioda 1n4148 dan Bagaimana Cara Mengukurnya

1. Memiliki Lapisan Pelindung

Kabel jenis STP memiliki lapisan pelindung yang berfungsi untuk menjaga pasangan-pasangan kawat yang ada di dalamnya. Lapisan ini terbuat dari bahan konduktif seperti anyaman tembaga dan aluminium foil yang dapat mengurangi interferensi elektromagnetik.

2. Pasangan-Pasangan Kawat (Twisted Pair)

Pada bagian dalam STP, terdapat pasangan-pasangan kawat tembaga yang telah diisolasi. Setiap pasangan dari kawat tersebut dijalin secara bersama-sama dan membentuk puntiran (twist) dengan pola yang konsisten. Puntiran STP berfungsi untuk mengurangi interferensi antara pasangan kawat.

3. Keandalan yang Tinggi

Kabel jenis STP dirancang secara khusus agar memiliki keandalan yang tinggi dalam melakukan transmisi data. Perlindungan yang diberikan dari kabel ini akan membantu untuk menjaga integritas sinyal data dan mengurangi potensi terjadinya gangguan atau kesalahan.

4. Kapasitas Transmisi Tinggi

Shielded Twisted Pair mendukung kecepatan transmisi data yang tinggi. Oleh karena itu, kabel ini biasanya digunakan dalam jaringan Ethernet gigabyte yang juga mendukung kecepatan data yang cukup tinggi. Selain itu, kualitas transmisi yang terjadi tergolong sangat baik.

5. Lebih Kaku dan Tebal

STP memiliki karakteristik yang lebih kaku dan tebal jika dibandingkan dengan kabel UTP. Hal ini disebabkan karena adanya lapisan pelindung tambahan yang membungkus kabel. Bagian ini penting untuk diperhatikan saat melakukan pemasangan kabel jenis STP agar sesuai.

6. Keamanan Data Lebih Terjamin

Oleh karena memiliki lapisan pelindung tambahan, STP dalam mengurangi penyalahgunaan data maupun penyadapan sehingga keamanan data menjadi lebih terjamin. Oleh karena itu, kabel ini sangat cocok digunakan pada jaringan yang membutuhkan perlindungan keamanan yang lebih tinggi.

Fungsi STP

Fungsi STP

 

Pada awalnya, STP dimanfaatkan sebagai kabel telepon maupun beberapa instalasi lain seperti radio dan televisi. Keberadaan kabel berfungsi untuk menghubungkan antara perangkat elektronik pengirim ke perangkat elektronik penerima sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran data.

Namun, seiring perkembangannya, kabel ini kemudian digunakan sebagai alat transmisi data yang dalam jaringan Token-Ring IBM. Penggunaan STP saat ini jauh lebih banyak karena perkembangan teknologi tetapi tidak semua perangkat elektronik menggunakan kabel ini.

Jenis-Jenis Kabel STP Pada Jaringan

Jenis-Jenis Kabel STP Pada Jaringan

Dalam lapisan pelindung, terdapat beberapa jenis kawat yang berfungsi sebagai alat transmisi. Semua kawat atau kabel tersebut memiliki beberapa tingkatan berdasarkan kekuatan transmisinya. Untuk mengetahui jenis-jenis kabel tersebut, silakan membaca uraian berikut ini.

  • CAT 1, memiliki transmisi dengan kualitas paling rendah dan hanya bisa menerima suara analog
  • CAT 2, hanya mampu menerima suara digital serta komunikasi data
  • CAT 3, dapat menerima komunikasi data maupun suara dengan kecepatan 10 megabyte/detik
  • CAT 4, menerima komunikasi suara dan data dalam kecepatan 16 megabyte/detik
  • CAT 5, menerima komunikasi data maupun suara dengan rata-rata kecepatan 100 megabyte/detik
  • CAT 6, kualitas kabel yang paling bagus
  • CAT 7, kualitas kabel premium yang memiliki kecepatan transmisi hingga 1 gigabyte/detik atau dalam frekuensi 1000 MHz.

Kelebihan dan Kekurangan Kabel STP

Kelebihan dan Kekurangan Kabel STP

Sebelum memutuskan untuk menggunakan jenis kabel tertentu, terlebih dahulu Anda wajib mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar pertimbangan agar penggunaannya lebih tepat sasaran. Adapun kelebihan dan kekurangan dari STP yaitu:

1. Kelebihan

  • Tingkat ketahanan terhadap gangguan interferensi elektromagnetik lebih baik
  • Memiliki perlindungan dan antisipasi terjadinya lekukan pada kabel
  • Performa untuk menghantarkan data tergolong cukup baik
  • Memiliki atenuasi dan noise yang lebih rendah

2. Kekurangan

  • Harga kabel jenis STP tergolong lebih mahal
  • Membutuhkan lebih banyak perawatan untuk mengurangi potensi kehilangan data
  • Tidak memiliki peningkatan pada panjang segmen
  • Hanya bisa digunakan sebagai kabel ground
  • Diameter kabel lebih tebal namun kurang fleksibel
  • Atenuasi cenderung meningkat pada frekuensi tinggi
  • Keseimbangan STP dapat turun di frekuensi tinggi
  • Jarak jangkauan cukup terbatas yaitu kurang lebih 100 meter
  • Instalasi kabel cukup sulit
  • Material STP lebih kaku
Baca Juga:  Pengertian Optocoupler: Jenis, Prinsip Kerja Serta Aplikasinya

Perbedaan Kabel STP dan UTP

Perbedaan Kabel STP dan UTP

 

Seperti yang diketahui bahwa jenis kabel yang sering digunakan dalam perangkat elektronik adalah STP maupun UTP. Secara umum, keduanya terlihat hampir sama sehingga wajib untuk mengetahui perbedaannya.

Nah, perbedaan antara Shielded Twisted Pair dan Unshielded Twisted Pair perlu diketahui. Berikut beberapa perbedaan yang dijelaskan dalam tabel, yaitu:

Perbedaan Shielded Twisted Pair (STP) Unshielded Twisted Pair (UTP)
Lapisan Pelindung Ada Tidak Ada
Interferensi Tinggi Rendah
Kualitas Transmisi Cocok untuk lingkungan berisiko tinggi Cocok untuk lingkungan berisiko rendah
Ketebalan Tebal dan kaku Tipis dan fleksibel
Harga Lebih mahal Lebih murah
Instalasi Lebih rumit Lebih mudah
Diameter Besar Kecil
Penggunaan Luar ruangan Dalam ruangan

Pemilihan antara kabel UTP maupun STP tergantung pada kebutuhan lingkungan dan jaringan. Jika terdapat risiko elektromagnetik maupun keamanan data yang tinggi, maka STP adalah pilihan yang tepat. Akan tetapi, jika interferensinya rendah maka lebih baik menggunakan kabel UTP.

Meskipun demikian, kabel STP diklaim lebih aman karena adanya lapisan pelindung yang dapat mencegah terjadinya gangguan interferensi elektromagnetik. Kabel tersebut berfungsi sebagai media transmisi yang efektif untuk memindahkan data dari satu perangkat ke perangkat lain.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment