Siapa Pengusaha Walet Terkaya Indonesia? Ini 5 Daftarnya!

Sepertinya seluruh masyarakat di Indonesia sudah mengidentikkan kalau usaha walet itu sama dengan menjadi kaya. Dan diantara sekian banyak kisah haru kegagalan dari orang-orang karena usaha walet ini, toh buktinya cukup signifikan juga jumlah orang yang sukses dan bahkan bisa menyandang status pengusaha kaya ataupun boss walet terkaya. Nah, dibawah ini kita akan simak siapa saja pengusaha sukses walet atau boss walet terkaya yang masuk daftar tidak resmi pilihan kami.

Usaha walet di Indonesia sendiri bisa dibilang merata secara lokasi, mulai dari kota besar macam Jakarta, sampai pulau-pulau kecil di sekitaran Kalimantan. Dan diantara banyak lokasi tersebut, hanya beberapa orang saja yang bisa muncul dengan label pengusaha walet terkaya yang membuat orang lain juga ingin terjun di bidang yang sama. Oke, tanpa berlama-lama lagi, kita langsung cek nama-nama sukses di dunia perwaletan.

Daftar Pengusaha Walet Kaya dan Sukses

Berikut adalah orang yang berhasil sukses dari usaha sarang burung walet:

1. Rudy Foniaty

Rudy Foniaty
Rudy Foniaty (ke-2 dari kanan) saat menerima kunjungan dari Dinas Perdagangan di booth pamerannya.

Pak Rudy adalah pengusaha sukses sarang walet yang berasal dari Kalimantan dan memiliki lebih dari 100 rumah walet. Kesuksesannya mengekspor sarang walet, berhasil mengantarkan namanya sampai ke telinga para pejabat nasional dan juga asing. Beliau berhasil mendiversifikasi produk sarang burung walet tidak hanya menjadi minuman saja tetapi juga menjadikannya bahan campuran kue dan makanan lainnya.

Selain itu, beliau juga sudah memiliki kantor dan juga tempat pengolahan sarang burung walet di Shanghai yang sudah juga sempat dikunjungi oleh Menteri Perdagangan Indonesia di tahun 2018 yang lalu. Meski demikian, beliau pasti tahu resiko berbisnis burung walet saat hendak baru memulai.

Baca Juga:  Berapa Harga Burung Kuntul Sawah? Persiapkan Budget Ya!

2. Boedi Mranata

Boedi Mranata
Boedi Mranata (kanan) saat berbincang dengan Pangeran Charles dari Inggris beberapa waktu lalu.

Putra Banyuwangi yang dijuluki sebagai raja walet Indonesia, Pak Boedi memiliki banyak sekali rumah dan goa walet di berbagai daerah di nusantara. Beliau juga yang menjadi pelopor atau pionir dalam pengembangan walet merah di Indonesia, sampai pada taraf ekspor. Sampai sekarang beliau yang genap berusia setengah abad ini, telah berhasil menjual komoditasnya ke negara-negara seperti RRC, Taiwan, Amerika Serikat dan juga Kanada.

3. Loesianto Handoko

Loesianto Handoko
Loesianto Handoko (depan tengah) saat memberikan sambutan di Munas PPSBI

Loesianto Handoko (depan tengah) saat memberikan sambutan di Munas PPSBI

Beliau adalah seorang pengusaha sukses walet yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Saat ini Pak Loesianto masih aktif dengan kegiatan rumah walet dan juga perdagangan ekspornya dengan tujuan utama ke Hongkong dan Taiwan. Selain itu, beliau juga didapuk menjadi Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) karena kompetensi dan dedikasinya.

4. Anies Radjak

Anies Radjak
Anies Radjak

Mantan PNS di Gorontalo, Sulawesi Utara ini sukses merintis usaha Rumah Burung Walet (RBW) sejak 2011. Saat ini beliau berhasil meraup minimal 10 kilogram sarang walet perbulannya yang berasal dari 200-an RBW miliknya. Apabila dirupiahkan, maka penghasilan sebulannya pasti mencapai tiga digit atau diatas seratus juta rupiah. Beliau juga mengakui sulitnya memulai usaha walet diawal-awal, terutama dibagian pemasaran atau penjualannya, tetapi seiring waktu dan pengalaman yang didapat, maka segala rintangan menjadi mudah untuk dihadapi.

5. Marsilus

Marsilus
Marsilus

Pria asal Putussibau, Kalimantan Barat ini juga sukses dalam berusaha sarang burung walet. Pria yang lebih suka dipanggil Marcel ini sebetulnya baru dua tahun bergelut di bisnis walet, tapi berkat usaha kerasnya, beliau telah sukses menghasilkan ratusan juta setiap bulannya.

Baca Juga:  Aplikasi Pembukuan Toko dan Software Terbaik

Salah dua rahasia sukses yang beliau bagikan adalah, telaten dan bekerja mandiri. Ya, selama ini beliau tidak memiliki karyawan ataupun penjaga untuk menjaga usaha waletnya. Semua dikerjakannya sendiri mulai dari awal persiapan, sampai dengan panen. Semua itu dilakukannya agar walet tidak terganggu dengan kehadiran banyak manusia dengan harapan agar waletnya betah dan mau berbiak disana.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment