Jenis Induktor Beserta Pengertian dan Fungsinya

Pada saat mempelajari tentang ilmu elektronika, pastinya akan membahas tentang berbagai macam jenis induktor beserta fungsinya. Hal tersebut karena induktor ini adalah salah satu komponen yang sangat penting di elektronika.

Bagi yang belum tahu, induktor ini merupakan komponen yang sering digunakan pada rangkaian radio. Fungsi dari komponen tersebut pada rangkaian radio adalah untuk penyaring atau filter frekuensi.

Namun, selain hal tersebut induktor ini masih mempunyai peranan penting lainnya di elektronika. Nah, untuk mengetahui tentang induktor lebih lengkap lagi, Anda dapat menyimak informasi berikut ini.

Pengertian Induktor

Jenis Induktor Beserta Pengertian dan Fungsinya

Komponen induktor ini merupakan lilitan kawat tembaga yang melilit inti logam. Kumparan pada induktor ini dapat tersusun dari satu lilitan tunggal ataupun lebih dari satu lilitan kawat.

Pada komponen tersebut saat dialirkan arus listrik, maka dapat menimbulkan adanya medan magnet. Lalu, ketika terdapat adanya perubahan pada arus listrik, energi medan magnet tersebut akan menjadi tegangan listrik.

Tegangan listrik yang dihasilkan oleh komponen induktor ini akan sebanding dengan energi medan magnetnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa semakin besar energi dari medan magnet, maka potensi tegangan yang dihasilkan juga semakin besar.

Nah, fenomena terciptanya medan magnet yang disebabkan oleh aliran listrik di kumparan tersebutlah yang dikenal dengan nama induksi. Sedangkan, untuk pernyataan nilai dari induktansi kumparan umumnya ditulis menggunakan simbol huruf L.

Terlepas dari pengertian tersebut, sebenarnya siapakah orang yang menemukan induktor ini pertama kali? Apabila melihat dari sejarahnya, komponen induktor pertama kali ditemukan oleh ahli ilmu fisika bernama Joseph Henry.

Bentuk Fisik dan Simbol Gambar Induktor

Dalam penerapan di ilmu elektronika, induktor ini digambarkan dengan bentul simbol. Simbol tersebut umumnya dinyatakan dengan gambar garis lilitan yang memiliki bentuk seperti lilitan kawat.

Baca Juga:  Grounding Adalah: Pengertian, Sistem, dan Fungsinya

Simbol dari berbagai macam induktor tersebut, tentunya mempunyai gambar simbol yang tidak sama. Berikut adalah berbagai macam contoh simbol pada berbagai induktor yang perlu diketahui:

gambar simbol induktor

Selain simbol induktor, Anda tentu juga perlu memahami tentang bentuk fisik dari induktor itu sendiri. Secara umum, induktor paling sederhana mempunyai bentuk lilitan kawat yang mempunyai inti udara.

Sementara untuk memenuhi keperluan aplikasi elektronika, dibuat berbagai bentuk fisik induktor yang berbeda. Berikut adalah contoh berbagai macam bentuk fisik dari induktor yang perlu Anda ketahui.

gambar bentuk fisik induktor

Mengetahui tentang bentuk dan juga simbol tersebut tentu dapat memudahkan Anda dalam mempelajari induktor. Dengan begitu, Anda dapat membedakan bentuk-bentuk dari induktor yang umum digunakan pada praktik elektronika.

Nilai Dan Satuan Induktor

Nilai induktansi pada induktor umumnya dinyatakan menggunakan satuan Henry dan mempunyai notasi simbol huruf H. Pada umumnya, nilai induktansi yang terdapat di pasaran adalah di angka microHenry dan juga miliHenry.

Secara umum, terdapat berbagai macam faktor yang dapat memengaruhi besaran dari nilai induktansi tersebut. Berikut adalah faktor-faktor yang bisa berpengaruh terhadap besar nilai induktansi pada induktor.

  • Panjang lilitan kawat. Semakin pendek lilitan pada induktor, maka membuat nilai induktansinya semakin besar
  • Jumlah lilitan. Semakin banyak jumlah lilitan pada induktor dapat membuat nilai induktansinya menjadi semakin besar.
  • Diameter inti lilitan. Semakin besar ukuran diameter inti induktor, maka membuat nilai induktansinya juga jadi lebih besar.
  • Panjang inti lilitan. Inti lilitan yang panjang juga akan membuat nilai induktansi menjadi lebih besar
  • Kerapatan lilitan. Lilitan kawat induktor yang semakin rapat, juga akan membuat nilai induktansi yang dimiliki semakin besar
  • Permeabilitas bahan inti. Permeabilitas bahan yang tinggi akan membuat nilai induktansi juga jadi tinggi
Baca Juga:  Apakah Yang Dimaksud Dengan Bridge di Jaringan Komputer? Berikut Cara Kerja Dan Fungsinya

Berdasarkan penjelasan di atas bisa diketahui bahwa besaran dari nilai induktansi induktor dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Perhatikanlah beberapa faktor di atas agar Anda dapat lebih memahami tentang satuan dari induktor ini.

Jenis-Jenis Induktor

Pada penerapannya, terdapat berbagai macam induktor yang umum digunakan. Jenis tersebut dibedakan dari bahan inti dan juga model lilitan kawat yang digunakan pada induktor tersebut.

Untuk mengetahui apa saja macam-macam induktor tersebut, Anda bisa melihat pada informasi berikut ini.

1. Induktor Inti Udara

Induktor inti udara ini adalah induktor yang mempunyai inti udara atau terlihat seolah tidak mempunyai bahan inti. Induktor ini mempunyai nilai induktansi kecil dan sering kali digunakan untuk aplikasi pemancar ataupun penerima radio FM.

2. Induktor Inti Ferit

Jenis berikutnya, ada juga induktor inti ferit atau besi. Induktor jenis ini mempunyai besaran nilai induktansi lebih tinggi dan umumnya digunakan pada frekuensi menengah seperti untuk frekuensi IF Radio.

3. Toroid

Induktor selanjutnya yang perlu untuk Anda ketahui adalah induktor jenis Toroid. Pada induktor toroid ini dikenal mempunyai inti yang melingkar seperti menyerupai bentuk kue donat.

Nilai induktansi dari jenis Toroid ini dapat lebih besar lagi dibandingkan induktor sebelumnya. Berkat nilai induktansi yang dimilikinya tersebut, komponen induktor ini umumnya digunakan pada SMPS atau trafo daya.

4. Trafo

Berikutnya, terdapat juga jenis induktor lainnya yang bernama trafo. Trafo ini merupakan jenis dari induktor yang mempunyai lilitan paling tidak dua yakni lilitan primer dan juga lilitan sekunder.

Induktor jenis trafo ini memanfaatkan adanya transformasi energi antar dua buah lilitan di satu inti. Trafo induktor ini pada umumnya digunakan pada penguat IF Radio dan juga power supply.

Baca Juga:  Frekuensi Kompas TV Telkom 4 Secara Lengkap

5. Induktor Variabel

Jenis terakhir dari induktor yang umum ditemui adalah induktor variabel. Induktor ini mempunyai nilai induktansi yang bisa diubah dengan melakukan pengaturan pada panjang inti lilitan.

Pengaturan tersebut dapat dilakukan secara manual dengan memutar inti yang dibuat ulir. Hal tersebut memungkinkan untuk membuat lilitan bisa keluar masuk dengan mudah saat inti diputar.

Fungsi Induktor

Berdasarkan penerapannya, terdapat berbagai macam fungsi yang dimiliki oleh induktor pada suatu rangkaian elektronika. Fungsi tersebut nantinya juga terkait dengan karakteristik serta sifat induktor tentang kemagnetan.

Berbeda dengan kapasitor, induktor ini mempunyai sifat menahan arus AC dan meloloskan arus DC. Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa salah satu fungsi induktor adalah untuk menala frekuensi resonansi suatu rangkaian penguat.

Selain fungsi yang telah disebutkan tersebut, tentu masih terdapat beberapa fungsi lain dari induktor pada praktik elektronika. Nah, untuk mengetahui apa saja fungsinya, Anda dapat menyimaknya pada penjelasan yang ada di bawah ini.

  • Sebagai penyaring atau filter suatu frekuensi radio
  • Menjadi penggerak pada perangkat motor listrik
  • Menjadi resonator di rangkaian osilator atau pembangkit frekuensi
  • Transducer di aplikasi audio amplifier seperti speaker atau mikrofon. Mikrofon akan mengubah sinyal suara jadi arus listrik, sementara pada speaker akan mengubah arus listrik kembali jadi sinyal suara.
  • Elektromagnet di Relay, pengambil besi, atau Solenoide. Hal tersebut membuat keberadaan magnet diatur dengan menyambung atau memutus arus listrik.
  • Menjadi transformator energi pada aplikasi penurun atau penaik tegangan.

Demikianlah penjelasan lengkap tentang pengertian, fungsi, dan jenis induktor yang perlu untuk Anda ketahui. Dengan memahami berbagai informasi di atas tentunya akan memudahkan Anda dalam mengenal komponen induktor dalam elektronika.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment