10 Simbol Bahaya di Laboratorium yang Perlu Diketahui

Karena terdapat berbagai macam zat berbahaya, maka Anda harus memperhatikan betul keselamatan di laboratorium. Biasanya terdapat beberapa simbol bahaya di laboratorium dengan makna berbeda-beda, mulai dari peringatan zat mudah meledak hingga awas terhirup.

Pemahaman akan tanda-tanda ini sangat penting, terutama jika Anda setiap hari berkutat di lab untuk melakukan penelitian. Dengan begitu, hal-hal tidak diinginkan seperti kecelakaan dapat dicegah dan tidak menimbulkan kerusakan berarti.

Macam-Macam Simbol Bahaya di Laboratorium

Macam-Macam Simbol Bahaya di Laboratorium

Setiap simbol bahaya di laboratorium memiliki maksud yang berbeda-beda, mulai dari larangan, peringatan zat berbahaya, dan lain-lain. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing tanda yang perlu Anda pelajari.

1. Bahan berbahaya

Pertama adalah peringatan tentang bahan berbahaya. Peringatan ini biasanya ditandai dengan simbol x atau silang dan terdapat kode Xn di bagian kanan atas. Kode Xn memiliki arti bahan kimia berbahaya. Bahaya yang dapat ditimbulkan antara lain merusak sistem pernapasan, kulit, dan mulut.

Untuk mencegah dari hal-hal tidak diinginkan, ada beberapa langkah perlu dilakukan. Salah satu cara tersebut adalah tidak menelan atau menghirup zat dan sebisa mungkin hindari kontak kulit. Contoh dari bahan berbahaya antara lain etanol, diklorometana, dan etilena glikol.

2. Bahan iritasi

Selanjutnya, ada juga bahan iritasi. Sama seperti sebelumnya, peringatan ini juga ditandai dengan tanda x. Hanya saja, di bagian kanan atas terdapat kode Xi. Arti dari kode Xi adalah bahan tersebut dapat menyebabkan keracunan ataupun iritasi.

Salah satu ciri-ciri bahan iritasi adalah baunya sangat tajam. Kemudian, bahan tersebut juga dapat menyebabkan peradangan ketika terjadi kontak langsung dengan kulit. Untuk pencegahan, Anda bisa menggunakan bantuan sarung tangan dan masker. Beberapa contoh zat iritasi antara lain gas klorin, hidrogen peroksida, kloroform, dan natrium hidroksida.

Baca Juga:  Pengertian Analisis Deskriptif, Jenis dan Kelebihannya dalam Penelitian

3. Korosif

Zat korosif ditandai dengan simbol lab segitiga kuning dengan gambar tetesan pada tangan dan besi. Ketika melihat tanda tersebut, maka Anda harus berhati-hati karena sangat berbahaya apabila terkena anggota tubuh terutama kulit.

Pada umumnya, tanda tersebut akan ditemui pada beberapa bahan kimia dengan kandungan basa atau asam cenderung kuat. Jika sampai terkena kontak, maka risikonya cukup besar seperti kulit mengelupas, gatal, iritasi, dan merusak jaringan hidup.

Untuk menghindari kecelakaan, sebaiknya jauhkan zat tersebut dari bahan-bahan logam. Selain itu, gunakan alat pelindung kulit untuk menghindari kontak fisik. Beberapa contoh zat korosif antara lain asam mineral dan larutan NaOH.

4. Radioaktif

Radioaktif memiliki simbol bahaya seperti kincir angin di dalam tanda segitiga berwarna kuning. Zat ini mampu memancarkan radiasi sangat berbahaya dan menimbulkan berbagai efek negatif, baik itu dalam jangka waktu pendek maupun panjang seperti perubahan struktur sel, kromosom, atau DNA.

Untuk mencegah terpapar bahan tersebut, Anda harus menggunakan botol tebal dalam penyimpanannya. Beberapa contoh zat radioaktif antara lain plutonium, uranium, dan tritium.

5. Bahan beracun

Selanjutnya adalah bahan beracun atau toxic. Untuk mengetahui apakah bahan tersebut beracun, Anda akan menemui tanda berupa simbol tengkorak berwarna hitam. Apabila terhirup ataupun kontak lain seperti terkena kulit dan tertelan, maka risikonya sangat berbahaya meliputi kanker, cedera, hingga kematian.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari dampak tersebut adalah dengan menghindari kontak langsung. Selain itu, Anda juga perlu menggunakan sarung tangan, masker, dan kacamata ketika bekerja.

Akan tetapi, ketika sudah telanjur terkena kontak, segera muntahkan zat tersebut dan minum susu. Pasalnya, susu akan membantu tubuh dalam menetralkan kontaminasi zat kimia berbahaya. Beberapa contoh bahan beracun adalah metanol, gas klorin, asam sulfida, dan sianida.

Baca Juga:  Mengenal Panel Listrik, Fungsi Hingga Jenisnya

6. Bahan Sangat Beracun

Bahan sangat beracun memiliki simbol sama dengan sebelumnya. Hanya saja, jika sebelumnya terdapat kode T, jenis ini ditandai dengan kode T+ yang berarti sangat beracun. Zat tersebut bisa masuk ke dalam tubuh melalui beberapa cara seperti kontak kulit dan pernapasan.

Karena sangat berbahaya, kontak atau risiko saat masuk ke dalam tubuh bisa mengakibatkan kematian atau kerusakan parah pada organ. Ada berbagai contoh zat tersebut seperti nitrobenzene, kalium sianida, dan karbon monoksida.

7. Zat mudah teroksidasi

Zat mudah teroksidasi memiliki tanda seperti bola api yang menyala. Beberapa contoh bahan tersebut antara lain asan nitrat, kalium perklorat, dan hidrogen peroksida. Oksigen memang merupakan zat yang dibutuhkan untuk pembakaran.

Beberapa zat kimia berpotensi membuat bahan lain terbakar dengan cara memberikan oksigen. Untuk menghindari kecelakaan seperti kebakaran, pastikan untuk menyimpan zat tersebut pada botol gelap dan menjauhkan dari bahan mudah terbakar.

8. Bahan berbahaya untuk lingkungan

Beberapa zat kimia memang bisa berakibat buruk bagi lingkungan baik itu tanaman, hewan, maupun ekosistem. Oleh karena itu, terdapat peringatan untuk bahan tersebut dengan simbol ikan mati dan pohon rusak.

Biasanya zat tersebut bisa merusak lapisan ozon, persisten di lingkungan, hingga menimbulkan kematian untuk beberapa makhluk hidup tertentu. Untuk menghindari dampak buruk tersebut, sebaiknya hindari kontak dengan lingkungan sekitar. Beberapa contoh bahan ini adalah petroleum bensin dan tetraklorometan.

9. Mudah Meledak

Simbol berikutnya adalah peringatan bahan mudah meledak atau eksplosif. Peringatan ini harus benar-benar diperhatikan karena ledakan bisa mengakibatkan kerusakan fatal, baik itu para peneliti maupun seluruh peralatan di dalam laboratorium.

Simbol yang biasa digunakan adalah gambar ledakan berwarna hitam. Sebenarnya ada beberapa hal pemicu ledakan seperti pencampuran zat tertentu seperti logam kalium dengan air. Untuk mencegah terjadinya ledakan, pastikan untuk menyimpan dalam kondisi basah serta menghindari dengan sumber api.

Baca Juga:  Trafo Step Up: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Rumus dan Cirinya

10. Mudah Terbakar

Terakhir adalah bahan yang mudah terbakar. Zat ini ditandai dengan simbol api menyala. Beberapa contoh bahan mudah terbakar antara lain natrium, alkohol, dan minyak tanah. Perlu diketahui bahwa ada beberapa karakteristik mudah terbakar yakni karena kontak udara di suhu tertentu, padatan mudah terbakar oleh sumber api, dan gas mudah terbakar di suhu normal.

Selain itu, ada pula karakter zat yang mengeluarkan gas mudah terbakar dalam jumlah tertentu atau bercampur zat lainnya. Beberapa langkah pencegahan terhadap risiko terbakar adalah menjauhkan dari potensi sumber api. Apabila telah terjadi kebakaran, gunakan lap basah atau tabung pemadam yang terdapat di laboratorium.

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Laboratorium

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Laboratorium

Ketika terkena bahan asam atau basa yang kuat, hal tersebut bisa diredam dengan cara mencuci tangan di air mengalir. Selanjutnya, apabila terkena luka bakar, oleskan salep jika luka termasuk ringan. Akan tetapi, ketika luka cukup berat sebaiknya kompres menggunakan air dingin dan periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dengan memahami semua simbol bahaya di laboratorium di atas, maka Anda akan lebih waspada terhadap bahan-bahan tertentu. Hal ini sangat baik untuk mencegah terjadinya kecelakaan seperti ledakan, kebakaran, atau luka.

Pasalnya, kecelakaan masih kerap kali terjadi meskipun peringatan tersebut sudah dipasang di laboratorium. Hal tersebut tidak terlepas dari kelalaian orang. Oleh karena itu, saling memperingatkan satu sama lain juga sangat penting.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment