Pengertian dan Gambar Cahaya Sensor Beserta Fungsinya

Jika Anda seorang teknisi, maka memahami pengertian serta gambar cahaya sensor adalah hal yang perlu dilakukan. Keberadaan dari sensor biasanya digunakan sebagai alat yang mampu mendeteksi sesuatu untuk mengukur besar dari suatu benda juga.

Nah sensor cahaya inilah menjadi salah satu bentuk dari sensor dimana sering ditemukan para perangkat elektronika. Keberadaan alat itulah dapat melakukan deteksi keberadaan cahaya kemudian akan dikonversikan dalam bentuk tegangan ataupun arus.

Tidak hanya itu saja, cara kerjanya biasanya akan memanfaatkan prinsip arus serta hambatan listrik, jadi ketika alat menerima cahaya, hambatan akan menurun atau meningkat. Untuk memahaminya lebih lanjut, maka kami sarankan menyimak penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Cahaya Sensor

Pengertian Cahaya Sensor

Sebelum mengetahui bagaimana cara kerja dari sensor tersebut, maka penting agar memahami pengertian sensor cahaya terlebih dahulu. Dimana sensor cahaya adalah komponen yang dapat mengubah energi cahaya menjadi listrik.

Alatnya dapat melakukan deteksi adanya cahaya serta akan diolah menjadi sinyal listrik dengan tujuan agar dapat digunakan di dalam suatu rangkaian. Sedangkan rentang spektrum frekuensi cahaya yang bisa diterima oleh alat tersebut mulai dari sinar infrared hingga ultraviolet.

Sensornya juga mampu mengeluarkan energi listrik dengan jumlah besaran tertentu atau sesuai dengan intensitas cahaya yang sudah diterimanya. Komponen ini juga sering disebut dengan nama lain yakni Photosensor.

Bagaimana Cara Kerja dari Cahaya Sensor

Bagaimana Cara Kerja dari Cahaya Sensor

Sedangkan untuk prinsip kerja cahaya sensor ini biasanya akan dibedakan menjadi dua yakni sesuai tipe serta komponennya. Misalnya saja adalah sensor pasif LDR akan menerima cahaya kemudian meningkatkan ataupun menurunkan resistensi.

Kemudian, arus listrik akan segera mengalir ataupun terputus untuk kemudian disambungkan ke bagian alarm ataupun lampu. Sensor kedua akan mampu mengerjakan fungsi aktif misalnya saja seperti sollar cell.

Baca Juga:  Warna Resistor 2k2 dan Spesifikasinya

Dimana setelah mendapatkan cahaya, alat tersebut justru akan mengubah menjadi energi lainnya yang lebih berguna. Misalnya saja adalah kamera dimana dapat menggunakan jenis sensor tersebut karena mampu menangkap kamera sekaligus mencetaknya.

Sensor cahaya tipe LDR biasanya terbuat dari cakram semikonduktur dimana mempunyai 2 buah elektroda pada bagian permukaannya. Dimana ketika dalam keadaan gelap, maka material tersebut hanya mampu menghasilkan elektron dengan jumlah kecil sehingga hanya sedikit elektron yang dapat menghasilkan listrik nantinya.

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa besarnya aliran elektron yang terdapat pada alat juga akan bergantung pada intensitas energi cahaya.

Jenis dan Gambar Cahaya Sensor

Setelah mengetahui cara kerjanya, maka Anda perlu mengetahui bagaimana jenis serta gambar dari cahaya sensor tersebut. Sebab alat satu ini ternyata terdiri dari beberapa jenis yang berbeda sehingga harus dipahami oleh setiap orang.

Untuk lebih jelasnya berikut ini, jenis dan gambar cahaya sensor yang biasanya sering digunakan untuk berbagai perangkat elektronika.

Fotovotaic Cell

Fotovotaic Cell

Fotovoltaik merupakan sebuah cahaya sensor yang mampu menghasilkan perubahan pada bagian output sensornya. Jenisnya dapat bekerja dengan cara mengubah energi dari cahaya menjadi listrik.

Hal tersebut dikarenakan adanya penyinaran cahaya sehingga mengakibatkan pergerakan elektron sekaligus menghasilkan tegangan. Salah satu contoh dari tipe ini adalah solar cell dimana biasanya digunakan di masyarakat.

Keberadaan sel surya menggunakan selenium sebagai bahan dari fotovoltaik nantinya. Tidak hanya menghasilkan ataupun menyimpan energi saja, tetapi fotovoltaik disini juga dapat bertindak sebagai fotodetektor.

Fotoconductive

Potoconductive

Tipe berikutnya adalah fotoconductive ini dimana mempunyai fungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas di bagian kaki terminal outputnya sesuai dengan kuat lemahnya cahaya yang sudah diterima.

Baca Juga:  Lampu Otomatis: Pengertian, Prinsip Kerja, dan Skema Rangkaian.

Selain itu, tipe tersebut juga akan memberikan resistansi pada sel-sel didalamnya sehingga semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima, maka akan semakin kecil nilai resitensinya. Contoh dari jenis sensor inilah terdiri dari beberapa tipe

Light Dependent Resistor (LDR)

LDR atau light dependent resistor sendiri merupakan sebuah resistor yang mempunyai nilai resistensi terpengaruh dari perubahan intensitas sinar yang diterima nantinya. Cara kerja LDR sendiri adalah semakin kuat intensitas sinar yang didapat maka resistansinya juga akan semakin kecil dan sebaliknya.

Hal tersebut diakibatkan karena bagian elektroda dari LDR mempunyai bahan dasar dari cadmium sulfide, dimana ketika terkena sinar maka akan melepaskan banyak elektron sehingga resistansinya juga semakin kecil

Photo Dioda

Tipe berikutnya adalah photo Dioda dimana mempunyai fungsi buat mengubah intensitas sinar menjadi komponen konduktivitas dioda. Dioda apabila terkena terpapar oleh sinar maka akan menghasilkan adanya perubahan resistansi.

Nilai tersebut semakin rendah apabila cahaya yang diterima tersebut juga akan semakin besar.

Photo transistor

Jenis berikutnya adalah phototransistor yang mempunyai fungsi mengubah intensitas cahaya jadi konduktivitas transistor. Keberadaan dari sensor itulah mempunyai resistansi antar 2 kaki terminal di kolektor ataupun emitor dimana terhubung ke dalam rangkaian elektronika.

Fotolistrik

Fotolistrik

Tidak sampai disitu saja, ternyata masih terdapat jenis sensor cahaya yakni fotolistrik. Cara kerja cahaya sensor tipe ini adalah sesuai pantulan karena terdapat perubahan jarak atau posisi dari sumber cahaya ataupun target dari pantulannya.

Terdapat dua jenis sensor fotolistrik yang perlu diketahui diantaranya adalah:

Sensor Ultraviolet

Pertama adalah sensor ultraviolet atau UV dimana merupakan tipe sensor cahaya yang mampu memberikan respon saat terdapat perubahan intensitas cahaya ultraviolet. Sensor tipe inilah juga sangat sensitive dengan keberadaan api bahkan sekecil apapun.

Baca Juga:  Prinsip Kerja Antena Parabola TV Satelit dan Jenis-jenisnya

Sensor Infrared

Infrared sendiri merupakan sebuah cahaya sensor yang mampu memberikan respon perubahan cahaya jenis inframerah. Prinsipnya adalah ketika komponen menerima pancaran sinar infrared, maka di kaki-kaki terminal outputnya akan terdapat perubahan resistansinya.

Fungsi Sensor Cahaya

Keberadaan dari sensor inilah ternyata sudah banyak digunakan untuk berbagai tujuan dari elektronika mulai dari rangkaian sederhana seperti saklar ataupun berbagai perangkat elektronika yang rumit. Inilah alasan kenapa keberadaannya banyak dicari oleh para teknisi.

Adapun fungsi sensor cahaya secara umum adalah sebagai penerima paparan sinar langsung, kemudian akan diubah menjadi energi listrik dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Keberadaannya biasanya mempunyai fungsi jauh lebih spesifik dan tergantung pada jenis-jenisnya.

Beberapa penggunaan dari alat tersebut misalnya adalah untuk instrument sel surya, perangkat lampu otomatis pada mobil atau jalanan, modul sensor pada tablet dan smartphone serta masih banyak lagi.

Contoh Penerapan Sensor

Seperti sudah disinggung pada point sebelumnya bahwa terdapat contoh sensor cahaya yang perlu diketahui. Misalnya adalah pada lampu penerangan jalan otomatis dimana biasanya menggunakan tipe sensor LDR.

Lampu tersebut nantinya akan hidup secara otomatis ketika malam hari serta mati dengan sendirinya saat siang hari. Hal tersebut disebabkan karena alat mampu melakukan deteksi intensitas cahaya rendah sehingga lampu akan otomatis menyala.

Keberadaan dari jenis sensor inilah ternyata mempunyai peran yang cukup penting mulai dari rangkaian sederhana hingga rumit sekaligus. Dengan mengetahui pengertian sekaligus gambar sensor cahaya maka Anda semakin mudah mengenalinya.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment