7 Komponen Dasar Elektronika yang Perlu diketahui Bagi Pemula

Dunia elektronika merupakan salah satu dunia yang sangat menarik, entah karena perkembangan teknologi yang semakin hari semakin mengagumkan atau karena komponen-komponen kecil elektronika yang memiliki beragam manfaat dan menarik untuk dipelajari. Untuk itu mari kita simak bersama apa saja komponen-komponen dasar elektronika yang  perlu diketahui bagi pemula.

1. Resistor

Resistor sering disebut juga sebagai hambatan, jadi hambatan merupakan salah satu komponen elektronika pasif yang memiliki nilai tertentu untuk  menghambat dan mengatur arus listrik yang mengalir dalam sebuah rangkaian. Resistor memiliki satuan nilai berupa Ohm (Ω). Nilai dari resistor biasanya dapat diketahui hanya dengan melihat warna atau kode yang sudah menempel pada badan resistor. Bagi Anda yang ingin mengetahui materi mengenai cara membaca kode warna pada resistor akan kami bahas di artikel lain. Selanjutnya, akan membahas jenis-jenis dari resistor. Berikut ini adalah beberapa jenis resistor yang akan sering Anda temui:

a) Resistor yang memiliki nilai tetap

Contoh resistor yang memiliki nilai tetap diantaranya adalah: resistor kawat, resistor batang karbon, resistor film karbon, resistor keramik, dan resistor metal film.

b) Resistor yang nilainya bisa diatur

Contoh resistor yang nilainya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan adalah: potensiometer, trimpot, dan rheostat.

c) Resistor yang dapat berubah nilainya karena intensitas cahaya

Resistor yang nilainya bisa berubah karena intensitas cahaya sering disebut dengan Light Dependent Resistor (LDR).

d) Resistor yang dapat berubah nilainya karena perubahan suhu

Resistor yang memiliki nilai dapat berubah karena suhu contohnya adalah Positive Temperature Coefficient (PTC) dan Negative Temperature Coefficient (NTC).

2. Kapasitor

Kapasitor dikenal juga sebagai kondensator, komponen ini merupakan salah satu jenis komponen pasif yang mampu menyimpan energi atau muatan listrik dalam waktu tertentu. Kapasitor memiliki banyak fungsi diantaranya: dapat memilih gelombang radio pada rangkaian tuner, sebagai filter, dan pada rectifier berfungsi sebagai perata. Berikut ini adalah jenis kapasitor:

Baca Juga:  Pengertian Amplifier: Bagian, Jenis, Fungsi Serta Cara Perawatannya

a) Kapasitor yang memiliki nilai tetap

Contoh kapasitor yang memiliki nilai tetap diantaranya adalah: kapasitor mika, kapasitor keramik, kapasitor polyester, dan kapasitor kertas.

b) Kapasitor yang memiliki nilai tetap tetapi ada polaritas

Kapasitor yang mempunyai polaritas positif dan negatif diantaranya adalah: Electrolyte Condensator (ELCO) dan kapasitor tantalum.

c) Kapasitor yang nilainya bisa diatur

Kapasitor yang nilainya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan sering disebut dengan variabel kapasitor.

3. Induktor

Induktor dikenal dengan sebutan kumparan (coil). Induktor adalah salah satu komponen elektronika pasif yang mempunyai fungsi sebagai pengatur frekuensi, kopel atau penyambung, dan sebagai filter. Induktor mempunyai satuan Henry (H), komponen ini sering ditemukan pada rangkaian yang berkaitan dengan frekuensi seperti tuner pada sebuah radio. Berikut adalah jenis induktor:

a) Induktor yang memiliki nilai tetap

b) Induktor yang nilainya bisa diatur (coil variable)

4. Transistor

Transistor adalah komponen elektronika aktif yang mempunyai banyak fungsi, selain itu transistor sangat berpengaruh di dunia elektronika modern. Transistor sangat mempunya fungsi yang beragam diantaranya adalah sebagai saklar, sebagai penguat arus, stabilisasi tegangan, penyearah, modulasi sinyal, dan lain sebagainya. Umumnya transistor mempunyai tiga kaki (terminal)  yang bernama basis/base (B), Emitor (E), dan kolektor/collector (K). Jenis transistor diantaranya adalah:

a) Transistor PNP

b) Transistor NPN

c) Uni Junction Transistor (UJT)

d) Field Effect Transistor (FET)

e) Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET)

5. Diode

Diode atau dioda adalah salah satu jenis komponen elektronika aktif yang memiliki fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke arah tertentu dan menghambat arus listrik dari sebaliknya. Dioda memiliki dua jenis elektroda berupa anoda (A) dan katoda (K). Jenis dioda sangat banyak, berikut ini adalah jenis dioda berdasarkan fungsinya:

Baca Juga:  Cara Penggunaan Multitester Digital yang Wajib Dipahami

a) Dioda penyearah atau dioda biasa

Dioda jenis ini biasanya terbuat dari bahan silikon dan mempunyai fungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC).

b) Zener diode dan Dioda zener

Dioda zener memiliki fungsi sebagai pengaman tegangan pada sebuah rangkaian, batas tegangan yang diamankan bergantung dengan spesifikasi dari diodanya. Tegangan ini dikenal dengan sebutan tegangan zener.

c) Light Emitting Diode (LED)

Dioda emisi cahaya atau disebut juga dengan LED adalah jenis dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik. Cahaya yang dipancarkan beragam warnanya bisa berwarna biru, merah, kuning, hijau, dan lainnya.

d) Photo diode atau dioda foto

Dioda foto adalah dioda yang memiliki kepekaan terhadap cahaya, sehingga nilainya dapat berubah tergantung dari intensitas cahaya yang diperoleh. Dioda foto biasanya digunakan untuk sensor.

e) Dioda shockley

Dioda shockley adalah jenis dioda yang mempunyai tegangan rendah

f) Laser diode atau dioda laser

Dioda laser atau yang sering dikenal dengan singkatan sebagai LD adalah jenis dioda yang dapat memancarkan cahaya laser.

g) Dioda varaktor

Dioda varactor adalah jenis dioda yang mempunyai sifat yang dapat berubah-ubah kapasitasnya bergantung dengan tegangan yang diberikan.

h) Silicon Control Rectifier (SCR)

Adalah jenis dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali.

6. IC (Integrated Circuit)

IC (Integrated Circuit) merupakan jenis komponen elektronika aktif yang didalamnya tersusun dari gabungan ratusan bahkan jutaan transistor, resistor, dan komponen-komponen lain yang diintegrasikan menjadi satu kesatuan rangkaian dalam bentuk komponen dengan kemasan kecil. Bentuk IC bermacam-macam ada yang hanya memiliki tiga buah kaki dan bahkan ada yang sampai dengan ratusan kaki atau terminal. IC memiliki banyak fungsi diantaranya sebagai penguat, pengontrol, switching, dan media penyimpanan.

Baca Juga:  2 Cara Beli Paket Cling K Vision Mudah dan Praktis

IC (Integrated Circuit)

Integrated Circuit adalah komponen semikonduktor yang sangat sensitif dengan Electrostatistic Discharge (ESD). Umumnya dalam sebuah peralatan elektronika, IC digunakan sebagai otak didalamnya. Contoh dari penggunaan IC sebagai otak ada pada sebuah komputer, dalam komputer terdapat komponen yang bernama Microprocessor yang didalamnya terdiri dari 16 juta transistor dan jumlah tersebut belum termasuk dengan komponen lain didalam perangkat komputer tersebut.

7. Saklar atau Switch

Saklar adalah komponen elektronika yang digunakan untuk memutuskan atau menghubungkan suatu aliran listrik. Saklar sering sekali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada peralatan elektronika maupun instalasi listrik di rumah Anda.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment