Apa Saja Fungsi Kapasitor? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sebagai salah satu komponen elektronika, ada banyak sekali fungsi kapasitor yang perlu Anda ketahui. Fungsi yang paling umum dari komponen ini adalah menyimpan muatan listrik yang dinyatakan dengan satuan Farad atau F.

Secara umum, fungsi dari kapasitor bisa dibagi menjadi dua kategori, yakni kapasitas tetap dan berubah-ubah. Semuanya mempunyai kegunaan yang berbeda-beda tergantung dari jenis dan juga kebutuhan dalam sebuah rangkaian.

Untuk lebih jelas mengenai berbagai kegunaan dari kapasitor ini, Anda bisa menyimak seluruh pembahasan berikut. Jangan lupa untuk memperhatikan secara detail agar tidak ada bagian yang terlewat.

Apa Saja Fungsi Kapasitor?

Fungsi kapasitor para rangkaian elektronik

Seperti telah disinggung di bagian awal, ada beberapa fungsi yang dimiliki oleh komponen elektronika tersebut. Lalu, apa saja kegunaan kapasitor?

1. Untuk menghaluskan sinyal

Fungsi yang pertama adalah menghaluskan sinyal. Dengan kata lain, komponen tersebut dapat membuat fluktuasi sinyal menjadi lebih rata. Salah satu contoh penerapan yang kerap ditemui adalah penyearah tegangan listrik AC menjadi DC.

Perlu diketahui bahwa power supply bisa memasok tegangan dengan karakteristik tidak beraturan atau fluktuatif. Apabila sedang membutuhkan sinyal DC yang stabil, Anda bisa menggunakan kapasitor penghalus agar sinyal fluktuatif menjadi lebih stabil.

2. Sebagai penyimpanan muatan listrik

Apabila terdapat pertanyaan seperti sebutkan fungsi utama kapasitor, mungkin ini adalah jawabannya. Pasalnya, salah satu fungsi utama dari kapasitor adalah sebagai tempat penyimpanan muatan listrik sehingga berbagai peralatan menggunakan capacitor agar berfungsi sempurna seperti AC, kipas angin, dan lain-lain.

3. Menjadi filter

Berikutnya, capacitor juga berguna untuk menjadi filter atau penyaring frekuensi tertentu pada sebuah rangkaian. Pada umumnya, komponen ini akan berusaha menyaring sinyal yang sangat rendah mendekati 0 Hz atau sinyal DC.

4. Sebagai penghubung kopling

Mungkin Anda pernah mendengar atau sudah tidak asing lagi dengan istilah kapasitor kopling. Capacitor tersebut merupakan salah satu jenis yang berfungsi menghubungkan dua buah rangkaian seri. Prinsip kerjanya adalah memblokir sinyal DC supaya masuk ke dalam rangkaian tersebut.

Baca Juga:  Prinsip Kerja Generator AC dan Perbedaannya dengan Generator DC

5. Sebagai pengaman

Bisa dibilang capacitor mempunyai fungsi yang cukup penting, yakni sebagai fuse atau pengaman. Komponen ini akan mendeteksi ketika terjadi arus pendek atau kelebihan muatan dan memutus aliran listrik sehingga tidak ada kasus lompatan listrik.

6. Menjadi Power Supply

Kapasitor yang berfungsi sebagai power supply kerap juga disebut dengan istilah kapasitif dropper. Jenis ini menggunakan hambatan guna mengurangi tegangan listrik ke arah tegangan lebih rendah.

Salah satu contoh perangkat elektronik yang menggunakannya adalah mobil. Pada kendaraan ini, capacitor akan berfungsi sebagai sumber arus awal untuk menyalurkan arus listrik lebih cepat daripada aki. Dengan penyaluran daya listrik yang lebih cepat, artinya fungsinya memang cukup penting.

7. Sebagai penyeimbang hantaran listrik

Fungsi kapasitor yang terakhir adalah menjadi penyeimbang hantaran listrik. Perlu diketahui bahwa ada masanya ketika komponen tertentu tidak mendapatkan listrik yang cukup. Hal tersebut menyebabkan komponen tidak bisa bekerja secara optimal. Dari kasus tersebut, kapasitor mempunyai peran yang cukup penting agar hantaran arus listrik bisa merata ke semua komponen.

Fungsi Kapasitor Pada Rangkaian AC

Fungsi kapasitor berdasarkan jenis-jenisnya

Untuk pembahasan lebih detail mengenai kapasitor, di bagian berikutnya akan dibagi menjadi dua, yakni pada rangkaian AC dan DC. Dengan begitu, Anda akan jauh lebih mudah dalam memahaminya. Lalu, apa saja fungsi pada rangkaian AC?

1. Menjadi power supply

Fungsi kapasitor pada rangkaian adaptor adalah menjadi power supply tanpa trafo. Beberapa orang kerap juga menyebut dengan istilah transformer less power supply. Hal ini sudah banyak dipakai karena mampu membuat penggunaan daya listrik menjadi lebih efektif.

Power supply dengan tidak menggunakan trafo memang cenderung lebih efisien karena tak ada listrik yang nantinya diubah ke energi panas. Akan tetapi, bisa dibilang fungsi ini hanya efektif apabila dipakai pada beban kapasitas yang kecil saja.

Baca Juga:  Ukuran TV Dalam Cm Dan Tips Memilih Sesuai Dengan Ruangan

2. Memperbaiki faktor daya dengan kapasitor bank

Selanjutnya, manfaat untuk rangkaian AC berikutnya adalah memperbaiki faktor daya agar tidak mendapatkan efek dari daya reaktif dari transformator. Secara sederhana, capacitor ini berfungsi menyeimbangkan antara beban kapasitif dan beban induktif.

Selain itu, kapasitor bank juga kerap digunakan pada mobil untuk memasok daya pada audio amplifier. Hal tersebut dikarenakan apabila hanya menggunakan aki mobil tentu saja akan terbatas dan dapat mempengaruhi suara yang dihasilkan.

Fungsi Kapasitor Pada Rangkaian DC

Memahami fungsi kapasitor

Selanjutnya adalah pada rangkaian DC atau arus searah. Di rangkaian ini juga terdapat banyak sekali aplikasinya. Untuk lebih jelas, silakan simak pembahasan berikut ini.

1. Menjadi dekopling

Jenis capacitor ini dibuat dengan memparalelkan komponen melintasi jalur catu daya. Selanjutnya, aliran tersebut akan didistribusikan ke rangkaian yang lain. Sebagai contoh, apabila PCM memiliki jalur distribusi yang rumit akan berpotensi terjadi lonjakan arus. Dengan dekopling ini, kejadian tersebut dapat diminimalkan. Biasanya ukuran dekopling adalah sekitar 0,1 uF hingga 1 uF.

2. Menjadi kopling

Penggunaan sebagai kopling biasanya diaplikasikan pada filter atau penyaring frekuensi. Hanya saja, saat menggunakan komponen ini Anda harus berhati-hati dan memperhitungkan secara tepat sesuai frekuensi. Contoh yang sering ditemui dalam penggunaannya adalah memisahkan frekuensi bass, mid, dan treble.

3. Sebagai filter

Pada rangkaian direct current, capacitor biasanya digunakan menjadi filter riak arus AC yang terdapat di output dioda. Dengan begitu, sinyal arus yang dihasilkan akan menjadi lebih rata. Hal tersebut dikarenakan meskipun diode berfungsi mengubah arus AC ke DC, namun output yang dihasilkan masih terdapat riak sehingga belum rata sepenuhnya.

Apa Saja Fungsi Kapasitor Tantalum?

Di bagian sebelumnya Anda sudah mempelajari bermacam-macam fungsi kapasitor, termasuk juga pada rangkaian elektronika. Selanjutnya, pada kali ini akan dijelaskan mengenai salah satu jenis yang mungkin kerap ditemui, yakni kapasitor tantalum.

Baca Juga:  Karakter Dioda Zener, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

Kapasitor tantalum terbuat dari logam tantalum sebagai lapisan elektroda yang dimiliki. Meskipun berukuran relatif kecil, akan tetapi nilai kapasitansi bisa dibilang cukup besar. Oleh karena itu, alat ini kerap dipakai pada perangkat elektronik dengan kebutuhan kapasitas besar.

Pada dasarnya, kapasitor ini termasuk dalam jenis polar. Alasan kenapa disebut polar adalah karena terdapat polarisasi negatif dan positif pada kedua kaki terminal. Komponen ini juga tidak bisa dipasang secara sembarangan.

Fungsi utama dari kapasitor tantalum adalah mengisi serta menyimpan arus listrik untuk sementara waktu. Bisa dilihat alat ini kerap ditemui di berbagai industri skala menengah dan besar seperti peralatan listrik, industri komunikasi, elektronik canggih, dan lain-lain.

Kegunaan Kapasitor untuk Dinamo

Selain fungsi-fungsi yang telah disebutkan sebelumnya, kapasitor juga kerap dimanfaatkan untuk berbagai peralatan elektronik sebagai kapasitor start and running. Hal tersebut bisa dilihat pada alat-alat seperti kipas angin, mesin cuci, AC, hingga pompa air.

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa fungsi kapasitor ada beragam tergantung dari penggunaan, jenis, dan aplikasinya. Oleh karena itu, Anda perlu memahami terlebih dahulu akan digunakan untuk apa supaya penggunaannya menjadi lebih tepat.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment