2 Cara Mengukur Transistor NPN dan PNP Menggunakan Multimeter

Bagi Anda yang bekerja di bidang elektronika, tentu mengetahui cara mengukur transistor merupakan hal wajib dilakukan. Terlebih lagi ini merupakan sebuah komponen elektronika aktif yang paling sering digunakan di dalam rangkaian elektronika.

Baik itu rangkaian sederhana hingga rumit dan kompleks sudah banyak yang memanfaatkannya. Komponen ini biasanya terbuat dari bahan semikonduktur seperti germanium, silicon serta gallium arsenide.

Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana cara cek transistor tersebut dengan baik, maka sebaiknya dapat menyimak penjelasan berikut. Terutama kalau Anda belum mengetahui bagaimana proses pengukuran komponen.

Pengertian dan Fungsi Transistor

Pengertian dan Fungsi Transistor

Sebelum Anda mengetahui bagaimana cara pengukurannya, maka perlu mengetahui bagaimana pengertiannya terlebih dahulu. Jadi, transistor adalah sebuah komponen semikonduktur yang mempunyai fungsi seperti penguat, penyambung hingga stabilitas pada tegangan.

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa hampir semua perangkat elektronik ternyata sudah menggunakan transistor sebagai komponen yang ada di dalamnya. Beberapa perangkat tersebut seperti komputer, televisi, audio player, ponsel, vide player, power supply dan masih banyak lagi.

Keberadaan dari komponen inilah ternyata juga menghadirkan sejumlah fungsi yang cukup penting diantaranya adalah:

Sebagai Saklar

Fungsi paling utama dari komponen ini adalah sebagai saklar karena keberadaannya mampu mengatur bias dari satu transistor ke transistor lainnya. Karena itulah bisa memicu hubungan singkat antarkaki konektor dengan emitornya.

Penguat Arus

Tidak hanya berfungsi sebagai saklar saja, tetapi keberadaan dari komponen inilah juga bisa berperan sebagai penguat arus. Tetapi jika akan digunakan pada fungsi tersebut, transistor wajib dibiaskan tegangannya pada basic dengan konstan. Hal tersebut dilakukan agar emitor keluar dengan adanya besaran tegangan berjumlah stabil.

Pastikan Ketahui Jenis Transistor

Sebelum Anda memutuskan buat melakukan pengukuran maka harus tahu terlebih dahulu jenis transistornya. Untuk mengetahui apakah transistor tersebut PNP ataupun NPN bisa dilihat melalui kode huruf yang tertera pada bagian transistor bersangkutan diantaranya adalah:

  • Huruf A merupakan transistor PNP yang mempunyai frekuensi tinggi.
  • Huruf B merupakan transistor tipe PNP yang memiliki frekuensi rendah
  • Huruf C merupakan jenis NPN yang mempunyai frekuensi tinggi
  • Huruf D merupakan jenis komponen NPN yang mempunyai frekuensi rendah
Baca Juga:  Pengertian, Jenis Transistor dan Fungsinya secara Lengkap

Cara Mengukur Transistor Dengan Multimeter Analog (NPN dan PNP)

Cara Mengukur Transistor Dengan Multimeter Analog (NPN dan PNP)

Setelah Anda mengetahui jenis transistor yang akan diukur tersebut, maka berikutnya adalah cara cek transistor untuk mengukurnya. Untuk melakukan pengukuran sendiri dapat memanfaatkan alat bernama multimeter.

Langkah pertama adalah pada multimeter analog dimana paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan pengukurannya. Melakukan pengukuran menggunakan alat ini baik pada tipe NPN ataupun PNP sendiri sangat mudah dilakukan.

Bagi Anda yang masih bingung bagaimana proses pengukurannya, maka silahkan simak panduan dalam mengukurnya dibawah ini.

NPN

  • Siapkan multimeter analog terlebih dahulu
  • Aturlah skala pengukuran di Ohm 1xk
  • Sentuhlah probe merah multimeter di pin basis
  • Sentuhkan probe hitam ke bagian pin emitor
  • Apabila jarum bergerak ke kanan dan menunjukkan nilai ohm tertentu, maka komponen dalam kondisi normal
  • Jika jarum tidak bergerak atau ke 0 ohm, maka transistor sudah rusak
  • Silahkan pindahkan probe hitam dan sentuhkan ke pin kolektor transistor
  • Apabila jamur menunjukkan nilai hambatan tertentu, maka kondisinya baik dan jika tidak bergerak maka tidak normal.

PNP

  • Silahkan siapkan alat
  • Pilih pengukuran OHM dengan skala 1 k
  • Atur probe hitam ke pin basis dan atur probe merah ke pin emitor transistor
  • Jika jarum bergerak dan menunjukkan nilai tertentu, maka kondisi normal. Tetapi apabila tidak bergerak maka transistornya sudah mati
  • Berikutnya pengguna dapat menempelkan probe merah ke kolektor, dan probe hitam tetap di pin basis
  • Jika jarum menunjukkan hambatan tertentu maka kondisinya normal ataupun sebaliknya.

Menggunakan Multimeter Digital

Jika sebelumnya Anda bisa melakukan pengukuran menggunakan multimeter analog, maka berikutnya adalah untuk jenis digital. Proses pengukurannya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan analog, hanya saja, Anda mungkin masih bingung bagaimana prosedur melakukannya.

Baca Juga:  Transistor BD139 Sebagai Saklar Kelebihan, Cara Kerja, dan Karakteristiknya

Maka dari itu, kami sudah menyiapkan panduan dalam mengukur transistor NPN dan PNP menggunakan multimeter digital tersebut.

NPN

  • Aturlah mode pengukuran dioda pada multimeter digital
  • Silahkan atur probe merah ke pin basis transistor NPS
  • Tempelkan prober hitam pada pin emitor dari transistor
  • Lihatlah pada layar multimeter digital, apabila menunjukkan tegangan tertentu maka kondisinya normal
  • Berikutnya, ganti probe hitam disentuhkan ke pin kolektor. Jika layar memperlihatkan nilai tegangan tertentu, maka kondisinya masih normal.

PNP

  • Siapkan alat multimeter digital
  • Aturlah alat dengan moder pengukuran dioda
  • Tempelkan probe hitam ke pin basis transistor
  • Hubungkan probe berwarna merah ke bagian pin emitor
  • Perhatikan pada bagian layarnya, jika menunjukkan tegangan dengan nilai tertentu maka kondisinya masih normal
  • Sekarang, pengguna dapat menghubungkan probe merah ke pin kolektor
  • Apabila layar memperlihatkan tegangan tertentu, maka transistor juga dalam keadaan normal.

Tips Menentukan Kaki

Tips Menentukan Kaki Pada Transistor

Jika langkah sebelumnya adalah melakukan pengukuran pada komponen ini, maka berikutnya Anda juga harus mengetahui cara menentukan kaki transitor tersebut dengan baik. Sebab tidak sedikit dari Anda tentunya masih bingung dalam menentukan kaki pada benda ini terutama bagian basis, kolektor ataupun emitor.

Padahal untuk melakukan pengukurannya sendiri sangat mudah dan praktis dimana Anda juga dapat memanfaatkan keberadaan alat multimeter juga. berikut ini, panduan dalam menentukan kaki pada komponen tersebut.

  • Silahkan mengatur posisi saklar yang terdapat pada ohm meter pada skala x10 kΩ
  • Disinilah pengguna dapat melakukan pengukuran sama seperti ketika mengukur tipe PNP menggunakan multimeter analog
  • Kaki basis dimana awalnya terhubung dengan terminal merah, maka dapat ditukar ke terminal hitam. Serta Anda dapat menghubungkan terminal merah tadi ke kaki 1 dan 2 atau bagian kaki emitor dan kolektor yang dicari.
  • Jika langkah tersebut dihubungkan ke kaki 1 dan menunjukkan jarum bergerak ke kanan dan kaki 2 diam saja, maka kaki 1 adalah emitor dan 2 adalah kolektor.
Baca Juga:  Tabel Persamaan Transistor Lengkap Beserta Pengertiannya

Penyebab Transistor Mengalami Kerusakan

Cara cek transistor rusak menggunakan komponen multimeter digital atau analog sangatlah mudah dilakukan. Dengan mengetahui kerusakannya itulah, maka pengguna bisa dengan mudah mengganti unit yang rusak dengan baru terlebih dahulu.

Kerusakan yang terjadi pada komponen ini ternyata juga disebabkan oleh sejumlah masalah lho. Ini mungkin tidak didasari oleh para pengguna sehingga tidak kunjung dalam mengganti unit rusak dengan baru.

Penyebab pertama misalnya adalah kesalahan dalam proses pemasangan kaki atau pin transistor sehingga mengakibatkan komponen tidak dapat bekerja dengan optimal. Tidak hanya itu saja, overheating atau panas berlebih yang terdapat pada komponen mengakibatkan benda cepat terbakar.

Beberapa penyebab lainnya komponen tersebut rusak seperti arus mengalir ke komponen terlalu besar, adanya kelebihan tegangan supplu, hubungan singkat yang terdapat pada pin transistor hingga arus bias terlalu besar.

Agar komponen satu ini mempunyai umur yang panjang maka sebaiknya Anda dapat menggunakannya sesuai dengan fitur dan jenisnya. Dengan mengetahui cara mengukur transistor itulah, Anda bisa mengetahui apakah unit rusak atau tidak.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment