Cara Kerja Stabilizer Listrik, Fungsi, Jenis, dan Harganya

Setiap perangkat elektronik yang ada di dalam rumah seperti kulkas, AC, komputer, mesin cuci, dan lain-lain membutuhkan listrik yang stabil. Akan tetapi, alat-alat elektronik tersebut memiliki tegangan listrik yang tergolong besar pada awal penggunaanya sehingga membutuhkan stabilizer listrik.

Stabilizer adalah alat yang dapat menjaga tegangan maupun arus listrik agar tetap stabil. Jika Anda tidak memiliki stabilizer, maka akan terjadi ketidakstabilan tegangan saat menyalakan alat elektronik secara bersamaan. Alhasil, alat-alat tersebut akan lebih cepat rusak dan tidak bisa digunakan.

Selain itu, peluang terjadinya korsleting listrik juga cukup besar. Jika terjadi demikian, maka ledakan maupun kebakaran menjadi hal yang cukup berbahaya. Jadi, Anda sebaiknya mengantisipasi hal tersebut dengan menggunakan alat yang mampu menstabilkan tegangan listrik.

Mengenal Stabilizer

Mengenal Stabilizer

Stabilizer didefinisikan sebagai sebuah alat yang mampu untuk menjaga arus dan tegangan listrik agar tetap berada pada kondisi yang stabil atau normal. Di rumah, aliran listrik seringkali terjadi ketidakstabilan arus karena berbagai faktor, termasuk perubahan cuaca atau gangguan lainnya.

Seperti yang diketahui bahwa setiap alat elektronik membutuhkan aliran listrik yang stabil agar bisa beroperasi dengan maksimal. Misalnya, tegangan listrik normal untuk rumah tangga adalah 220 volt. Jika tegangan yang mengalir lebih besar atau lebih kecil dari nilai tersebut, maka disebut tidak normal.

Akibatnya, fungsi dari alat elektronik bisa berkurang bahkan mengalami kerusakan. Penggunaan stabilizer di dalam rumah juga harus diperhatikan dengan benar. Semakin tinggi penggunaan listrik dari semua alat elektronik, maka semakin besar pula kapasitas stabilizer yang dibutuhkan.

Cara Kerja Stabilizer Listrik

Cara Kerja Stabilizer Listrik

Daya yang dapat dikeluarkan oleh sebuah stabilizer tidak mencapai 100%, namun hanya sekitar 50%-80%. Cara kerja dari alat ini adalah menyesuaikan besar tegangan yang telah diterima. Jika tegangan yang diterima stabilizer rendah, maka secara otomatis akan menaikkan tegangan pada alat elektronik.

Baca Juga:  Cara Menghidupkan Kompresor Kulkas Tanpa Relay dengan Mudah

Begitupun sebaliknya, jika tegangan dari sumber tinggi, maka stabilizer secara otomatis akan menurunkan tegangan pada semua peralatan elektronik yang ada di dalam rumah. Nah, terdapat 2 faktor yang dapat mempengaruhi kapasitas stabilizer yaitu konsumsi listrik dan nilai kapasitas stabilizer.

Jadi, untuk mengetahui kapasitas minimal dari sebuah stabilizer, Anda harus menjumlahkan nilai dari kedua faktor tersebut. Hasil yang diperoleh akan menjadi acuan untuk memilih jenis stabilizer yang cocok untuk dipasang di rumah masing-masing.

Fungsi Stabilizer Listrik

Fungsi Stabilizer Listrik

Secara umum, stabilizer memang menstabilkan tegangan serta arus listrik. Apalagi, jika di rumah Anda menggunakan banyak peralatan elektronik yang terus menggunakan listrik setiap harinya. Dalam hal ini, penggunaan stabilizer juga akan memberikan beberapa fungsi lain, diantaranya:

1. Terhindar dari Penggunaan Listrik Abnormal

Daya konsumsi listrik setiap peralatan elektronik yang digunakan akan berpengaruh terhadap besarnya tagihan listrik yang harus dibayar setiap bulan. Jika penggunaan listrik tidak biasa atau abnormal, maka besar tagihan berpotensi naik dua kali lipat dari sebelumnya.

Jika terjadi demikian, Anda tentu akan merasa pusing dan wajib mengeluarkan dana yang cukup besar. Oleh karena itu, dibutuhkan alat yang bernama stabilizer untuk memastikan setiap distribusi listrik ke semua perangkat elektronik tetap normal dan sesuai dengan pemakaian yang sebenarnya.

2. Kinerja Peralatan Elektronik Menjadi Maksimal

Setiap peralatan elektronik memiliki aturan penggunaan tegangan listrik masing-masing. Jika daya listrik di rumah Anda tidak mencukupi untuk mengoperasikan semua perangkat, maka salah satu diantaranya tidak bisa bekerja secara maksimal. Misalnya, kulkas yang tidak bisa terlalu dingin.

Dalam hal ini, arus dan tegangan listrik yang stabil dibutuhkan agar setiap perangkat bisa bekerja dengan optimal. Dengan adanya stabilizer, setiap arus listrik yang didistribusikan akan seimbang sesuai kebutuhan masing-masing alat dan menghindari terjadinya kasus listrik “lompat”.

Baca Juga:  Cara Mengukur Dioda, Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya 

3. Peralatan Elektronik Menjadi Lebih Awet

Peralatan elektronik yang digunakan di rumah tentu memiliki masa pakai yang berbeda-beda. Namun, hal tersebut bisa dipengaruhi oleh kualitas alat maupun cara penggunaan dan perawatannya. Menggunakan stabilizer akan membuat setiap peralatan elektronik menjadi lebih awet dan tahan lama.

Jadi, Anda tidak perlu sering membeli perangkat elektronik yang sama dengan harga yang tentu tidak murah. Memastikan tegangan listrik yang selalu stabil setiap digunakan membuat peralatan tidak mudah rusak namun tetap bisa beroperasi sebagaimana mestinya.

Jenis-Jenis Stabilizer Listrik

Jenis-Jenis Stabilizer Listrik

Sebelum membeli stabilizer, pastikan Anda mengetahui jenis-jenisnya yang dijual di pasaran. Setiap jenis stabilizer memiliki cara kerja dan kapasitas yang berbeda-beda dan harus disesuaikan dengan kebutuhan rumah. Nah, adapun beberapa jenis dari stabilizer yang wajib diketahui seperti berikut.

1. Stabilizer Servo Motor

Untuk membantu menstabilkan tegangan listrik, stabilizer didukung oleh servo motor. Stabilizer jenis ini membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk membuat aliran listrik menjadi stabil, yaitu hanya 2-5 detik. Waktu yang singkat tersebut dibutuhkan stabilizer untuk berputar terlebih dahulu.

Servo motor yang terpasang pada carbon brass akan menghubungkan trafo dengan kabel input. Jika tegangan listrik turun, servo motor akan berputar dan menggeser titik input ke depan. Alhasil, trafo akan berubah menjadi step up. Begitupun sebaliknya, jika tegangan naik, trafo menjadi step down.

2. Stabilizer Relay

Untuk stabilizer relay, reaksi yang dihasilkan juga tergolong cukup cepat. Alat ini bisa menggunakan satu relay maupun beberapa relay sekaligus. Jika tegangan turun, arus listrik akan mengalir ke satu trafo dan diteruskan ke trafo lainnya. Akibatnya, arus listrik akan meningkat beberapa voltage.

Baca Juga:  Jenis Jenis Dioda dan Berbagai Fungsinya

Sementara itu, jika tegangan listrik kembali normal, maka tegangan yang ada pada relay akan turun secara otomatis dan tidak akan naik kembali. Hal ini disebabkan karena stabilizer memiliki beberapa relay yang akan membatasi kenaikan tegangan pada jaringan listrik.

3. Stabilizer Kontrol Digital

Jika dibandingkan dengan 2 jenis sebelumnya, stabilizer kontrol digital memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini disebabkan karena stabilizer digital sudah dilengkapi dengan filter sehingga mampu mengontrol tegangan listrik menjadi lebih maksimal.

Stabilizer ini menggunakan sistem lince conditioner atau ferro resonant. Adapun waktu yang dibutuhkan stabilizer digital untuk menstabilkan aliran listrik jauh lebih cepat, yaitu hanya 0,4 detik. Meskipun demikian, hasil yang diberikan sangat bagus dan cocok untuk digunakan di dalam rumah.

Harga Stabilizer Listrik

Harga Stabilizer Listrik

Setelah memahami jenis-jenis stabilizer, Anda tentu sudah memiliki gambaran terkait jenis yang mana yang akan dibeli. Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah mencari tahu berapa harga stabilizer di pasaran dengan berbagai daya. Semakin besar daya stabilizer, maka harganya juga semakin mahal.

  • Stabilizer 1000 watt dijual dengan kisaran harga Rp350.000 – Rp500.000
  • Stabilizer 3000 watt dijual dengan harga Rp900.000 – Rp1.300.000
  • Stabilizer 5000 watt dijual harga Rp1.800.000 – Rp2.500.000

Stabilizer listrik pada dasarnya tidak harus digunakan oleh setiap rumah yang menggunakan listrik. Akan tetapi, alat ini dapat membantu untuk menstabilkan jumlah tegangan maupun arus yang didistribusikan ke semua perangkat elektronik dan membuatnya lebih tahan lama.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment