Diagram Batang: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Membuatnya

Terkadang sebuah laporan pendapatan bulanan sebuah usaha digambarkan di dalam sebuah diagram. Diagram ini biasanya berisikan balok-balok yang dibawahnya terdapat nama-nama bulan dalam satu tahun. Diagram dengan balok-balok ini disebut dengan diagram batang.

Nah, diagram tersebut mencoba untuk menggambarkan naik turunnya pendapatan dalam satu tahun. Tidak hanya di laporan pendapatan saja, Anda pastinya cukup sering menemukan diagram ini di hal-hal lain. Jika semakin tertarik dengan diagram yang satu ini, mari simak pembahasannya di bawah:

Apa Itu Diagram Batang

Mengenal Diagram Batang

Diagram batang atau diagram balok adalah salah satu jenis diagram yang memvisualisasikan setiap data dalam bentuk persegi panjang atau batang. Bentuknya bisa memanjang secara vertikal maupun horizontal, tergantung dari preferensi pembuat.

Diagram ini merupakan salah satu diagram yang paling banyak digunakan dalam memvisualisasikan data. Umumnya digunakan untuk membandingkan kuantitas data yang dimiliki oleh satu subjek dengan subjek yang lain.

Bisa juga digunakan untuk memvisualisasikan perkembangan data dari waktu dalam periode tertentu. Gabungan antara keduanya juga bisa dibuat. Nantinya, gabungan keduanya akan terlihat seperti bertingkat, sehingga disebut sebagai diagram bertingkat.

Tiap subjek atau waktu tidak hanya berisikan satu data saja, namun juga bisa lebih dari satu. Jenis dengan lebih dari satu data ini disebut dengan diagram majemuk yang mana akan dibahas.

Dengan adanya cukup banyak variasi, tidak salah jika diagram balok menjadi pilihan yang baik untuk menggambarkan perbandingan kuantitas.

Fungsi

Fungsi

Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah menyimpulkan fungsi dari diagram balok? Jika belum, mari kami bantu! Fungsi utama dari diagram batang adalah untuk memudahkan pembaca dalam membandingkan beberapa data yang berisikan kuantitas.

Maksud di sini sebagai kuantitas adalah bisa berupa nominal angka atau persentase. Nominal angka yang dibandingkan bisa antar subjek atau antar waktu.

Baca Juga:  Kode Remote TV Polytron dan Cara Setting Otomatis dan Manual

Jika yang dibandingkan adalah antar subjek, maka informasi yang didapatkan adalah subjek mana yang memiliki kuantitas paling besar atau paling kecil.

Namun, ketika yang dibandingkan adalah satu waktu dengan waktu yang lain, maka informasi yang didapatkan adalah perkembangan dari waktu ke waktu.

Jenis Diagram batang

Mengenal Diagram Batang Fungsi, Jenis, dan Cara Membuat yang Mudah!

Saat ini ada 5 jenis diagram batang yang umum digunakan. Kelima jenis tersebut, yaitu horizontal, vertikal, majemuk, bertingkat, dan bertingkat 100%. Berikut pembahasannya:

1. Vertikal

Jenis yang pertama adalah diagram vertikal. Sesuai dengan namanya diagram ini menampilkan data dalam bentuk balok yang arahnya ke atas. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh gambar diagram vertikal berikut ini:

Diagram di atas menunjukkan perbandingan nilai ulangan dari 8 orang siswa. Dapat dilihat bahwa di diagram balok vertikal, balok menempel pada sumbu X dan memanjang sejajar dengan sumbu Y. Nama kategori ditempatkan di sumbu X.

Sedangkan kuantitas dari kategori ditempatkan di sumbu Y. Diagram vertikal sederhana ini merupakan salah satu diagram yang paling banyak digunakan saat ini.

2. Horizontal

Sesuai dengan namanya, diagram ini merupakan kebalikan dari diagram vertikal. Diagram balok horizontal memiliki data dalam bentuk balok yang arahnya bergerak ke samping atau secara mendatar. Supaya lebih jelas, mari kita simak contoh diagram horizontal berikut ini:

Diagram horizontal ini cukup sering digunakan untuk mengurutkan kuantitas dari yang terbesar hingga yang terkecil seperti contoh di atas.

Dapat dilihat bahwa batang menempel pada sumbu Y dan memanjang sejajar dengan sumbu X. Nama ditempatkan di sumbu Y. Sedangkan kuantitas ditempatkan di sumbu X.

3. Majemuk

Jenis diagram balok yang ketiga adalah diagram majemuk atau diagram kluster. Diagram ini memiliki lebih dari satu data di dalamnya. Biasanya digunakan untuk menggambarkan perbandingan atau perkembangan kuantitas. Simak contoh diagram majemuk di bawah ini:

Baca Juga:  Cara Menggunakan Multimeter Analog tanpa Ribet

Diagram majemuk di atas memperlihatkan perbandingan nilai UAS dari masing-masing siswa di dua jenis mata pelajaran. Selain membandingkan nilai siswa dari dua jenis mata pelajaran, diagram ini juga bisa membandingkan perkembangan nilai.

Contohnya yaitu perbandingan nilai UTS dengan nilai UAS. Diagram balok majemuk tidak harus diisi oleh 2 data, lebih dari 2 juga bisa. Namun warna atau polanya harus berbeda supaya bisa dibandingkan.

4. Bertingkat

Selain untuk membandingkan dua atau lebih data, diagram balok juga bisa digunakan untuk membandingkan dua data yang dijumlahkan dari masing-masing spesimen. Jenis diagram ini disebut dengan diagram bertingkat atau diagram susun. Perhatikan contoh di bawah ini:

Diagram bertingkat di atas membandingkan jumlah nilai UAS Ekonomi ditambah UAS Fisika dari 8 orang siswa.

Meskipun tidak ada yang menyentuh nilai maksimum (200), namun dapat ditentukan siapa saja yang memiliki nilai paling baik. Diagram ini biasa digunakan untuk memvisualisasikan nilai NEM dari seluruh siswa kelas.

5. Bertingkat 100%

Sama seperti diagram bertingkat yang sebelumnya, diagram ini menjumlahkan seluruh data dan membandingkannya antar specimen. Namun, yang membedakan diagram bertingkat 100% dengan diagram bertingkat biasa adalah diagram ini digunakan untuk memvisualisasikan persentase 100%.

Contoh diagram bertingkat 100% adalah sebagai berikut:

Di atas dapat dilihat nilai 100% dari penjumlahan nilai UAS ekonomi dan fisika. Dari diagram di atas dapat dilihat nilai UAS apa yang paling dominan dari masing-masing siswa.

Intinya diagram balok bertingkat 100% digunakan untuk membandingkan persentase data satu dengan data yang lain dari tiap spesimen.

Cara Membuat di Kertas

Cara Membuat di Kertas

Untuk membuat diagram balok, cara paling mudah adalah dengan menggunakan bantuan dari diagram kartesius. Agar lebih mudah untuk menjelaskan, kami membuat langkah-langkah untuk menggambar diagram balok jenis horizontal di bawah.

Baca Juga:  Contoh Soal dan Jawaban Konversi Sistem Bilangan Biner, Desimal, Oktal, dan Heksadesimal

Selengkapnya, cara untuk membuat diagram batang horizontal adalah sebagai berikut:

  • Siapkan data.
  • Gambar garis X dan garis Y.
  • Masukkan angka atau persentase mulai dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi di garis Y.
  • Masukkan nama-nama spesimen di garis Y.
  • Buat batang dengan tinggi yang sesuai dengan data di atas tiap specimen. Sesuaikan tinggi dengan angka atau persentase di garis Y
  • Setelah menggambar seluruh balok, Anda akan mendapatkan sebuah diagram balok jenis horizontal.

Cara Membuat di MS Word

Cara Membuat di MS Word

Berbeda dengan membuat diagram di kertas, membuat diagram balok dengan memanfaatkan aplikasi MS Word jauh lebih mudah. Namun, sebelum membuat tabel yang berisikan daftar spesimen dan nilai. Baru setelah itu diagram dapat dibuat dengan mudah dengan memanfaatkan tabel.

Langkah-langkah untuk membuat diagram horizontal adalah sebagai berikut:

  • Buat tabel yang berisikan spesimen dan nilai.
  • Blok seluruh tabel.
  • Masuk ke menu Insert.
  • Klik Chart.
  • Masuk ke menu Column atau Bar.
  • Klik salah satu opsi.

Setelah diagram muncul di halaman kerja, sesuaikan jika ada beberapa hal yang belum sesuai. Biasanya Anda masih perlu untuk mengedit judul dari diagram.

Dengan ini Anda sudah mengetahui apa itu diagram batang, apa fungsinya, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara membuatnya. Sekarang coba gambarkan data yang Anda miliki dengan memanfaatkan diagram yang satu ini!

Bagikan Postingan:

Leave a Comment