Inilah Penyebab Oli Motor Cepat Habis

MADENGINER.COM – Oli adalah salah satu fluida yang paling penting bagi kendaraan bermotor selain bahan bakar. Ketahui penyebab oli motor cepat habis selengkapnya di artikel ini, simak sampai habis ya!

Selain berfungsi sebagai pelumas komponen pada mesin motor, oli juga berfungsi untuk melindungi komponen motor dari korosi atau karat.

Karena fungsi oli adalah sebagai pelumas, tanpa adanya oli gesekan antar komponen mesin akan lebih besar yang menyebabkan mesin cepat panas. Yang mana sangat berbahaya bagi motor Anda.

Sebaiknya, simak pada permulaan artikel ini bagaimana cara mengetahui oli motor habis atau sudah harus diganti.

Tanda Oli Motor Harus Diganti

Berikut adalah gejala yang dapat Anda rasakan ketika oli motor harus diganti atau volumenya berkurang.

1. Tarikan Motor Terasa Berat

Ketika tarikan motor terasa berat atau seperti tersendat saat memutar tuas gas, bisa jadi oli Anda sudah habis atau kualitasnya sudah tidak baik.

Fungsi oli sebagai pelumas membuat piston dan komponen lainnya mampu bekerja dengan baik tanpa adanya keausan.

Sebaiknya, jika tarikan motor sudah terasa berat segera cek kapan terakhir kali Anda mengganti oli atau cek volume oli pada motor Anda.

2. Sudah Lama Tidak Mengganti Oli

Oli punya batas jarak tempuh saat sudah digunakan pada sebuah motor. Normalnya, ganti oli setiap 2-3 bulan sekali tergantung intensitas penggunaan.

Tapi, jika Anda servis motor di sebuah dealer, biasanya teknisi juga akan mencatat setiap berapa kilometer oli motor Anda perlu diganti. Batas jarak tempuh oli berkisar di angka 4.000 kilometer

Jadi, lebih baik ganti oli secara rutin dibanding performa motor Anda yang menurun dan terjadi kerusakan pada komponen motor Anda.

3. Motor Sering Mati Mendadak

Indikasi selanjutnya adalah motor yang sering mati mendadak terutama ketika menaiki sebuah tanjakan. Karena, saat menaiki tanjakan komponen motor Anda bekerja lebih keras.

Baca Juga:  Cara Kerja Kopling Mobil dan Bagian-bagiannya

Jika tidak ada pelumas pada mesin, otomatis mesin Anda akan bekerja lebih keras dan mengalami overheat. Yang mana sangat tidak nyaman jika motor mati mendadak padahal Anda sedang buru-buru atau berada di tengah jalan.

4. Suara Kasar dalam Mesin

Gesekan antar komponen yang tidak memiliki pelumas akan terdengar berat dan kasar. Hal tersebut bisa jadi salah satu tanda bahwa motor Anda sudah kekurangan oli atau olinya harus diganti.

Oh, ya. Anda bisa cek oli menggunakan dipstick untuk melihat seberapa banyak oli yang masih ada di dalam tangki. Jika volume sudah berkurang, sebaiknya segera ganti olinya ya!

5. Warna Oli Hitam Pekat

Penyebab oli motor cepat habis
Tanda Oli Motor Harus Diganti (Dok. Motorcycle Habit)

Karena digunakan sebagai pelumas mesin, maka warna dari oli motor akan berubah menjadi pekat. Artinya oli tersebut harus diganti dan Anda harus waspada.

Biasanya, oli yang berwarna hitam pekat juga disertai dengan kekentalan oli yang sudah lebih cair. Perlu diketahui, oli yang kondisinya masih bagus berwarna kuning keemasan.

Jika sudah terlihat tanda-tanda seperti di atas pada motor Anda, sebaiknya segera ganti oli motor karena akan berdampak buruk untuk mesin motor.

Baca Juga: Fungsi Busi Motor Dan Cara Merawatnya

Dampak Motor Kehabisan Oli

Kehabisan oli atau oli yang sudah sekian waktu tidak diganti memiliki dampak buruk pada motor. Apa saja? Berikut telah kami rangkum beberapa dampak motor kehabisan oli

1. Kerusakan Komponen Mesin

Ketahanan mesin motor tanpa oli akan berkurang seiring dengan penggunaan. Karena, oli juga berfungsi sebagai pelindung mesin yang dapat memperpanjang umur dan ketahanan.

Biasanya, komponen yang akan rusak lebih dulu adalah piston, ring piston, dan poros engkol. Komponen tersebut bisa rusak karena terjadi aus pada mesin.

2. Konsumsi Bahan Bakar Boros

Kurangnya oli pada motor membuat tarikan menjadi lebih berat. Hal ini tentu memaksa Anda untuk membuka gas lebih banyak agar motor bisa melaju sesuai keinginan.

Dengan begitu, bakan bakar yang dipakai juga akan semakin banyak. Perlu diingat, mahalnya bahan bakar saat ini bisa membuat kantong Anda jebol, lho.

3. Mesin Menjadi Kasar

Dampak motor kehabisan oli
Ilustrasi Dampak Motor Kehabisan Oli

Karena komponen yang ada dalam mesin tidak dapat terlumasi dengan baik, jadi gesekan antar komponen akan lebih kasar dan terasa berisik.

Motor yang rutin diganti oli biasanya memiliki bunyi mesin yang halus dan tarikannya lebih nyaman untuk digunakan sehari-hari.

4. Bongkar atau Turun Mesin

Ini adalah dampak terburuk dari motor yang digunakan tanpa oli. Jika kerusakan sudah parah dan banyak komponen yang rusak, biaya yang harus disiapkan tidaklah murah.

Bahkan biayanya bisa mencapai jutaan rupiah untuk mengganti sejumlah komponen. Biasanya, untuk motor injeksi biaya turun dan bongkar mesinnya lebih mahal daripada motor karburator.

5. Overheat

Fungsi oli juga menjadi pendingin mesin motor. Kinerja mesin pada motor yang jarang diganti olinya bisa menyebabkan overheat karena gesekan motor yang berlebih dan menyebabkan aus.

Jika dibiarkan selalu overheat, bisa jadi mesin motor rontok dan jangka panjangnya adalah turun mesin dan mengganti komponen.

Banyak kerugian yang dapat Anda rasakan ketika motor kehabisan oli atau volume olinya sudah berkurang karena jarang diganti. Jadi, rawat motor dan ganti oli secara rutin, ya.

Baca Juga: Apa Itu Quick Shifter Dan Fungsinya Pada Motor?

Penyebab Oli Motor Cepat Habis

Terkadang ada suatu keadaan di mana setiap Anda mengisi oli motor, ternyata oli Anda lebih cepat habis dalam jangka waktu yang tidak wajar. Bisa jadi motor Anda mengalami beberapa hal di bawah ini. 

1. Seal Oli Bocor

Seal oli bocor bisa terjadi karena pengisian oli yang melebihi kapasitas atau umur seal oli yang seharusnya sudah diganti. 

Oli akan luber melalui celah-celah yang ada pada filter udara dan ruang karburator. Jika oli sudah bocor, biasanya motor akan mengeluarkan asap knalpot berwarna putih.

Baca Juga:  Mengenal DVD Player dan Bagian-bagiannya

2. Kekentalan Oli yang Tidak Sesuai

Oli yang digunakan untuk motor tidak boleh terlalu kental atau terlalu cair. Jika terlalu kental biasanya tarikan motor akan lebih berat.

Sebaiknya, perhatikan buku pedoman pembelian motor atau searching di internet oli apa yang cocok untuk motor Anda.

3. Piston Aus

Piston bisa mengalami aus, tergores, dan ditutupi kotoran sebagai akibat dari kinerja mesin yang terlalu berat.

Jika piston aus, biasanya ring piston akan lebih kendur dan udara masuk ke ruang oli yang menyebabkan turunnya tekanan kompresi mesin.

Jadi, oli akan lebih cepat terbakar dan motor mengeluarkan asap yang cukup banyak dari knalpot.

4. Pemakaian Motor yang Berlebihan

Berlebihan yang dimaksud bukanlah pemakaian setiap hari, namun adalah cara mengendarai motor dengan metode “gaspol terus” alias selalu gas sampai mentok.

Selain selalu menarik gas sampai mentok, penggunaan throttle yang tidak beraturan, dan sering stop n go juga bisa membuat oli cepat menguap dan berkurang.

Karena mesin akan lebih cepat panas sehingga lebih banyak oli yang dibutuhkan untuk melumasi mesin yang semakin kasar.

5. Oli Jarang Diganti

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, oli yang jarang diganti akan berkurang volumenya karena terjadi penguapan.

Karena, oli juga memiliki usia pakai dan batas jarak tempuh untuk penggunaannya. Sebaiknya oli diganti setiap 2000 – 4000 kilometer.

Ketika oli yang ada tidak cukup untuk melumasi dan melindungi komponen mesin motor, maka akan menyebabkan kerusakan yang fatal pada komponen mesin motor.

Baca Juga: Penyebab Mobil Overheat Dan Cara Mengatasinya

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar penyebab oli motor cepat habis dan pentingnya oli bagi motor. Semoga dapat membantu dan sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya.

Bagikan Postingan:

Leave a Comment