Apa Itu Voltmeter: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Bagian-Bagiannya.

Perkembangan teknologi sangat berpengaruh juga dalam banyak perkembangan di dunia ini, salah satunya adalah perkembangan dari desain suatu alat ukur. Seiring berjalannya waktu desain dari sebuah alat ukur makin berkembang dan efisien serta dapat bekerja lebih maksimal lagi daripada generasi-generasi sebelumnya. Oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu mengikuti perkembangan dari teknologi tersebut, khususnya pada dunia elektronika.

Dunia elektronika tak luput dari yang namanya tegangan, arus, daya, dll. Semuanya sudah melekat pada kehidupan sehari-hari bagi orang yang menggeluti dunia elektronika atau listrik. Lalu bagaimana caranya mengetahui adanya suatu tegangan pada sebuah instalasi atau rangkaian? Tentu saja dengan bantuan voltmeter, lalu apa itu voltmeter? voltmeter adalah peralatan elektronik yang digunakan untuk mengukur tegangan. Untuk lebih jelasnya yuk simak artikel ini bersama.

Pengertian Voltmeter

Apa itu Voltmeter? Voltmeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik pada sebuah rangkaian. Umumnya proses pengukuran dilakukan dengan cara menyusunnya secara paralel terhadap komponen yang akan diukur tegangannya. Dari segi desain sebuah voltmeter memiliki desain yang tidak jauh berbeda dengan desain dari alat ukur amperemeter. Terdapat tiga buah lempengan tembaga didalamnya, dimana lempengan tersebut terpasang pada bakelit yang sudah dirangkai dengan tabung kaca atau plastik. Untuk lempengan bagian luar mempunyai nama anode, dan bagian dalamnya adalah katode. Umumnya tabung tersebut mempunyai ukuran sekitar 15 x 10 cm (tinggi x diameter).

Pada voltmeter terdapat tambahan multiplier sehingga meningkatkan kinerja dari alat ukur tersebut. Peningkatan kinerja dan kemampuannya menjadi berkali-kali lipat lebih besar. Selain itu terdapat gaya magnet yang mengalir pada voltmeter sehingga dapat menggerakan jarum pada alat ukur, kapasitas arus pada jarum tergantung dari aliran arus listriknya.

Baca Juga:  Transistor BD139 Sebagai Saklar Kelebihan, Cara Kerja, dan Karakteristiknya

Setiap alat ukur pastinya memiliki batas ukur, sama halnya dengan voltmeter. Voltmeter mempunyai batas ukur atau suatu nilai maksimal dari tegangan listrik yang dapat diukur. Hal yang menjadi sedikit berbahaya adalah ketika orang awam kurang mengetahui fungsi dari batas ukur itu sendiri sehingga hanya menggunakan alat ukur seadanya, padahal pengukuran yang melebihi kapasitas dari batas ukurnya cenderung tidak aman dan dapat berakibat pada kerusakan dari alat-alat tersebut. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk lebih berhati-hati akan hal ini.

Voltmeter adalah salah satu alat ukur yang paling sering digunakan dalam dunia elektronika sama seperti amperemeter, ohmmeter dan lainnya. Alat ukur volt meter sendiri mempunya dua jenis dilihat dari tampilan hasil pengukurannya yaitu voltmeter jenis analog dan voltmeter jenis digital. Kedua jenis voltmeter ini sebenarnya sama saja, yang membedakan hanya bagaimana cara menampilkan hasil pengukurannya. Jika voltmeter analog hasil pengukuran masih menggunakan jarum penunjuk sedangkan jika voltmeter digital hasil pengukurannya akan langsung tampil pada layar display dalam bentuk angka-angka.

Cara Kerja Voltmeter

Perlu diketahui bahwa voltmeter mempunyai prinsip kerja tertentu, terdapat fluksi magnetik yang berbentuk gelombang minus dimana frekuensinya sama. Fluksi magnetik nantinya akan masuk ke dalam kepingan logam secara paralel, ada beberapa fase dari fluks satu ke fluks lainnya. Kemudian tegangan yang menyebabkan arus putas dalam kepingan dipengaruhi oleh fluks yang bolak balik.

Fungsi Voltmeter

Tentu tidak semua orang mengenal apa fungsi dari alat ukur ampere meter, oleh karenanya kami akan mengupas sedikit mengenai fungsi dari voltmeter. Pada dasarnya voltmeter berfungsi sebagai alat ukur tegangan listrik yang ada pada sebuah rangkaian atau instalasi. Saat menggunakan voltmeter, Anda dapat melakukan pengukuran volt (v), microvolt (mv), dan kilovolt (kv).

Baca Juga:  Integrated Circuit Adalah: Pengertian, Sejarah dan Fungsinya

Jenis-Jenis Voltmeter

Voltmeter mempunyai beberapa jenis, diantaranya adalah voltmeter analog dan voltmeter digital. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya:

1. Voltmeter Analog

Voltmeter analog merupakan alat ukur tegangan listrik yang masih menggunakan jarum penunjuk analog untuk melihatkan hasil pengukuran. Voltmeter ini mempunyai ciri dengan adanya jarum penunjuk pada layar displaynya, dimana saat dilakukan pengukuran maka jarum akan bergerak menunjuk seberapa besar nilai dari tegangan yang sedang diukur.

2. Voltmeter Digital

Voltmeter digital adalah alat ukur tegangan listrik yang mana hasil pengukurannya menggunakan tampilan angka-angka digital pada layarnya. Voltmeter digital mempunyai banyak kelebihan, diantaranya adalah: dapat meminimalisir kesalahan pada saat membaca hasil pengukuran, mencegah adanya kesalahan parataktis, mempercepat waktu pembacaan, dapat digunakan untuk pelengkap keluaran dalam bentuk digital, dapat diandalkan, perkembangannya lebih sempurna daripada voltmeter analog, dan kualitas lebih unggul. Voltmeter digital mempunyai beberapa kelompok tipe, diantaranya adalah:

  • Tipe tanjak / ramp type DVM
  • Tipe penggabungan / integrasi (integrasi DVM)
  • Tipe setimbang kontinue / continuous balance BVM
  • Tipe pendekatan yang berturut-turut / successive approximation DVM

Bagian-Bagian Voltmeter

Untuk mendalami materi voltmeter, penting bagi Anda untuk mengetahui bagian-bagian dari voltmeter, berikut adalah beberapa bagiannya:

1. Batas ukur maksimum dan minimum

2. Set-up untuk mengatur fungsi

3. Jarum penunjuk

4. Terminal kutub positif dan kutub negatif

5. Skala tinggi dan rendah dari tegangan listrik terukur

Cara Menggunakan Voltmeter

Penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan voltmeter, karena jika terjadi kesalahan akan berakibat fatal dan bisa merusak komponen-komponen lainnya. Berikut ini adalah beberapa langkah-langkah cara menggunakan voltmeter:

1. Siapkan rangkaian atau instalasi listrik yang akan diukur secara paralel

Baca Juga:  Spesifikasi Matrix Apple DVB T2, Lengkap Beserta Harga

2. Sesuaikan rangkaian arus listrik dengan tiap kutub pada voltmeter

3. Perhatikan bahwa posisi kutub positif atau kutub negatif terdapat perbedaan potensial dan potensial yang tergolong tinggi

4. Selalu periksa instalasi kabelnya agar tidak terjadi penyimpangan, karena akan berbahaya.

5. Lihat hasil pengukuran pada layar voltmeter.

Demikian akhir dari artikel ini, Anda sudah belajar mengenai pengertian voltmeter, apa fungsi dari voltmeter, apa saja bagiannya, bagaimana cara menggunakannya,  apa saja jenisnya, dan bagaimana cara kerjanya. Setelah beberapa sub bab sudah Anda baca, apa yang sudah Anda dapatkan? Kami harap Anda dapat menyerap banyak ilmu mengenai artikel ini, semoga apa yang Anda pelajari bisa bermanfaat dan diterapkan di kehidupan sehari-hari. Terima kasih, semoga bermanfaat bagi Anda dan sampai jumpa kembali.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment