Pengertian Katup: 6 Jenis Valve Serta Fungsi dan Penggunaannya

Sebelum mengendarai mobil, anda mungkin akan menyalakan mesin sejenak agar mesinnya panas. Dengan begitu, oli juga bisa mengalir dan melumasi seluruh komponen mobil agar performanya maksimal. Namun, pernahkah anda berpikir bagaimana seluruh komponen mobil bisa terlumasi dengan baik? Dalam kasus ini, valve adalah bagian pentingnya.

Valve atau katup berfungsi untuk mengatur aliran fluida agar berjalan dengan sesuai. Sebagai contoh pada mobil, valve akan membuka dan menutup untuk mengatur besarnya aliran oli yang lewat untuk melumasi komponen-komponen lain pada mobil.

Namun, tentunya penggunaan valve ini tidak hanya pada mobil saja. Di berbagai industri yang memakai sistem perpipaan pasti juga menggunakan valve sebagai tempat mengalirnya fluida.

Kali ini, kami akan membahas mengenai valve mulai dari pengertian, jenis, dan fungsinya. Karena itu, simak ulasan berikut!

Pengertian Valve

Pengertian Valve
Ilustrasi valve atau katup

Melansir dari corrosionpedia, valve adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengatur dan mengarahkan aliran fluida baik cairan maupun gas dengan cara membuka, menutup, atau setengah membuka untuk memberi jalan bagi aliran fluida. Tak heran valve sangat banyak digunakan di dunia industri, tergantung aplikasi dan jenisnya.

Contoh penerapan dari valve mungkin bisa dilihat pada keran air. Dimana saat keran dibuka, aliran air akan terlihat mengalir kelaur dari pipa. Valve juga bisa diatur secara manual, yaitu dengan menyesuaiakan putaran katup sehingga kecepatan dan tekanan air bisa dikondisikan. Sekiranya putaran katup cukup berat, maka biasanya pekerja menggunakan pegangan, tuas pedal, dan alat lain.

Sebaliknya, ada juga jenis valve yang bisa diatur secara otomatis dengan memanfaatkan prinsip perubahan parameter seperti aliran, suhu, dan tekanan. Perubahan parameter tersebut akan membuat piston atau pegas secara otomatis membuka atau menutup valve.

Baca Juga:  Bagaimana Cara Kerja Kipas Angin Beserta Komponennya?

Jenis Valve dan Fungsinya

Valve terdiri dari beberapa jenis dengan karakteristik, standar, dan fungsinya masing-masing. Namun, semua jenis tentunya dapat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada 6 jenis valve yang biasa kita temui. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Check Valve

Check Valve
Gambar Check Valve

Check valve pada dasarnya merupakan valve satu arah, yang mana aliran fluidanya hanya dapat mengalir dengan bebas pada 1 arah. Namun jika arah alirannya tiba-tiba berubah, valve akan menutup untuk melindungi pipa. Valve jenis ini biasanya dipasang di sistem perpipaan untuk mencegah backflow (aliran balik).

Karena fungsinya yang untuk mencegah backflow, check valve kebanyakan dipasang diluar pompa. Selain itu, check valve juga banyak digunakan pada sistem tata udara HVAC (Heating, ventilating, and Air Conditioning). Sistem HVAC ini akan memompa banyak cairan pendingin (coolant). Nah check valve disini berfungsi untuk menjaga coolant agar tidak mengalir kembali ke pompa.

2. Gate Valve

Gate Valve
Gambar Gate Valve

Gate valve biasanya digunakan untuk menghentikan aliran fluida secara menyeluruh, atau menyediakan jalur bagi fluida untuk mengalir secara penuh. Seperti namanya yaitu gate (gerbang), valve ini digunakan baik dalam keadaan terbuka maupun tertutup secara penuh.

Gate valve terdiri dari beberapa komponen seperti body, dudukan, spindel, kelenjar, dan roda untuk menggerakkan valve. Bagian dudukan lah yang akan menjalankan fungsi valve ini untuk menghentikan laju aliran fluida.

Oh iya, gate valve tidak bisa digunakan untuk mengatur kecepatan aliran atau tekanan fluida, dan juga tidak bisa beroperasi dalam keadaan setengah terbuka. Untuk melakukan hal seperti itu, maka kita membutuhkan control valve, yang akan kita bahas dibawah ini.

3. Control Valve

Control Valve
Gambar Control Valve

Control valve berfungsi untuk mengatur kecepatan fluida yang mengalir saat posisi pegas pada valve diubah oleh actuator. Valve jenis ini digunakan untuk menjaga parameter tertentu agar hasil set pointnya bisa akurat seperti yang kita inginkan.

Baca Juga:  Ini Perbandingan Antara Kompor Tanam Rinnai vs Modena, Manakah yang Lebih Bagus?

Adapun indikator-indikator set point nya antara lain seperti: kadar aliran, tekanan, dan suhu. Sedangkan untuk parameter produknya diantaranya adalah: kedalaman, konsentrasi, level liquid, dll.

Control valve terdiri dari body, actuator, positioner, dan accessories. Berikut ini adalah penjabarannya:

  • Body. Berfungsi untuk menahan tekanan fluida statis.
  • Actuator. Merupakan alat yang diberi daya baik dengan cairan, udara, maupun listrik. Actuator berfungsi untuk menyediakan daya untuk membuka dan menutup valve.
  • Positioner. Mengontrol gerakan actuator untuk menjaga set point yang diinginkan.
  • Accessories. Bagian yang kita gunakan untuk mengatur valve. Biasanya bisa berupa regulator tekanan, hand wheel (alat putar tangan), saklar, dll.

4. Butterfly Valve

Butterfly Valve
Gambar Butterfly Valve

Butterfly valve adalah alat yang mengatur aliran fluida dalam pipa berdiameter besar dengan rotasi seperempat putaran cakram. Valve ini diberi nama butterfly karena gerakannya yang mirip seperti sayap untuk terbang.

Valve ini berfungsi untuk mengatur aliran dengan memulai, melambatkan, atau menghentikan aliran fluidanya. Valve ini akan membuka dan menutup dengan rotasi torsi rendah. Butterfly valve juga dapat berguna dalam berbagai aplikasi karena biayanya yang cukup hemat dan posturnya yang ringan.

Dalam beberapa kasus, suhu yang ekstrem serta korosi adalah faktor utama yang dapat membahayakan valve. Nah, butterfly valve ini dapat menahan itu semua. Dengan begitu, butterfly valve juga bisa digunakan untuk penerapan yang berisiko tinggi seperti produksi energi dan minyak bumi.

5. Globe Valve

Globe Valve
Gambar Globe Valve

Globe valve adalah valve yang bergerak secara linear dan berfungsi untuk memulai, menghentikan, dan mengatur aliran fluida. Cakram pada globe valve bisa digunakan untuk membuka maupun menutup secara penuh jalur aliran fluida.

Globe valve ini banyak digunakan pada sistem perpipaan yang kompleks dan cocok untuk berbagai operasi baik yang manual maupun otomatis. Tak seperti gate valve, globe valve ini juga bisa digunakan untuk mengatur hingga menghentikan aliran fluida secara menyeluruh.

Baca Juga:  AC Merk Aqua Bagus Tidak? Ini 6 Kelebihan dan Kekurangannya!

6. Ball Valve

Ball Valve
Gambar Ball Valve

Ball valve adalah valve dalam bentuk seperempat putaran yang menggunakan bola yang sudah dibor untuk mengatur aliran fluida. Saat lubangnya sudah sejajar dengan arah alirannya, maka fluida bisa masuk dan mengalir bebas di dalamnya. Namun saat bolanya sudah berputar 90 derajat, maka alirannya akan berhenti secara penuh.

Ball valve merupakan jenis valve yang sangat kokoh, tahan lama, dan mampu mempertahankan performanya secara konsisten walau sudah digunakan berkali-kali. Kualitasnya ini membuatnya cocok untuk berbagai penerapan seperti dalam industri gas alam, manufaktur, penyimpanan bahan kima, hingga untuk kegunaan perumahan.

Demikianlah pembahasan seputar valve beserta jenis dan fungsinya. Setiap valve memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang bisa membukaseperempat, setengah, dan yang paling umum adalah bisa membuka atau menutup secara full. Ada pula yang hanya bisa memulai/menghentikan aliran, serta untuk bisa mengatur parameter hingga mengarahkan aliran fluida.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment