Transistor Final yang Bagus untuk Bass agar Maksimal

Salah satu alasan suara bass pada sebuah amplifier sangat enak didengar adalah karena menggunakan komponen transistor final yang bagus untuk bass. Tapi memang tidak semua transistor final cocok untuk dipakai, hanya beberapa saja yang berhasil memberikan efek bass terbaik.

Anda pasti pernah mendengar audio ngebass saat nonton konser atau saat berada di atas mobil, suara itu dihasilkan dengan proses yang cukup panjang. Menggunakan berbagai komponen salah satunya transistor. Lantas apa saja jenis transistor final terbaik kalau diaplikasikan pada rangkaian amplifier?

Apa itu Transistor Final

Transistor Final yang Bagus untuk Bass agar Maksimal

Buat Anda yang belum tahu, transistor final merupakan salah satu jenis transistor kategori bipolar dengan nilai gain lebih besar dibandingkan transistor biasa yang dipakai pada rangkaian power supply.

Oleh karena itu, jenis transistor final akan sangat erat kaitannya dengan aliran arus listrik kategori tinggi. Ditunjang dengan komponen yang lengkap untuk menunjang performanya. Sehingga ketika menjadi bagian dari amplifier akan menjadi sebuah alat listrik dengan fungsi maksimal.

3 Jenis Transistor Final yang Bagus untuk Bass

Kalau Anda ingin membuat amplifier sendiri, baik itu jenis Output Capacitor Less (OCL) maupun Bridge Transformer Less (BTL). Dengan hasil bass yang menakjubkan, maka jangan lupa untuk memilih salah satu dari tiga jenis transistor final berikut ini.

Kolaborasi Transistor 2SC2922 dan 2SA1216

Ini adalah produk transistor Sanken watt besar yang dikeluarkan oleh Sanken, sudah dikenal dengan kualitasnya. Produk ini memiliki bentuk seperti kotak berwarna biru, jika dibandingkan dengan transistor lain cenderung lebih besar.

Keduanya juga sering dipasangkan dengan jenis lain, namun untuk transistor final terbaik adalah perpaduan keduanya. Karakteristiknya adalah mampu menghasilkan daya output mencapai 200 watt yang tegangannya antara 18-45 volt.

Tapi memang, jika mau menggunakannya perlu memberikan ruang khusus pada amplifier karena ukurannya yang besar.

Baca Juga:  Jenis-Jenis Televisi Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Transistor 2SC2922 memiliki karakteristik bahan silikon dan masuk kategori NPN. Gain yang dihasilkan bisa mencapai 33 dengan suhu kerjanya maksimal pada 200 derajat celcius. Sedangkan untuk frekuensi transisinya ada di 25 MHz.

Sedangkan untuk tipe 2SA1216 juga terbuat dari silikon, gain nya lebih rendah yaitu hanya 30 dan frekuensi terbaiknya ada di 40 MHz. Kemasan paketnya memiliki label MT200.

Kolaborasi Transistor 2N2955 dan 2N3055

Selanjutnya ada kolaborasi yang sudah ada sejak lama, sayangnya untuk produk aslinya semakin sulit ditemukan. Keduanya mampu menghasilkan suara bass yang halus namun tetap berdentum maksimal.

Penggunaannya bisa untuk kedua jenis amplifier baik itu BTL maupun OCL, yang mampu menghasilkan suara bass terbaik setelah cukup lama dipakai. Bentuknya mirip dengan kepingan lgal berbentuk ketupat.

Jenis 2N3055 memiliki karakteristik utama yaitu dibuat dari bahan silikon, dengan daya maksimalnya 117 W, kemudian untuk gain mencapai 20. Sedangkan untuk frekuensi transisi berada pada 0m2 MHz.

Selanjutnya jenis 2N2955 juga dibuat dari silikon, daya maksimalnya lebih rendah yaitu hanya 115W dan memiliki frekuensi yang sama dengan jenis pasangannya/

Kolaborasi 2SC5200 dan 2SA1943

Produk transistor ini diproduksi oleh Toshiba yang sudah terjamin kualitasnya, dengan aliran listrik bertegangan maksimal 200W dan cocok dipakai pada amplifier tipe H.

Bentuk dari transistor ini juga seperti kotak dengan beberapa lubang dengan ukuran sama di beberapa bagian. Dengan datasheet transistor final Toshiba 2SC5200 dan 2SA1943 bisa dicek dalam penjelasan berikut.

Kedua produk ini memiliki ciri-ciri transistor Toshiba asli yaitu terbuat dari silikon, bisa dipakai hingga suhu 200 derajat celcius, kemudian untuk kemasan paketnya juga tidak jauh berbeda. Yaitu TO264 untuk transistor 2SA1943 dan TO265 pada jenis 2SC5200.

Baca Juga:  Cara Menambah Efek Bass pada Speaker agar Lebih Menggelegar

Beberapa produk transistor final yang bagus untuk bass lainnya juga punya peminatnya sendiri. Seperti beberapa produk Sanyo, Mospec, Onsemi, dan ST. setiap produk tersebut memiliki karakteristik sendiri sehingga pengguna bisa padu padan antar jenis supaya hasil suara bass menjadi lebih menggelegar.

Mau Pilih Transistor Final Terbaik? Begini Caranya

Jika Anda mau memilih mana pasangan transistor yang bisa dijadikan bagian amplifier selain tiga kolaborasi di atas, maka perlu beberapa cara yaitu:

Noise Figure Rendah

Nilai noise figure sangat ditentukan oleh berapa besaran noise yang ditambahkan pada bagian transistor. Semakin rendah noise figure akan memberikan dampak positif pada akhirnya untuk kualitas suara bass pada amplifier.

Daya Penguatan Tinggi

Pastikan transistor tersebut memiliki daya penguatan yang tinggi, karena daya penguat yang tinggi akan sangat menentukan sejauh mana kualitas dari transistor tersebut.

Pada sebuah amplifier, transistor yang memiliki daya penguatan tinggi akan membantu menghasilkan sinyal suara bagus sehingga ketika didengarkan maka kualitas bass akan terdengar lebih membahana.

Tegangan Kolektor Maksimal

Ada dua cara pemberian tegangan kolektor terbaik untuk transistor final, pertama dengan tipe PNP dimana pada bagian emitor akan dialirkan tegangan positif sedangkan untuk kolektor akan dialiri tegangan negatif.

Kemudian pada tipe NPN, emitor dan kolektor akan diberikan tegangan positif dan negatif, semakin tinggi tegangan kolektornya tentu tegangan emitor juga ikut tinggi. Alhasil suara bass yang dihasilkan juga akan semakin mumpuni.

Arus Kolektor Maksimal

Sama halnya dengan tegangan kolektor, arus kolektor juga harus dimaksimalkan, jika ingin mendapatkan suara bass lebih bagus. Dengan arus kolektor tinggi maka sebuah rangkaian amplifier akan bekerja maksimal menghasilkan sinyal suara terbaiknya.

Baca Juga:  10 Rekomendasi Merk Genset Terbaik, Dijamin Awet dan Tahan Lama!

Efisiensi Tinggi

Efisiensi yang dimaksud adalah saat proses menghasilkan penguatan menggunakan transistor, tidak ada energi yang terbuang percuma hanya menjadi panas. Hal ini harus sangat diperhatikan karena tidak semua jenis transistor bisa melakukannya dengan baik.

Memiliki Penghantar Panas agar Tidak Mudah Rusak

Transistor harus memiliki penghantar panas yang bagus, supaya saat digunakan maksimal tidak cepat rusak.

Perhatikan 3 Hard Case Amplifier untuk Memaksimalkan Transistor Final

Selain beberapa cara di atas dari sisi internal transistor final yang harus diperhatikan, Anda juga harus memikirkan bagaimana penempatan rangkaian amplifier agar tetap berfungsi baik meskipun saat suara bass pada kondisi maksimal.

Hal pertama adalah rancangan dari power amplifier itu sendiri yang harus menempatkan komponen pada posisi yang tepat. Tidak saling mengganggu satu sama lain, sehingga saat dihidupkan mampu memberikan dampak signifikan pada suara bass yang dihasilkan begitu juga dengan suara lainnya.

Hal kedua yaitu pemilihan speaker yang akan mengeluarkan suara bass tersebut, pilih material speaker yang mampu meredam suara bising namun mampu memberikan kesempatan suara bass menggelegar bisa didengar.

Hal ketiga adalah box dari speaker tersebut, yang juga harus bisa berfungsi dengan baik. Tidak hanya sebatas menyimpan komponen listrik saja, tapi juga aman bagi siapa saja yang berada di dekatnya.

Ketika ketika komponen eksternal ini bisa disediakan, maka Anda akan puas dengan hasilnya. Karena tidak sedikit orang yang hanya fokus pada transistor final dan rangkaian amplifier saja, kemudian mengenyampingkan pentingnya fungsi hard case.

Semoga informasi tentang transistor final yang bagus untuk bass di atas, mampu memberikan pencerahan bagi Anda saat akan merangkai amplifier sendiri. Alasannya adalah karena ternyata banyak hal penting penunjang suara bass maksimal yang juga harus diperhatikan.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment